Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 4 Juni 2026
Trending
  • Di Balik Perubahan Bappenas, Upaya Prabowo Revisi Mesin MBG
  • Kasus Anton Kurniawan: Pembunuhan Sopir Taksi dan Kematian di Lapas
  • Opini: Kerugian Negara dan Kebutuhan Reformasi Tata Kelola Keuangan
  • Persib Siap Berlaga di 4 Kompetisi Musim Depan
  • Besok kembali ke tanah air, koper jemaah haji Riau BTH 3 di timbang hari ini
  • Johnny Teddy Wakum, Ketua LBH Merauke Dilaporkan Mama Yasinta Terkait Film Pesta Babi
  • Lampung Umumkan Diskon Pajak Kendaraan, Cicilan Lama Cukup Bayar 1,5 Tahun
  • Peluang Rupiah Semester II-2026 Dipengaruhi Tiga Faktor Ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Di Balik Perubahan Bappenas, Upaya Prabowo Revisi Mesin MBG
Ekonomi

Di Balik Perubahan Bappenas, Upaya Prabowo Revisi Mesin MBG

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Juni 2026Tidak ada komentar9 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional: Langkah Penting untuk Meningkatkan Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Di tengah ambisi Presiden Prabowo Subianto menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi sumber daya manusia terbesar dalam sejarah Indonesia, pemerintah mengambil langkah yang tidak biasa. Setelah berjalan sekitar satu setengah tahun, pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dirombak secara menyeluruh. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026), dan bukan sekadar pergantian pejabat. Di baliknya terdapat evaluasi panjang mengenai tata kelola, disiplin pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), kualitas makanan, hingga efektivitas koordinasi lintas lembaga dalam menjalankan program yang menyasar puluhan juta penerima manfaat.

Perubahan kepemimpinan tersebut menjadi penanda bahwa pemerintah memasuki fase baru pelaksanaan MBG. Jika pada tahap awal fokus utama adalah memperluas cakupan layanan dan membangun jaringan dapur serta distribusi nasional, maka fase berikutnya tampaknya akan lebih menitikberatkan pada kualitas tata kelola, pengawasan, dan ketepatan sasaran. Langkah itu sekaligus menjadi ujian besar bagi pemerintahan Prabowo. Sebab MBG bukan hanya program unggulan, melainkan simbol utama janji politik yang sejak awal diklaim sebagai instrumen membangun generasi emas Indonesia.

Evaluasi 1,5 Tahun yang Berujung Pergantian

Pada malam itu, Selasa (2/6/2026), di Ruang Sidang Kabinet, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tampil bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari. Di hadapan media, Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden telah melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap kinerja BGN sejak lembaga itu berdiri dan menjalankan tugasnya. Menurutnya, BGN memegang posisi strategis karena menjadi ujung tombak pelaksanaan program peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui MBG. Oleh karena itu, lembaga tersebut dituntut memiliki tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran dan akuntabel.

Prasetyo menegaskan bahwa selama sekitar satu setengah tahun terakhir Presiden terus menerima berbagai masukan, baik dari kementerian terkait, pemerintah daerah, masyarakat, hingga penerima manfaat program. Dari proses tersebut lahirlah keputusan untuk melakukan pergantian total pada jajaran pimpinan BGN. Pemerintah memberhentikan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN serta Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya dari posisi wakil kepala. Sebagai gantinya, Presiden menunjuk Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala.

Prasetyo menekankan bahwa keputusan itu tidak dimaksudkan sebagai penghentian arah kebijakan MBG, melainkan bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program. “Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Catatan yang Menjadi Dasar Perombakan

Prasetyo mengungkapkan beberapa catatan yang menjadi perhatian Presiden selama proses evaluasi. Dia menyebut terdapat persoalan terkait kedisiplinan menjalankan SOP, tata kelola organisasi, serta pengawasan kualitas makanan yang menjadi inti program MBG. Hal ini penting karena sepanjang perjalanan MBG, berbagai laporan mengenai kualitas makanan, pengelolaan dapur, dan efektivitas distribusi beberapa kali menjadi sorotan publik.

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola,” ujarnya. Prasetyo juga mengonfirmasi bahwa proses audit internal masih berlangsung. Artinya, pergantian pimpinan tidak hanya merupakan langkah administratif, tetapi juga bagian dari proses pembenahan yang lebih luas di dalam tubuh BGN.

“Tentunya selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini, dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki,” kata Prasetyo.

DPR Menilai Pemerintah Mendengar Aspirasi Publik

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi dan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Dasco, langkah tersebut menunjukkan pemerintah mendengar berbagai masukan dari masyarakat, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), kementerian terkait, hingga DPR. Pernyataan itu disampaikan Dasco usai mendengar pengumuman pergantian pimpinan BGN yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026).

