Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 29 Mei 2026
Trending
  • Model atap rumah minimalis yang mempercantik tampilan mewah dan modern
  • Jokowi, Bintang Film Kolosal Indonesia
  • Honda Civic Type R: Hatchback Legendaris dengan Performa Menggila dan Teknologi Canggih
  • Toyota Veloz Hybrid: Solusi Cerdas Hadapi Kenaikan Harga BBM
  • Pemidanaan kebijakan wajib cek ‘mens rea’, bukan hanya kerugian negara
  • Kemendag Siapkan Aturan Ekspor Satu Pintu, Ini Perkembangannya
  • Mantan Ketua BPK: Kerugian Negara Jangan Jadi Alat Kriminalisasi
  • Hasil Singapore Open 2026: Amalia dan Siti Kalah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Jokowi, Bintang Film Kolosal Indonesia
Hiburan

Jokowi, Bintang Film Kolosal Indonesia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Jokowi Siap Bermain dalam Film Kolosal Budaya Dayak

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, mengungkapkan ketertarikannya untuk terlibat dalam film kolosal yang mengangkat tema budaya Dayak. Ia menyatakan kesiapan untuk belajar akting agar dapat tampil maksimal dalam peran utama yang akan diambilnya.

Film tersebut disiapkan oleh Panglima Jilah, pemimpin dari Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR). Ajakan untuk bermain dalam film ini datang saat Panglima Jilah berkunjung ke kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, pada Rabu (20/5/2026).

Film Mengangkat Sejarah dan Budaya Dayak

Panglima Jilah menjelaskan bahwa film ini akan mengangkat kisah sejarah dan budaya Dayak, serta hubungan antara masyarakat Dayak dengan Jawa dan Majapahit. Meski belum banyak informasi tentang proses produksi dan jadwal penggarapan film tersebut, ia menegaskan bahwa film ini akan dibuat dalam format kolosal.

“Ya ngomong dengan saya seperti itu,” ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya. “Saya siap berlatih akting dulu. Pemeran utama siap, pemeran pembantu siap, figuran siap.”

Film ini tidak hanya akan memperkenalkan cerita-cerita Dayak di masa lampau, tetapi juga akan menampilkan bagaimana kolaborasi antara Dayak dan Jawa serta Majapahit.

Undangan untuk Hadiri Acara Adat Bulan Agustus

Selain membahas proyek film, Panglima Jilah juga mengundang Jokowi untuk hadir dalam acara adat budaya Dayak yang akan digelar pada bulan Agustus mendatang. Kedatangan Panglima Jilah ke Solo juga bertujuan untuk bersilaturahmi dan membahas isu-isu terkait kebangsaan serta pelestarian budaya Nusantara.

“Kami silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kami mengundang beliau untuk datang di acara adat Dayak bulan delapan,” ujar Panglima Jilah usai pertemuan.

Menurutnya, masyarakat Kalimantan Barat masih memiliki antusiasme besar terhadap Jokowi. Oleh karena itu, ia optimistis kehadiran Jokowi dalam acara adat tersebut akan mendapat sambutan hangat.

Biografi Singkat Presiden Joko Widodo

Joko Widodo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961 dari pasangan Notomiharjo dan Sujudmiati. Ia dikenal sebagai presiden pertama yang berasal dari luar kalangan militer dan elit politik lama, menjadikannya simbol perubahan dalam sejarah demokrasi Indonesia.

Dengan gaya kepemimpinan yang sederhana, merakyat, dan berorientasi pada kerja nyata, Jokowi berhasil menarik simpati luas dari rakyat. Pemerintahannya menandai era percepatan pembangunan nasional, penguatan ekonomi digital, dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.

Melalui visi “Indonesia Maju”, Jokowi menekankan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri, termasuk wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Papua Pegunungan. Program strategis seperti Tol Laut, Trans Papua, dan pembangunan Bandara Wamena menjadi simbol komitmennya terhadap keterhubungan dan keadilan sosial.

Perjalanan Karier dan Kiprah Politik

Jokowi memulai karier politiknya dari bawah dengan gaya kepemimpinan yang dikenal sederhana dan dekat dengan rakyat. Sebagai Wali Kota Surakarta, ia berhasil mengubah citra kota menjadi destinasi wisata budaya dan kota perdagangan yang tertib. Ia menata pedagang kaki lima, memperbaiki pasar tradisional, serta membangun ruang publik seperti taman kota dan jalur pedestrian.

Saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi memperkenalkan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang menjadi cikal bakal kebijakan nasionalnya di bidang kesejahteraan. Ia juga menggagas proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan menata sistem birokrasi pemerintahan agar lebih efisien dan transparan.

Gaya Kepemimpinan dan Kebijakan Penting

Sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo dikenal dengan gaya kepemimpinan yang sederhana, merakyat, dan berbasis kerja nyata. Ia sering turun langsung ke lapangan dalam kegiatan yang dikenal sebagai “blusukan”, untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pendekatan ini membuatnya populer di berbagai kalangan dan dianggap berhasil membangun komunikasi langsung antara pemerintah pusat dan rakyat. Jokowi juga menekankan prinsip transparansi, efisiensi birokrasi, dan percepatan layanan publik, yang menjadi dasar reformasi administrasi selama masa kepemimpinannya.

Di bidang pembangunan infrastruktur, Jokowi menjadikannya prioritas utama sejak awal masa jabatannya. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR, 2023), selama dua periode pemerintahannya, telah dibangun lebih dari 2.000 km jalan tol, 18.000 km jalan nasional, serta 16 bandara baru.

Akhir Masa Jabatan dan Pengaruh Politik

Menjelang akhir masa jabatannya, Jokowi menghadapi tantangan berat seperti pandemi COVID-19, fluktuasi ekonomi global, dan isu lingkungan hidup. Namun, kebijakan cepatnya dalam penanganan pandemi termasuk program vaksinasi massal dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) mendapat pengakuan internasional.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS, 2023), pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali stabil di atas 5%, dan tingkat kemiskinan menurun ke level terendah dalam satu dekade.

Meskipun beberapa kebijakan, seperti pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, menuai pro dan kontra, proyek tersebut tetap menjadi warisan besar dari visi jangka panjang Jokowi.

Setelah dua periode menjabat, Jokowi meninggalkan jejak kuat sebagai pemimpin transformasional, yang berhasil membawa Indonesia menuju arah pembangunan yang lebih modern, berdaya saing, dan berkeadilan.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Takbiran Idul Adha 2026: Bacaan dan Arti Takbir Pendek & Panjang Selama 5 Hari

28 Mei 2026

Jadwal Spesial Idul Adha 27 Mei 2026: Film hingga Salat Id di RCTI, Trans7, SCTV, dan Indosiar

28 Mei 2026

Gempa Mengguncang Kota Bitung Sulut Pukul Siang Ini

28 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Model atap rumah minimalis yang mempercantik tampilan mewah dan modern

29 Mei 2026

Jokowi, Bintang Film Kolosal Indonesia

29 Mei 2026

Honda Civic Type R: Hatchback Legendaris dengan Performa Menggila dan Teknologi Canggih

29 Mei 2026

Toyota Veloz Hybrid: Solusi Cerdas Hadapi Kenaikan Harga BBM

29 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?