Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 28 Mei 2026
Trending
  • 7 model karpet ruang tamu mewah ala hotel
  • Takbiran Idul Adha 2026: Bacaan dan Arti Takbir Pendek & Panjang Selama 5 Hari
  • Jadwal MotoGP Italia 2026 Live Trans7: Bagnaia Panaskan Atmosfer Balapan Ducati di Kandang
  • Honda PCX 160 2026 Hadir dengan Warna Baru, Desain dan Fitur Lengkap Dijelaskan
  • Orang Pintar Sering Memiliki 9 Kebiasaan Ini, Ini Penjelasannya Menurut Psikologi
  • Kronologi Pemukulan Selebgram Brunei di Blok M hingga Tewas
  • Siswi Makassar Viral Gagal Jadi Paskibraka, Kesbangpol Sulsel Negasi Tuduhan Diskriminasi
  • Kanada Siap Buat Sejarah di Piala Dunia 2026, Jesse Marsch Siapkan Les Rouges Tampil Maksimal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kronologi Pemukulan Selebgram Brunei di Blok M hingga Tewas
Hukum

Kronologi Pemukulan Selebgram Brunei di Blok M hingga Tewas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penetapan Tersangka atas Kasus Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian

Polda Metro Jaya telah menetapkan seorang selebgram asal Brunei Darussalam, Woodyrman alias Mohamad Irman Ali (33), sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian seorang warga negara Brunei berinisial MHF (30). Insiden ini terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Rabu, 6 Mei 2026. Peristiwa tersebut kini sedang ditangani oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Latar Belakang dan Peristiwa Penganiayaan

Woodyrman dikenal sebagai influencer sekaligus trader profesional. Ia memiliki banyak pengikut di media sosial, terutama Instagram. Dalam beberapa bulan terakhir, ia aktif membagikan konten edukasi seputar investasi dan trading forex. Salah satu aktivitasnya yang paling dikenal adalah memberikan hadiah kepada para pengikutnya melalui giveaway.

Pada pertengahan April 2026, korban MHF bersama tujuh orang rekannya datang dari Brunei Darussalam ke Jakarta dengan tujuan utama untuk menonton konser musik. Rombongan ini menginap selama lebih dari satu pekan di sebuah hotel di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selama masa inilah, korban dan pelaku diketahui saling berinteraksi.

Pada hari kejadian, Rabu, 6 Mei 2026, MHF dan beberapa rekannya sedang duduk-duduk di depan minimarket yang lokasinya tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap. Beberapa saat kemudian, Woodyrman tiba di lokasi sambil membawa paper bag yang diduga berisi botol kaca. Pelaku dan korban, yang diduga sudah saling kenal, terlibat pembicaraan. Percakapan tersebut memanas hingga berubah menjadi adu mulut.

Peristiwa tersebut berpindah ke seberang jalan, tepat di sisi hotel tempat korban menginap. Ketika perselisihan makin meruncing, kontak fisik mulai terjadi meski sempat coba dilerai oleh rekan-rekan korban. Woodyrman kemudian mengayunkan paper bag berisi botol kaca tersebut ke arah kepala korban sebanyak satu kali. Korban yang mengenakan kaus putih langsung terjatuh dari atas trotoar ke pinggir jalan.

Proses Medis dan Kematian Korban

Teman-temannya kemudian membawa korban kembali ke hotel sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Woodyrman sendiri langsung melarikan diri dari lokasi. Korban mengalami luka berat di kepala dan menjalani perawatan intensif di RSPP dari 6 Mei hingga 16 Mei 2026. Berdasarkan hasil rekam medis, korban mengalami benturan berat pada kepala bagian belakang, memar di mata kiri, serta cedera di tulang selangka kiri.

Setelah bertahan selama 10 hari dalam kondisi kritis, MHF akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter pada tanggal 16 Mei 2026.

Pelaporan Resmi dan Penangkapan Pelaku

Setelah korban dinyatakan meninggal dunia, rekan korban yang mendapatkan surat kuasa resmi dari pihak keluarga di Brunei Darussalam membuat laporan polisi di Polsek Metro Kebayoran Baru. Keterlambatan laporan ini sempat membuat penyidik kesulitan mengamankan barang bukti fisik berupa botol kaca di TKP. Namun, polisi berhasil mengamankan rekaman CCTV yang merekam jelas seluruh peristiwa pemukulan tersebut.

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil melacak keberadaan pelaku. Woodyrman resmi ditangkap di sebuah kediaman di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tanpa adanya perlawanan pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 03.00 WIB. Saat ini, MIA telah dibawa ke rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Status Hukum dan Hubungan dengan Artis Indonesia

Kasus ini resmi ditarik ke Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mengingat pelaku dan korban sama-sama berstatus Warga Negara Asing (WNA), pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan serta Interpol untuk memproses hukum selebgram trading tersebut. Atas tindakan tersebut, kini pria berusia 33 tahun ini dijerat dengan Pasal 466 ayat (3) dan/atau Pasal 468 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman penjara yang serius.

Woodyrman memiliki nama asli Mohamad Irman Ali yang lahir pada tanggal 23 Januari 1993. Ia bukan warga negara Indonesia, melainkan warga negara Brunei Darussalam. Di dunia digital, ia dikenal luas sebagai influencer atau selebgram yang sering membagikan tips, edukasi, serta konten seputar dunia investasi, khususnya trading forex.

Selama kiprahnya di Indonesia, Woodyrman semakin dikenal luas karena afiliasinya dengan organisasi atau manajemen konten kreator papan atas. Ia diketahui terlibat aktif sebagai salah satu tim pendukung (supporting program) untuk Byon Combat, sebuah platform pertunjukan olahraga populer yang dikelola oleh konten kreator ternama, Celloszxz. Melalui jaringan inilah, sosoknya kerap berinteraksi dengan berbagai figur publik dan kreator konten lokal, salah satunya Deddy Corbuzier hingga Sintya Marisca.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 tanda cara penipuan pocong di rumah, digunakan pencuri

28 Mei 2026

Dua Sisi HAM dalam Perdebatan Tembak Begal: Nyawa Pelaku vs Hak Aman Korban

28 Mei 2026

Pengungkapan Gudang Solar Subsidi di Solok, Diduga Berasal dari Tambang Ilegal

28 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 model karpet ruang tamu mewah ala hotel

28 Mei 2026

Takbiran Idul Adha 2026: Bacaan dan Arti Takbir Pendek & Panjang Selama 5 Hari

28 Mei 2026

Jadwal MotoGP Italia 2026 Live Trans7: Bagnaia Panaskan Atmosfer Balapan Ducati di Kandang

28 Mei 2026

Honda PCX 160 2026 Hadir dengan Warna Baru, Desain dan Fitur Lengkap Dijelaskan

28 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?