Pasangan suami istri yang ditemukan tewas dalam mobil mereka menimbulkan banyak pertanyaan. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban adalah Suharlin (49) dan Dame Lamria br Pakpahan (47). Mereka ditemukan dalam kondisi lemas di dalam mobil mereka. Awalnya, kecurigaan muncul dari keluarga karena keduanya tidak kunjung keluar dari kendaraan. Pasutri ini tinggal di Kecamatan Helvetia dan datang ke rumah keluarganya pada Kamis (4/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka mengungsi lantaran mati lampu.
Setelah sampai di lokasi, ternyata juga terjadi mati lampu. Akibatnya, keduanya memutuskan untuk tidur di dalam mobil. Pada hari berikutnya, keluarga mencoba membangunkan mereka, tetapi tidak ada respons.
Keluarga akhirnya membuka paksa mobil dengan memecahkan kaca samping bagian kiri belakang. Setelah berhasil masuk, mereka menemukan kedua korban dalam kondisi lemas.
Menurut informasi dari Kepala Lingkungan 4, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Jun Hasibuan, sekitar jam 10.30 WIB salah satu korban, yaitu sang istri, sempat memberikan jawaban saat keluarga membangunkan mereka. Namun, setelah itu, keduanya tidak lagi merespons.
Pada pukul 12.30 WIB, keluarga kembali mengecek dan tidak mendengar tanggapan sama sekali. Lantaran takut, mereka akhirnya membobol mobil melalui kaca samping bagian kiri belakang. Setelah masuk, mereka menemukan kedua korban dalam kondisi lemas dengan suhu mobil yang sudah panas.
Kedua korban kemudian dibawa ke RS Madani, namun dinyatakan meninggal dunia. Jenazah mereka kemudian dipulangkan menggunakan dua mobil ambulance.
Dari pihak keluarga, tidak dilakukan otopsi atas insiden ini. Menurut keterangan tim inafis, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Mereka menduga bahwa penyebab kematian pasutri tersebut adalah keracunan gas dalam mobil.
Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menjelaskan beberapa faktor yang bisa menyebabkan keracunan di dalam mobil. Salah satunya adalah gas AC dengan kandungan Clore Flore Carbon (CFC) atau gas sisa pembakaran yang masuk ke dalam kabin.
Selain itu, risiko keracunan juga bisa berasal dari gas karbon monoksida (CO) yang masuk ke dalam kabin kendaraan. Sony menyarankan agar tidak tidur di dalam mobil dalam waktu lama. Jika terpaksa beristirahat di dalam kendaraan, sebaiknya membuka sedikit kaca jendela agar sirkulasi udara tetap terjaga.
“Gas CO masuk ke dalam kabin dan terhirup oleh manusia, ini kerap terjadi pada mobil yang sudah berumur atau adanya keropos, sehingga bodi tidak rapat dan gas buang bisa lebih mudah masuk ke kabin,” ujarnya.
“Jika panas, boleh menyalakan AC tapi buka kaca jendela sedikit supaya udara bersirkulasi, lebih bagus lagi jika ada yang jaga-jaga di luar untuk bergantian setiap 1 jam,” tambahnya.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam situasi seperti ini. Terlebih ketika mati lampu atau situasi darurat lainnya.
Tips Menghindari Keracunan Gas di Dalam Mobil
- Pastikan ventilasi mobil selalu terbuka jika Anda berada di dalam kendaraan dalam waktu lama.
- Hindari menyalakan AC terlalu lama tanpa sirkulasi udara yang cukup.
- Jika harus tidur di dalam mobil, pastikan kaca jendela sedikit terbuka.
- Jangan biarkan mobil dalam keadaan mesin menyala terlalu lama tanpa pengawasan.
- Periksa kondisi mobil secara berkala, terutama sistem ventilasi dan kebocoran pada bodi kendaraan.
Kesimpulan
Insiden pasutri di Medan yang ditemukan tewas dalam mobil menjadi peringatan penting tentang bahaya keracunan gas di dalam kendaraan. Meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan, kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan keselamatan diri sendiri dan orang lain.