“Tentunya kami mengucapkan apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terhadap pemerintah yang kemudian telah mendengarkan aspirasi dari masyarakat maupun penerima manfaat dan juga hasil koordinasi dengan lintas kementerian dan juga masukan dari DPR,” kata Dasco di Gedung DPR. Menurut dia, keputusan Presiden mengganti Kepala BGN dan dua wakil kepala BGN merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program yang selama ini dijalankan lembaga tersebut.

Dasco berharap pergantian kepemimpinan dapat menjadi momentum pembenahan internal sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa terganggu proses transisi. “Kami harapkan dengan adanya evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, BGN akan berbenah diri dan terus melayani masyarakat, penerima manfaat, dan pergantian ini tentu tidak akan mempengaruhi layanan yang berlangsung selama ini,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya percepatan realisasi program MBG, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). “Harapan kami bahwa tujuan pelayanan terutama 3T dapat segera direalisasikan,” katanya.

Tata Kelola dan Koordinasi Jadi Sorotan

Menanggapi pertanyaan mengenai faktor utama di balik pergantian pimpinan BGN, Dasco merujuk pada penjelasan pemerintah yang sebelumnya disampaikan Mensesneg Prasetyo Hadi. Menurut dia, evaluasi yang dilakukan pemerintah mencakup aspek tata kelola organisasi dan koordinasi lintas kementerian yang dinilai masih perlu diperbaiki. “Kalau mendengar penjelasan dari Menteri Sekretaris Negara, ada hal-hal evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini menyangkut tata kelola dan kemudian kerja sama lintas kementerian yang dirasa kurang, dan beberapa hal yang menjadi catatan-catatan yang menurut pihak pemerintah memang harus dibenahi,” ujarnya. Kendati demikian, Dasco menegaskan pemerintah memiliki informasi dan pertimbangan yang lebih lengkap terkait berbagai catatan evaluasi tersebut.

Dasco juga menilai penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN merupakan keputusan yang tepat. Meski belum lama menjabat sebagai wakil kepala BGN, Nanik dinilai aktif melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program di lapangan. Menurut Dasco, laporan yang diterima DPR, khususnya dari komisi teknis yang membidangi program MBG, menunjukkan Nanik terlibat dalam berbagai upaya pengawasan dan penertiban dapur penyedia makanan yang tidak memenuhi standar. “Bu Nanik ini banyak melakukan kerja-kerja lapangan, melakukan monitoring-monitoring lapangan dan juga banyak sudah menutup dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat di lapangan,” katanya. Karena itu, Dasco berpandangan keputusan Presiden mengangkat Nanik sebagai pimpinan baru BGN sejalan dengan kebutuhan untuk memperbaiki tata kelola dan pengawasan program. “Hemat kami, keputusan Presiden untuk mengangkat, walaupun itu hak prerogatif pemerintah dalam hal ini Presiden, mungkin adalah pilihan yang tepat,” ujarnya.

DPR Akan Awasi Kinerja Pimpinan Baru

Lebih lanjut, Dasco mengatakan DPR melalui Komisi IX akan segera berkoordinasi dengan pimpinan baru BGN untuk mengetahui langkah-langkah yang akan diambil dalam melakukan pembenahan organisasi. “Saya pikir Komisi IX akan segera melakukan koordinasi untuk mengetahui planning dari pimpinan BGN yang baru untuk memperbaiki dan kemudian untuk lebih membuat tata kelola di BGN ini lebih bagus,” katanya. Terkait berbagai laporan insiden dan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan program MBG, Dasco mengungkapkan DPR telah menyampaikan sejumlah masukan secara tertulis kepada pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara. “Masukan-masukan dari Komisi IX itu dibikin secara tertulis mengenai apa-apa yang dirasakan perlu diperbaiki dan ditingkatkan Kepala BGN,” ujarnya. Meski struktur organisasi BGN masih melibatkan sejumlah figur yang sebelumnya berada dalam manajemen lama, Dasco meminta publik memberikan kesempatan kepada pimpinan baru untuk membuktikan kinerjanya. “Saya pikir pemerintah mungkin punya pertimbangan tersendiri. Silakan nanti ke pimpinan yang baru dinilai masyarakat, penerima manfaat, dan tentunya dari DPR juga akan memantau,” katanya.

Fase Baru: Dari Ekspansi Menuju Penguatan Tata Kelola

Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) sekaligus pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menilai penunjukan Nanik S Deyang akan memperkuat posisi politik lembaga tersebut. Namun, dia mengingatkan tantangan utama yang harus segera diselesaikan oleh kepemimpinan baru adalah perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari kualitas makanan hingga koordinasi dengan pemerintah daerah. Trubus mengatakan komposisi baru pimpinan BGN menunjukkan penguatan dukungan politik terhadap program unggulan pemerintah tersebut. Menurutnya, Nanik memiliki kedekatan politik dengan lingkaran Presiden Prabowo Subianto sehingga dinilai memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan pimpinan sebelumnya. “Kalau saya melihat ini berarti secara politis lebih kuat. Karena itu kan Gerindra di belakangnya jadinya,” kata Trubus saat dihubungi Bisnis, Selasa (2/6/2026). Meski begitu, Trubus menilai pengangkatan Nanik tetap menyisakan perdebatan terkait kebutuhan figur teknokrat dalam memimpin lembaga yang mengelola program berskala nasional tersebut. Menurutnya, tantangan yang dihadapi BGN lebih membutuhkan kapasitas manajerial dan teknokratis dibandingkan pendekatan politik. “Kalau harapannya kan teknokrat yang megang itu, bukan politisi. Itu kan politisi,” ujarnya.

