Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 8 Juni 2026
Trending
  • Pajero Sport vs Fortuner 2026: Pertarungan Sengit SUV Premium di Indonesia
  • AION V Luxury 2026: Harga Terbaru Ini!
  • Startup Korea Selatan Raup Rp427 Miliar, Tantang Dominasi AS dan Cina di Industri Antariksa
  • Kejagung Periksa BGN Pasca Pemecatan Dadan, Diduga Terkait Penjualan Dapur MBG
  • Kamera Selfie Honor 100MP Berbentuk Persegi, Apa Keistimewaannya?
  • 5 Kebiasaan Harian untuk Menjaga Kesehatan Digital Anak
  • Kodam XX Tanggung Biaya Pengobatan Korban Peluru Nyasar di UNP
  • Naskah khutbah Jumat besok 5 Juni 2026: Hijrah dari kebiasaan yang membawa kerugian
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»5 Kebiasaan Harian untuk Menjaga Kesehatan Digital Anak
Ekonomi

5 Kebiasaan Harian untuk Menjaga Kesehatan Digital Anak

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Orang Tua dalam Membimbing Anak Menggunakan Teknologi

Di era digital yang semakin berkembang, teknologi telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari anak-anak. Dengan akses internet yang mudah dan perangkat digital yang semakin canggih, anak-anak kini bisa memperoleh informasi, mengembangkan keterampilan, serta terhubung dengan berbagai sumber pembelajaran. Namun, meskipun manfaatnya banyak, pendampingan orang tua tetap menjadi kunci untuk memastikan anak menggunakan teknologi secara bijak dan mendapatkan pengalaman digital yang positif.

Internet kini menjadi alat utama bagi anak-anak dalam belajar, bermain, berkreasi, dan mengeksplorasi dunia. Di tengah perubahan ini, Google dan YouTube berkomitmen untuk membantu orang tua dalam membangun kebiasaan digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab. Melalui fitur keamanan bawaan, kontrol keluarga, serta sumber daya edukasi yang dirancang berdasarkan masukan dari pakar perkembangan anak dan pendidik, kedua platform ini berusaha menciptakan lingkungan digital yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

“Anak-anak tidak hanya perlu terlindungi saat online, tetapi juga perlu dibekali kemampuan untuk menjadi warga digital yang cerdas dan percaya diri,” ujar Dora Songco, Product Marketing Manager, Brand & Reputation, Google Indonesia. “Kami percaya bahwa membangun pengalaman digital yang sehat membutuhkan kolaborasi antara teknologi, pemerintah, orang tua, pakar, dan komunitas.”

Dari perspektif psikologis, Marsha Tengker, Psikolog Klinis dan Founder Amanasa, menjelaskan bahwa peran orang tua di era digital bukanlah menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membantu mereka membangun hubungan yang sehat dengannya. Menurutnya, fokus utama adalah membantu anak memahami cara menggunakan teknologi dengan tujuan jelas, mengenali batasannya, dan tetap memiliki keseimbangan dengan aktivitas di dunia nyata.

Sementara itu, Nanda Yurani, Guru dan Content Creator, melihat teknologi sebagai sarana yang dapat memperluas akses anak terhadap pembelajaran dan eksplorasi minat. Ia menilai bahwa teknologi membuka peluang besar bagi anak untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal yang mereka sukai. Kuncinya adalah membimbing mereka agar dapat menjelajahi dunia digital dengan aman, kritis, dan bertanggung jawab.

