Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 14 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Forum Ekonomi Hijau Buka Jalur Baru Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
Ekonomi

Forum Ekonomi Hijau Buka Jalur Baru Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Konsep Ekonomi Hijau yang Semakin Mendesak

Di tengah ancaman krisis iklim, kerusakan lingkungan, dan ketidakpastian ekonomi global, gagasan ekonomi hijau kini bukan lagi sekadar wacana akademik. Bagi Indonesia, transisi menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan tangguh menjadi kebutuhan mendesak. Kesadaran ini mendorong Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran atau IKA Unpad menginisiasi Forum Ekonomi Hijau (FEH), sebuah forum kolaboratif lintas sektor yang dirancang untuk memperkuat dialog, gagasan, dan sinergi menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Forum ini akan diluncurkan pada 17 Juni 2026 di Jakarta dengan menghadirkan tokoh nasional, akademisi, pengambil kebijakan, pelaku industri, serta komunitas masyarakat sipil. Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi memiliki banyak waktu untuk menunda transformasi ekonomi.

“Biaya mempertahankan model pembangunan lama hari ini sebenarnya sudah jauh lebih mahal dibandingkan biaya untuk bertransisi menuju ekonomi hijau,” ujar Burhanuddin, Selasa (2/6). Menurutnya, ekonomi hijau juga akan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing Indonesia di tingkat global. Dunia internasional kini semakin menuntut praktik pembangunan dan industri yang rendah karbon, hemat energi, serta lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Ke depan, negara yang mampu beradaptasi dengan ekonomi hijau justru akan menjadi pemenang ekonomi dunia. Indonesia punya modal besar untuk itu, tetapi dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar transformasi ini tidak berjalan parsial,” jelasnya.

Visi Ekonomi Hijau yang Inklusif

Secara global, ekonomi hijau dipahami sebagai pendekatan pembangunan yang tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak mengorbankan lingkungan dan masa depan generasi berikutnya. Konsep ini sejalan dengan gagasan inclusive green growth, yaitu pertumbuhan yang efisien dalam pemanfaatan sumber daya alam, minim polusi, dan tangguh menghadapi perubahan iklim maupun risiko bencana.

“Kita harus melihat ekonomi hijau bukan sebagai beban, tetapi sebagai peluang besar menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja baru, sekaligus menjaga keberlanjutan bangsa,” ungkapnya.

Bagi Indonesia, urgensi ekonomi hijau semakin nyata. Di satu sisi, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, hutan tropis, potensi energi baru terbarukan, dan bonus demografi. Namun di sisi lain, Indonesia juga menghadapi banjir, krisis air, polusi udara, kerusakan hutan, cuaca ekstrem, serta ketergantungan ekonomi pada eksploitasi sumber daya alam mentah.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Unpad, Yhodhisman Soratha, S.IP., M.H., mengatakan Forum Ekonomi Hijau diharapkan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam merumuskan masa depan pembangunan Indonesia.

“Forum Ekonomi Hijau diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka dan produktif antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda. Tantangan keberlanjutan tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja,” kata Yhodhisman.

Peran IKA Unpad dalam Kolaborasi Lintas Sektor

Pada tahap awal, forum ini akan berada dalam ekosistem IKA Unpad. Namun dalam jangka panjang, FEH diharapkan dapat berkembang menjadi platform independen yang membuka ruang diskusi publik lebih luas mengenai kebijakan hijau, inovasi berkelanjutan, dan transformasi ekonomi nasional.

“IKA Unpad ingin mengambil peran strategis sebagai katalisator kolaborasi. Kampus memiliki kekuatan pengetahuan, alumni memiliki jejaring lintas sektor, dan masyarakat membutuhkan ruang diskusi yang sehat mengenai masa depan pembangunan kita,” lanjutnya.

Peluncuran Forum Ekonomi Hijau rencananya akan menghadirkan sejumlah tokoh dan pakar, di antaranya Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Purbaya Yudhi Sadewa, S.T., M.Sc., Ph.D., Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si., Dr. Tasdiyanto Rohadi, Prof. Dr. Ir. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng., serta Masyita Crystalin, Ph.D., dan sejumlah pakar lainnya.

Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau sekaligus Corporate Transformation Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Dr. Ferdian Agustiana, menilai pembicaraan mengenai ekonomi hijau harus mulai bergerak dari tataran konsep menuju langkah nyata yang terukur.

“Selama ini kita sering berbicara tentang keberlanjutan dalam level konsep. Padahal tantangan yang kita hadapi sudah sangat konkret. Karena itu Forum Ekonomi Hijau ingin mendorong lahirnya diskusi yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan menghasilkan rekomendasi nyata,” ujar Ferdian.

Ia menekankan bahwa ekonomi hijau bukan hanya soal lingkungan, melainkan juga menyangkut kualitas hidup masyarakat dan masa depan ekonomi nasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?