Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 28 Mei 2026
Trending
  • 7 model karpet ruang tamu mewah ala hotel
  • Takbiran Idul Adha 2026: Bacaan dan Arti Takbir Pendek & Panjang Selama 5 Hari
  • Jadwal MotoGP Italia 2026 Live Trans7: Bagnaia Panaskan Atmosfer Balapan Ducati di Kandang
  • Honda PCX 160 2026 Hadir dengan Warna Baru, Desain dan Fitur Lengkap Dijelaskan
  • Orang Pintar Sering Memiliki 9 Kebiasaan Ini, Ini Penjelasannya Menurut Psikologi
  • Kronologi Pemukulan Selebgram Brunei di Blok M hingga Tewas
  • Siswi Makassar Viral Gagal Jadi Paskibraka, Kesbangpol Sulsel Negasi Tuduhan Diskriminasi
  • Kanada Siap Buat Sejarah di Piala Dunia 2026, Jesse Marsch Siapkan Les Rouges Tampil Maksimal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Kenaikan BI Rate Membuat Emiten Lebih Selektif Ekspansi dan Tambah Utang
Ekonomi

Kenaikan BI Rate Membuat Emiten Lebih Selektif Ekspansi dan Tambah Utang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Tetap Aktif Cari Pinjaman, Meski Lebih Selektif

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan tetap aktif dalam mencari pinjaman perbankan untuk berbagai kebutuhan seperti ekspansi bisnis, refinancing utang, hingga modal kerja. Meskipun demikian, aktivitas tersebut akan dilakukan dengan lebih selektif mengingat kebijakan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate yang menuju level 5,25%.

Andrey Wijaya, Head of Research RHB Sekuritas, memperkirakan bahwa meskipun biaya dana meningkat, aktivitas pembiayaan korporasi masih akan berjalan. Hal ini didorong oleh permintaan domestik yang relatif resilien serta kebutuhan perusahaan untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, volatilitas pasar modal membuat alternatif pendanaan murah semakin terbatas. Oleh karena itu, kredit perbankan masih menjadi pilihan utama bagi banyak perusahaan. Beberapa sektor bahkan diperkirakan masih agresif melakukan ekspansi, terutama sektor perbankan, energi, infrastruktur, dan komoditas yang dinilai memiliki prospek positif dalam jangka menengah.

Namun, Andrey menyebut bahwa emiten akan mulai lebih selektif dalam menambah utang baru. Fokus para emiten ke depan bergeser menuju upaya menjaga kualitas neraca keuangan dan stabilitas arus kas.

Strategi yang kemungkinan ditempuh antara lain:
* Memperbesar porsi pendanaan internal.
* Melakukan efisiensi operasional.
* Refinancing dengan tenor lebih panjang.
* Diversifikasi sumber pendanaan melalui penerbitan obligasi maupun rights issue jika kondisi pasar mendukung.

Selain itu, perusahaan juga diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi dan cenderung menunda proyek-proyek yang dianggap belum prioritas.

BI Rate dinilai berpotensi meningkatkan beban bunga sekaligus menekan profitabilitas perusahaan, khususnya emiten dengan tingkat leverage tinggi, arus kas yang belum stabil, serta kebutuhan pendanaan yang besar. Sejumlah sektor dinilai paling sensitif terhadap kenaikan suku bunga, di antaranya properti, konstruksi, consumer discretionary, hingga emiten yang masih berada dalam fase ekspansi agresif.

Sebaliknya, perusahaan dengan neraca keuangan kuat, likuiditas besar, dan dominasi pinjaman berbunga tetap (fixed rate) diperkirakan lebih mampu bertahan di tengah era suku bunga tinggi.

Salvian Fernando, Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), menilai kenaikan BI Rate berpotensi memperbesar tekanan operasional perusahaan karena cost of funds ikut meningkat. Dalam kondisi tersebut, dia menilai emiten belum akan langsung mengurangi pinjaman bank secara drastis karena kebutuhan pembiayaan untuk menjaga aktivitas bisnis dan investasi masih tetap berjalan.

Emiten cenderung mengubah strategi ekspansi perusahaan dengan lebih selektif dalam mengambil pinjaman baru dan hanya fokus pada proyek yang memiliki tingkat pengembalian tinggi serta visibilitas arus kas yang kuat.

Rully Wisnubroto, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menjelaskan dampak kenaikan BI Rate tidak dirasakan secara merata di seluruh sektor. Ia menilai sektor properti, otomotif, teknologi, multifinance, hingga emiten consumer berbasis bahan baku impor menjadi kelompok yang paling sensitif terhadap kenaikan bunga.

Di sektor-sektor tersebut, kenaikan bunga tidak hanya menekan sisi pembiayaan, tetapi juga bisa memperlambat permintaan akhir. Laba terjepit dari dua arah sekaligus, yakni bunga naik dan penjualan melambat.

Meski tekanan meningkat, pertumbuhan kredit perbankan sejauh ini masih menunjukkan ketahanan. Rully menyebut kredit perbankan pada April 2026 masih tumbuh sekitar 9,98% secara tahunan (year-on-year/yoy), menandakan dunia usaha masih membutuhkan pembiayaan dari sektor perbankan.

Fokus emiten ke depan bukan semata mengurangi utang, melainkan melakukan efisiensi struktur pendanaan agar tetap sehat di tengah suku bunga tinggi. Perusahaan yang prudent kemungkinan akan memperpanjang tenor, mengunci bunga tetap bila memungkinkan, menurunkan porsi utang valas yang tidak terlindung nilai, dan menunda capex yang tidak mendesak agar arus kas tetap sehat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Orang Pintar Sering Memiliki 9 Kebiasaan Ini, Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

28 Mei 2026

PGAS tingkatkan pasokan gas dan LNG, lihat rekomendasi sahamnya

28 Mei 2026

Biaya kuliah di Rusia lebih murah daripada Jakarta?

28 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 model karpet ruang tamu mewah ala hotel

28 Mei 2026

Takbiran Idul Adha 2026: Bacaan dan Arti Takbir Pendek & Panjang Selama 5 Hari

28 Mei 2026

Jadwal MotoGP Italia 2026 Live Trans7: Bagnaia Panaskan Atmosfer Balapan Ducati di Kandang

28 Mei 2026

Honda PCX 160 2026 Hadir dengan Warna Baru, Desain dan Fitur Lengkap Dijelaskan

28 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?