Trubus menilai pergantian pimpinan BGN berpotensi diikuti sejumlah perubahan kebijakan, termasuk evaluasi terhadap mekanisme penyaluran program, sasaran penerima manfaat, hingga pengelolaan anggaran. Dia memperkirakan kepemimpinan baru akan melakukan penataan ulang terhadap berbagai aspek yang selama ini menjadi sorotan publik maupun pemerintah. Menurut Trubus, pekerjaan rumah pertama yang harus segera diselesaikan oleh Nanik adalah memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program MBG. Selama ini, kata dia, pelaksanaan program masih terlalu terpusat di BGN, sementara pemerintah daerah belum memiliki peran yang cukup besar dalam pengawasan maupun pelaksanaan di lapangan. “Kolaborasi pusat dan daerah. Selama ini kan pusatnya ada di BGN itu dan daerah adalah kepala-kepala daerah itu untuk ikut bertanggung jawab pelaksanaan MBG itu,” katanya. Dia menilai pelibatan pemerintah daerah secara lebih aktif dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program di masing-masing wilayah.

Kualitas Makanan dan Kasus Keracunan Harus Jadi Prioritas

Selain tata kelola kelembagaan, Trubus menilai persoalan kualitas makanan harus menjadi fokus utama pimpinan baru BGN. Ia menyinggung berbagai kasus yang muncul selama pelaksanaan program MBG, mulai dari dugaan keracunan makanan hingga penolakan makanan oleh penerima manfaat. Menurut dia, berbagai persoalan tersebut terjadi karena pelaksanaan program selama ini lebih berorientasi pada pencapaian jumlah penerima dibandingkan kualitas layanan. “Persoalan-persoalan seperti keracunan, kualitas makanan, dan banyaknya makanan yang ditolak oleh posisi penerima kan itu juga menjadi isu utama untuk diselesaikan oleh yang baru ini,” ujarnya. Trubus menambahkan berbagai laporan mengenai dugaan penyimpangan, kualitas makanan yang tidak sesuai standar, hingga permasalahan di dapur penyedia makanan menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk melakukan perombakan kepemimpinan. “Ketika kemudian di lapangan banyak sekali praktik-praktik penyimpangan, praktik korupsi, kualitas makanan yang tidak sesuai standar, kemudian dapur SPPG juga banyak yang bermasalah, akhirnya yang terjadi mau tidak mau harus ada perombakan besar-besaran,” katanya.

Soroti Masuknya Unsur TNI dan Auditor

Trubus juga menyoroti masuknya Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Menurut dia, penunjukan perwira militer dalam program strategis pemerintah menunjukkan semakin besarnya keterlibatan unsur TNI dalam pelaksanaan program pembangunan. Dia menilai kondisi tersebut berpotensi memperkuat persepsi publik mengenai meningkatnya peran militer dalam program-program sipil pemerintah. “Sekarang banyak tentara yang terlibat di program-program strategis. Jadi isu mengenai peran TNI dalam pelaksanaan program itu akan semakin menguat,” ujarnya. Di sisi lain, Trubus menilai penunjukan Agustina Arumsari yang memiliki latar belakang pengawasan dan audit dapat menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memperkuat pengawasan internal terhadap pelaksanaan program MBG. Menurutnya, keberadaan figur berlatar belakang auditor dapat membantu mengidentifikasi potensi penyimpangan serta memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran program. “Dia kan orang auditing. Jadi pengawasan-pengawasan terhadap program MBG ini akan semakin diperkuat,” katanya. Meski melihat adanya sejumlah upaya pembenahan melalui komposisi pimpinan baru, Trubus menilai keberhasilan BGN pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan manajemen baru dalam memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, dan menjawab berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam pelaksanaan program MBG.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Peluang Rupiah Semester II-2026 Dipengaruhi Tiga Faktor Ini

4 Juni 2026

Apa Itu Cash Cow? Ciri dan Contoh dalam Bisnis

4 Juni 2026

5 Strategi Penghematan Perusahaan Saat Rupiah Melemah

3 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Di Balik Perubahan Bappenas, Upaya Prabowo Revisi Mesin MBG

4 Juni 2026

Kasus Anton Kurniawan: Pembunuhan Sopir Taksi dan Kematian di Lapas

4 Juni 2026

Opini: Kerugian Negara dan Kebutuhan Reformasi Tata Kelola Keuangan

4 Juni 2026

Persib Siap Berlaga di 4 Kompetisi Musim Depan

4 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?