Peran Partai PRIMA dalam Mempertahankan Pancasila
Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, menegaskan pentingnya memenangkan Pancasila melalui revolusi ekonomi kerakyatan yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945. Hal ini disampaikan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-5 PRIMA yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.
Pernyataan Politik PRIMA
Dalam pidato sikap politik di Jakarta, Agus Jabo menyampaikan bahwa revolusi sudah dimulai dari istana. Ia mengajak masyarakat untuk menjebol sistem lama yang gelap gulita dan membangun sistem baru yang terang benderang. “Mari kita sambut dan menangkan!” ujarnya.
Agus Jabo menegaskan bahwa arah pembangunan nasional harus kembali kepada cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Preambule UUD 1945. Gagasan tersebut sejalan dengan ajaran Bung Karno mengenai pentingnya kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam budaya.
Dasar Pembangunan Nasional
PRIMA menilai Pemerintahan Prabowo-Gibran telah meletakkan Pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar arah pembangunan nasional. Pasal ini merupakan landasan konstitusional sistem perekonomian Indonesia. Berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Koperasi Desa Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bagian dari gerakan perubahan yang bertujuan memuliakan kehidupan rakyat Indonesia.
Konsep Ekonomi Pancasila
Agus Jabo menjelaskan bahwa ekonomi Pancasila bukan berarti swasta sepenuhnya menguasai ekonomi dan negara. Sebaliknya, ekonomi Pancasila menempatkan negara, swasta, dan rakyat dalam kerja bersama untuk mengatur perekonomian demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Itulah ekonomi Pancasila, yang menjadi filosofi, landasan, dan bintang arah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Program Ekonomi yang Ditekankan
Dalam sikap politik tersebut, PRIMA juga menekankan tiga program ekonomi sebagai jalan menuju kemakmuran rakyat:
- Industrialisasi nasional: PRIMA mendorong industrialisasi nasional sebagai pondasi kekuatan ekonomi Indonesia. Hilirisasi dan industrialisasi nasional harus diperkuat agar sumber daya alam dapat diolah di dalam negeri dan memberi nilai tambah bagi bangsa.
- Kedaulatan pangan dan energi: Agus Jabo menyebut bangsa yang bergantung pada pangan dan energi asing tidak akan pernah benar-benar merdeka. Oleh karena itu, petani, nelayan, dan pekerja produksi pangan harus menjadi prioritas negara.
- Koperasi: PRIMA menempatkan koperasi sebagai alat perjuangan rakyat untuk memperkuat ekonomi nasional. Koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam memperbaiki nasib masyarakat desa, terutama kelompok menengah ke bawah hingga miskin ekstrem.
Tantangan dalam Revolusi
Agus Jabo mengakui bahwa jalan revolusi tidak mudah. Setiap perubahan besar akan menghadapi tantangan, perlawanan, dan berbagai narasi yang menyerang program pemerintah. Namun, ia meneguhkan bahwa seluruh komponen bangsa harus tetap bersatu dan bekerja keras untuk memenangkan jalan perubahan tersebut.
Seruan untuk Seluruh Rakyat Indonesia
“Kepada seluruh rakyat Indonesia, Partai PRIMA menyerukan tetap menjaga persatuan nasional dan terus menyokong Pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah bekerja dan memulai revolusi untuk memenangkan hak rakyat Indonesia berdasarkan Pasal 33 UUD 1945,” ujar Agus Jabo.
PRIMA menggarisbawahi bahwa momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak cukup hanya dijadikan slogan. Pancasila harus diwujudkan dalam kerja nyata, terutama melalui pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat, memperkuat kedaulatan nasional, dan mewujudkan kesejahteraan sosial.
“Hentikan liberalisme, bangun persatuan nasional, wujudkan kesejahteraan sosial, menangkan Pancasila!” tegas Agus Jabo.
Atas nama Ketua Umum PRIMA, Agus juga menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan perhatian kepada PRIMA. “Kami berharap dukungan tersebut menjadi kekuatan bagi PRIMA untuk terus berjuang sekeras-kerasnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, sekaligus mendukung dan mengawal program-program pemerintahan Prabowo-Gibran,” ungkapnya.
Harlah ke-5 Partai PRIMA turut dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua Umum PRIMA Antun Joko Susmana dan Alif Kamal, lalu Sekretaris Jenderal PRIMA R Gautama Wiranegara, dan Bendahara Umum PRIMA Achmad Herwandi.


