Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 29 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Kenaikan BI Rate Membuat Emiten Lebih Selektif Ekspansi dan Tambah Utang
Ekonomi

Kenaikan BI Rate Membuat Emiten Lebih Selektif Ekspansi dan Tambah Utang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Tetap Aktif Cari Pinjaman, Meski Lebih Selektif

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan tetap aktif dalam mencari pinjaman perbankan untuk berbagai kebutuhan seperti ekspansi bisnis, refinancing utang, hingga modal kerja. Meskipun demikian, aktivitas tersebut akan dilakukan dengan lebih selektif mengingat kebijakan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate yang menuju level 5,25%.

Andrey Wijaya, Head of Research RHB Sekuritas, memperkirakan bahwa meskipun biaya dana meningkat, aktivitas pembiayaan korporasi masih akan berjalan. Hal ini didorong oleh permintaan domestik yang relatif resilien serta kebutuhan perusahaan untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, volatilitas pasar modal membuat alternatif pendanaan murah semakin terbatas. Oleh karena itu, kredit perbankan masih menjadi pilihan utama bagi banyak perusahaan. Beberapa sektor bahkan diperkirakan masih agresif melakukan ekspansi, terutama sektor perbankan, energi, infrastruktur, dan komoditas yang dinilai memiliki prospek positif dalam jangka menengah.

Namun, Andrey menyebut bahwa emiten akan mulai lebih selektif dalam menambah utang baru. Fokus para emiten ke depan bergeser menuju upaya menjaga kualitas neraca keuangan dan stabilitas arus kas.

Strategi yang kemungkinan ditempuh antara lain:
* Memperbesar porsi pendanaan internal.
* Melakukan efisiensi operasional.
* Refinancing dengan tenor lebih panjang.
* Diversifikasi sumber pendanaan melalui penerbitan obligasi maupun rights issue jika kondisi pasar mendukung.

Selain itu, perusahaan juga diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi dan cenderung menunda proyek-proyek yang dianggap belum prioritas.

BI Rate dinilai berpotensi meningkatkan beban bunga sekaligus menekan profitabilitas perusahaan, khususnya emiten dengan tingkat leverage tinggi, arus kas yang belum stabil, serta kebutuhan pendanaan yang besar. Sejumlah sektor dinilai paling sensitif terhadap kenaikan suku bunga, di antaranya properti, konstruksi, consumer discretionary, hingga emiten yang masih berada dalam fase ekspansi agresif.

Sebaliknya, perusahaan dengan neraca keuangan kuat, likuiditas besar, dan dominasi pinjaman berbunga tetap (fixed rate) diperkirakan lebih mampu bertahan di tengah era suku bunga tinggi.

Salvian Fernando, Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), menilai kenaikan BI Rate berpotensi memperbesar tekanan operasional perusahaan karena cost of funds ikut meningkat. Dalam kondisi tersebut, dia menilai emiten belum akan langsung mengurangi pinjaman bank secara drastis karena kebutuhan pembiayaan untuk menjaga aktivitas bisnis dan investasi masih tetap berjalan.

Emiten cenderung mengubah strategi ekspansi perusahaan dengan lebih selektif dalam mengambil pinjaman baru dan hanya fokus pada proyek yang memiliki tingkat pengembalian tinggi serta visibilitas arus kas yang kuat.

Rully Wisnubroto, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menjelaskan dampak kenaikan BI Rate tidak dirasakan secara merata di seluruh sektor. Ia menilai sektor properti, otomotif, teknologi, multifinance, hingga emiten consumer berbasis bahan baku impor menjadi kelompok yang paling sensitif terhadap kenaikan bunga.

Di sektor-sektor tersebut, kenaikan bunga tidak hanya menekan sisi pembiayaan, tetapi juga bisa memperlambat permintaan akhir. Laba terjepit dari dua arah sekaligus, yakni bunga naik dan penjualan melambat.

Meski tekanan meningkat, pertumbuhan kredit perbankan sejauh ini masih menunjukkan ketahanan. Rully menyebut kredit perbankan pada April 2026 masih tumbuh sekitar 9,98% secara tahunan (year-on-year/yoy), menandakan dunia usaha masih membutuhkan pembiayaan dari sektor perbankan.

Fokus emiten ke depan bukan semata mengurangi utang, melainkan melakukan efisiensi struktur pendanaan agar tetap sehat di tengah suku bunga tinggi. Perusahaan yang prudent kemungkinan akan memperpanjang tenor, mengunci bunga tetap bila memungkinkan, menurunkan porsi utang valas yang tidak terlindung nilai, dan menunda capex yang tidak mendesak agar arus kas tetap sehat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?