Perubahan Masa Depan Pendidikan di Universitas Prasetiya Mulya
Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) resmi memperkenalkan “Prasmul New Look” melalui acara bertajuk “Re-inventing Collaborative Learning in New Look” yang diselenggarakan di Kampus BSD. Acara ini berlangsung meriah dengan penampilan Tari Manuk Dadali dari Sasikirana Dance, yang merepresentasikan semangat kolaborasi, keberagaman budaya Indonesia, dan optimisme terhadap masa depan pendidikan yang lebih progresif.
Chairman of the Board of Executives Universitas Prasetiya Mulya, Djisman Simandjuntak, menyampaikan bahwa melalui “Prasmul New Look”, universitas ingin menciptakan lingkungan belajar yang mendorong kreativitas, eksplorasi, inovasi, dan konektivitas global. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menyiapkan talenta yang adaptif, berintegritas, dan mampu bersaing secara global.
Menurut Djisman, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Perguruan tinggi juga perlu membentuk individu yang kreatif, kolaboratif, dan mampu menghadirkan perubahan. Ia menekankan bahwa perubahan dunia bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya, sehingga perguruan tinggi harus terus berevolusi agar tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga manusia yang mampu memberi makna bagi masa depan bangsanya.
Pandangan serupa disampaikan oleh Chairman of the Board of Trustees Universitas Prasetiya Mulya, Franky Oesman Widjaya. Menurutnya, transformasi yang dilakukan Prasmul tidak hanya terbatas pada tampilan fisik kampus, tetapi juga pengalaman belajar mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa perubahan ini menjadi bagian dari visi besar Prasmul dalam membangun pendidikan masa depan yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.
“Pendidikan masa depan bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana institusi mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna lewat kolaborasi, kreativitas, dan konektivitas global,” ujar Franky. Ia menambahkan bahwa Prasmul ingin menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki perspektif global, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Semangat perubahan tersebut diperlihatkan melalui pemutaran video Facade Transformation Before & After yang menampilkan wajah baru Kampus Universitas Prasetiya Mulya. Perubahan ini menjadi simbol hadirnya lingkungan belajar yang lebih modern, dinamis, dan future-ready. Namun, pembaruan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek fisik kampus. Prasmul juga ingin menghadirkan kampus sebagai ruang kolaboratif tempat ide, dialog, dan inovasi dapat berkembang lintas disiplin.
Executive Vice Chairman of the Board of Executives Universitas Prasetiya Mulya, Edwind A. Satyabrata, menjelaskan bahwa konsep New Facade merepresentasikan filosofi pembelajaran masa depan yang lebih terbuka dan berbasis inovasi. Menurutnya, kampus perlu menjadi ruang yang mendorong kreativitas dan eksplorasi ide. “New Facade Concept bukan sekadar desain arsitektur baru, tetapi simbol keterbukaan dan keberanian untuk berubah,” jelas Edwind.
Ia menambahkan bahwa Prasmul ingin menghadirkan ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa bertumbuh, bereksplorasi, dan siap menghadapi tantangan global sekaligus berkontribusi bagi Indonesia.
Sebagai simbol peluncuran resmi Prasmul New Look, dilakukan prosesi pemotongan pita oleh jajaran Komite Dewan Pembina yang terdiri dari Franky Oesman Widjaya, Edwin Soeryadjaya, Jusuf Wanandi, Djisman Simandjuntak, Edwind A. Satyabrata, dan Gandi Sulistiyanto Soeherman. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru Universitas Prasetiya Mulya sebagai institusi pendidikan tinggi yang lebih inovatif dan terhubung secara global.
Selain menghadirkan wajah baru kampus, Universitas Prasetiya Mulya juga memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia, Peking University, dan sejumlah universitas luar negeri lainnya. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan akademik, joint research, student exchange, hingga penguatan inovasi pendidikan berbasis teknologi dan AI.
Rangkaian acara juga diisi seminar bertajuk “Rapid Strategic Adaptation Under the Explosive Growth of AI”. Seminar ini menghadirkan Prof. Stella Christie, Dr. Muhamad Yopan, dan Dr. Agung Alfiansyah sebagai pembicara. Dalam diskusi tersebut, para pembicara menyoroti pentingnya kemampuan institusi pendidikan dan industri untuk bergerak lebih agile dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Sebagai bagian dari penguatan experiential learning ecosystem, Prasmul juga memperluas kerja sama strategis dengan berbagai perusahaan nasional dan global. Beberapa di antaranya adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPM), BCA Digital, PT Astra International Tbk., The Estée Lauder Companies Beauty Indonesia, Orang Tua Group (OT), BDO Indonesia, serta berbagai perusahaan lintas sektor lainnya.
Melalui Prasmul New Look, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan komitmennya untuk menghubungkan pendidikan, industri, teknologi, dan kolaborasi global dalam menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia.