Fitur yang Memudahkan Orang Tua dalam Mendampingi Anak

Google dan YouTube percaya bahwa setiap keluarga memiliki kebutuhan yang unik, sehingga orang tua harus memiliki kendali dalam menentukan pengalaman digital yang paling sesuai bagi keluarga mereka. Untuk itu, berbagai fitur dirancang untuk memberikan pengalaman yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak, sekaligus membantu orang tua membangun percakapan dan kebiasaan digital yang sehat di rumah. Beberapa fitur tersebut antara lain:

  • Shorts Timer: Fitur ini memungkinkan orang tua mengatur durasi waktu anak-anak mereka saat menonton atau scrolling YouTube Shorts, bahkan bisa diatur hingga nol menit untuk menonaktifkan tayangan Shorts sepenuhnya.
  • Take a Break Reminder dan Bedtime Reminder: Fitur ini membantu orang tua mengelola waktu menonton anak dengan lebih baik melalui pengingat untuk beristirahat dan menghentikan aktivitas menonton menjelang waktu tidur.
  • Pengaturan konten: Orang tua dapat memilih tingkat pengalaman konten yang sesuai bagi anak, serta memblokir video atau kanal tertentu yang dinilai kurang sesuai.
  • Family Center: Fitur ini membantu orang tua memantau dan memahami aktivitas digital anak melalui fitur pengawasan yang dirancang untuk mendukung komunikasi dan pendampingan yang lebih aktif dan dua arah.

Selain fitur keamanan, Google dan YouTube juga terus mendukung akses terhadap konten edukatif berkualitas yang membantu anak belajar dan mengeksplorasi minat mereka. Inisiatif seperti Akademi Edukreator memungkinkan para guru-kreator membangun kurikulum digital yang aman dan inklusif.

5 Kebiasaan Sederhana untuk Ciptakan Lingkungan Digital yang Sehat di Keluarga

  1. Bicara secara terbuka: Jadikan obrolan tentang pengalaman online serta jenis kreator dan tayangan yang disukai remaja Anda sebagai kebiasaan rutin.
  2. Tonton bersama: Cara terbaik untuk mengetahui apa yang dilihat remaja Anda? Tonton bersama mereka. Ikutlah duduk di sofa dan tunjukkan rasa ingin tahu, tanyakan mengapa mereka menyukai kreator tertentu.
  3. Sepakati aturan dan gunakan fitur yang ada: Bicarakan tentang batasan yang tepat bagi keluarga Anda. Gunakan fitur kontrol orang tua di YouTube seperti batas harian feed Shorts, waktu tidur, dan pengingat ‘waktunya istirahat’ untuk membantu membangun kebiasaan tersebut.
  4. Jaga keseimbangan: Bantu remaja Anda menciptakan keseimbangan yang sehat antara dunia online mereka dengan aktivitas fisik, hobi, dan waktu berinteraksi langsung.
  5. Dorong penggunaan yang bijak: Ajarkan mereka untuk lebih bijak dan penuh kesadaran saat online. Arahkan mereka ke konten berkualitas tinggi dan memperkaya wawasan yang dapat mendalami minat serta memperluas perspektif mereka.

Google dan YouTube percaya bahwa menciptakan pengalaman digital yang aman merupakan fondasi penting untuk membantu anak tumbuh menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, percaya diri, dan bertanggung jawab. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, orang tua, pendidik, kreator, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Google dan YouTube berkomitmen untuk terus mendukung keluarga Indonesia dalam membangun kebiasaan digital yang sehat sekaligus memberdayakan generasi muda untuk belajar, bereksplorasi, dan berkembang di dunia digital.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

BPS: Harga Beras Naik Merata dari Penggilingan ke Pasar

7 Juni 2026

Rupiah Rekor Terendah, Menkeu Purbaya Jamin APBN Aman dan Ekonomi Tangguh

7 Juni 2026

Kepala BGN Jadi Tersangka, Pegawai Perusahaan Pemenang Tender MBG Tetap Bekerja Normal

7 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pajero Sport vs Fortuner 2026: Pertarungan Sengit SUV Premium di Indonesia

7 Juni 2026

AION V Luxury 2026: Harga Terbaru Ini!

7 Juni 2026

Startup Korea Selatan Raup Rp427 Miliar, Tantang Dominasi AS dan Cina di Industri Antariksa

7 Juni 2026

Kejagung Periksa BGN Pasca Pemecatan Dadan, Diduga Terkait Penjualan Dapur MBG

7 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?