Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 23 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Rupiah melemah, asing lari, Mirae Asset: rebound IHSG masih lemah
Nasional

Rupiah melemah, asing lari, Mirae Asset: rebound IHSG masih lemah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kondisi Pasar Keuangan Indonesia yang Masih Rentan

Pasar keuangan domestik masih menghadapi tekanan yang cukup berat. Di tengah pelemahan rupiah, arus keluar dana asing, dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, kondisi pasar Indonesia dinilai masih dalam fase rentan. Hal ini menunjukkan bahwa situasi tidak sepenuhnya stabil dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari para pemangku kepentingan.

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Kinerja IHSG selama pekan lalu mencerminkan tekanan yang terjadi. Dalam periode perdagangan 18 hingga 22 Mei 2026, IHSG mengalami penurunan sebesar 8,35 persen dan ditutup di level 6.162,04. Selain itu, kapitalisasi pasar saham Indonesia juga terpangkas sebesar 10,07 persen menjadi Rp10.635 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa nilai pasar saham Indonesia mengalami penurunan signifikan hanya dalam waktu seminggu.

Faktor Pemicu Tekanan Pasar

Tekanan terbesar datang dari sentimen eksternal dan teknikal pasar. Salah satu pemicu utama adalah rebalancing indeks MSCI yang mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026. Dalam penyesuaian tersebut, enam saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. Hal ini diperkirakan akan memicu arus keluar modal hingga USD 1,7 miliar.

Selain itu, risiko lain yang dibaca pasar adalah kemungkinan penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market jika persoalan struktural pasar tidak segera dibenahi. Perubahan ini dapat memengaruhi minat investor global terhadap aset domestik.

Penguatan Sementara di Akhir Pekan

Meskipun pada perdagangan Senin (25/5), IHSG sempat bangkit dengan kenaikan sebesar 0,72 persen ke level 6.206,35, penguatan tersebut belum cukup untuk mengubah sentimen utama. Investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp2,2 triliun menjelang implementasi rebalancing MSCI.

Di saat yang sama, tekanan terhadap rupiah belum mereda. Mata uang Garuda kembali melemah ke level Rp17.744 per dolar AS. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih sangat kuat.

Pandangan dari Ahli Pasar

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menyatakan bahwa penguatan pasar saat ini belum bisa dibaca sebagai pemulihan yang solid. Menurutnya, rebound yang terjadi masih bersifat teknikal. “Selama volatilitas Rupiah masih tinggi dan foreign outflow belum mereda, investor global cenderung tetap defensif terhadap aset domestik,” kata Rully.

Menurut Rully, perhatian investor kini mulai bergeser. Jika sebelumnya fokus pasar banyak tertuju pada inflasi dan arah suku bunga, kini kekhawatiran mulai mengarah pada daya tahan pertumbuhan ekonomi. Salah satu indikator yang diamati adalah flattening yield curve atau pendataran kurva imbal hasil obligasi. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal bahwa pasar mulai mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ke depan.

Tekanan dari Sisi Fundamental Eksternal

Tekanan terhadap pasar domestik juga datang dari sisi fundamental eksternal Indonesia. Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa menyoroti pelebaran defisit Neraca Pembayaran Indonesia. Pada kuartal I 2026, defisit NPI tercatat mencapai USD 9,1 miliar. Sementara defisit transaksi berjalan melebar menjadi 1,1 persen terhadap produk domestik bruto, terdalam sejak kuartal III 2020.

Menurut Jessica, pelemahan rupiah tidak semata-mata dipicu faktor global. Ketidakseimbangan eksternal domestik juga mulai memberi tekanan tambahan. Situasi itu diperburuk oleh melemahnya permintaan ekspor dari sejumlah mitra dagang utama Indonesia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Sebagai langkah respons, pemerintah bersama Bank Indonesia menyiapkan implementasi kebijakan DHE SDA mulai 1 Juni 2026. Aturan ini mewajibkan eksportir menempatkan devisa hasil ekspor di dalam negeri selama 12 bulan. Selain itu, sebanyak 50 persen dari hasil ekspor juga diwajibkan dikonversi ke rupiah melalui bank domestik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan terhadap mata uang nasional.

Prediksi tentang Suku Bunga Acuan

Di tengah tekanan tersebut, Mirae Asset memperkirakan Bank Indonesia masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25 persen hingga akhir 2026. Fokus utamanya adalah menjaga stabilitas rupiah sekaligus mempertahankan daya tarik yield domestik bagi investor.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 Agustus 2026

Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

31 Agustus 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?