Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 1 Juni 2026
Trending
  • 5 model sofa mewah minimalis yang nyaman untuk ruang tamu
  • Daftar artis naik haji 2026: Raffi Ahmad cium Hajar Aswad, ulang tahun Anang-Ashanty hingga Aiman
  • Mengapa Honda Supra Disebut “Supra Bapak”? Ini Alasannya, Masih Eksis di Jawa Tengah
  • ASUS ExpertBook Ultra dan Tantangan Keamanan Firmware di Era AI
  • Permainan papan jadi alat edukasi perubahan iklim, anak-anak jadi fokus
  • ART Erin Diam Usai Bersaksi di Polres Jaksel, Pengacara Sebut Kliennya Takut
  • Bripda Muhammad Kadafi, Polisi Berjiwa Sosial Tinggi Bantu Biaya Rumah Sakit dan Pemakaman Bayi
  • 5 Bintang Igor Tolic Akan Dipecat Musim Depan: Peluang Dipinjam Persib Bandung, Label Grade A Eropa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Menuju Kota Global Top 50, Sinema Jadi Unggulan Jakarta
Nasional

Menuju Kota Global Top 50, Sinema Jadi Unggulan Jakarta

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Mei 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Visi Jakarta Kota Sinema untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat fondasi pembangunan untuk mendorong transformasi ibu kota menjadi kota global yang kompetitif. Salah satu target besar yang dicanangkan adalah membawa Jakarta masuk jajaran Top 50 Global City pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, penguatan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus utama, termasuk melalui pengembangan industri perfilman. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno terus memperkuat langkah strategis dengan mengoptimalkan potensi industri sinema lewat visi besar “Jakarta Kota Sinema”. Visi ini diharapkan mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus momentum penting menyambut usia ke-500 Kota Jakarta pada 2027.

Industri Perfilman sebagai Motor Ekonomi Kreatif Jakarta

Langkah Pemprov DKI Jakarta dalam menata arah kebijakan perfilman berangkat dari karakter ibu kota yang tidak memiliki basis pertanian luas maupun kawasan manufaktur berskala besar. Karena itu, sektor ekonomi kreatif dinilai menjadi salah satu kekuatan paling relevan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta ke depan. Salah satu sektor yang kini terus diperkuat adalah industri perfilman. Selain memiliki potensi ekonomi besar, industri ini juga mampu menggerakkan rantai usaha yang luas dan membuka banyak lapangan kerja, terutama bagi generasi muda serta lulusan SMK yang memiliki keterampilan di bidang kreatif dan digital.

Jakarta dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai kota sinema. Infrastruktur perkotaan yang lengkap, ruang publik yang terus ditata, hingga kawasan bersejarah yang ikonik menjadi daya tarik tersendiri bagi industri perfilman. Salah satu contohnya terlihat di kawasan Kota Tua Jakarta yang kini berkembang menjadi lokasi favorit untuk syuting film, serial, hingga produksi konten komersial. Kawasan ini tidak lagi sekadar destinasi wisata sejarah, tetapi juga tumbuh sebagai ruang kreatif yang dimanfaatkan banyak rumah produksi dan pelaku industri kreatif.

Sejumlah film layar lebar diketahui pernah mengambil gambar di kawasan tersebut, di antaranya Mencuri Raden Saleh, serta berbagai serial dan produksi digital lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Regulasi dan Insentif untuk Memperkuat Ekosistem Perfilman

Rano menegaskan penguatan sektor ekonomi kreatif, termasuk industri perfilman, menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mulai mendorong pengembangan industri kreatif melalui penguatan peran Jakarta Film Commission. Untuk membangun ekosistem sinema yang lebih tangguh dan kompetitif, Pemprov DKI Jakarta menilai dibutuhkan stimulus nyata bagi pelaku industri, rumah produksi, hingga investor. Langkah awal yang dilakukan yakni menggelar serangkaian focus group discussion (FGD) bersama asosiasi produser film dan Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) guna merumuskan skema insentif yang tepat sasaran.

“Hari ini, saya bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta mengundang rekan-rekan asosiasi, baik produser maupun Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia, untuk berdiskusi. Harapannya, Pemprov DKI Jakarta dapat merumuskan regulasi yang dapat diterima semua pihak sekaligus mendorong peningkatan produksi film nasional,” ujar Rano saat menghadiri FGD di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Komitmen tersebut diperkuat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati. Ia menyebut kontribusi pajak bioskop terhadap pendapatan daerah masih cukup signifikan. Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, penerimaan pajak bioskop mencapai sekitar Rp81 miliar pada 2023. Angka itu sempat turun menjadi Rp72 miliar pada 2024, sebelum kembali meningkat pada 2025 seiring tumbuhnya industri hiburan dan perfilman di Jakarta.

Sebagai bentuk stimulus ekonomi, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan kebijakan insentif melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 yang menjadi dasar pemberian insentif pajak daerah. Kebijakan itu kemudian diturunkan lewat Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 27 Tahun 2025. Melalui aturan tersebut, Pemprov DKI Jakarta memberikan pengurangan pokok Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 50 persen untuk jasa kesenian dan hiburan tertentu, termasuk pertunjukan film nasional di bioskop. Insentif fiskal ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan industri film nasional di Jakarta.

Penguatan Ekosistem Film dan Kolaborasi Internasional

Selain menyiapkan insentif fiskal, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat berbagai perangkat pendukung untuk membangun ekosistem perfilman yang lebih terintegrasi. Seluruh langkah tersebut ditargetkan berjalan penuh pada 2027. Salah satu upaya yang tengah dipersiapkan adalah pembentukan Jakarta Film Commission (JFC). Lembaga ini berperan sebagai pusat layanan dan koordinasi satu pintu (one stop service) bagi produksi film lokal maupun internasional di bawah naungan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan platform digital “Filming in Jakarta” yang akan memuat database lokasi syuting sekaligus mempermudah proses perizinan produksi film. Kehadiran platform tersebut diharapkan membuat proses produksi menjadi lebih sistematis, transparan, dan efisien. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga mulai membuka peluang kolaborasi internasional di sektor perfilman dan industri kreatif. Salah satunya melalui pertemuan Rano dengan Thomas Pariente di Hôtel de Ville de Cannes pada Mei 2026.

Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk memperluas peluang kerja sama sekaligus mempelajari pengembangan ekosistem perfilman di Cannes yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pusat festival film internasional dunia lewat Festival Film Cannes.

Melalui penguatan regulasi, penyediaan insentif, dukungan infrastruktur, hingga kolaborasi internasional, Pemprov DKI Jakarta berharap industri perfilman dapat tumbuh menjadi salah satu motor baru ekonomi kreatif ibu kota sekaligus mendorong Jakarta masuk jajaran 50 Kota Global pada 2030.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bripda Muhammad Kadafi, Polisi Berjiwa Sosial Tinggi Bantu Biaya Rumah Sakit dan Pemakaman Bayi

31 Mei 2026

Permainan papan jadi alat edukasi perubahan iklim, anak-anak jadi fokus

31 Mei 2026

5 rekomendasi Airbnb indah di Boston, nyaman dan cocok untuk foto!

31 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 model sofa mewah minimalis yang nyaman untuk ruang tamu

31 Mei 2026

Daftar artis naik haji 2026: Raffi Ahmad cium Hajar Aswad, ulang tahun Anang-Ashanty hingga Aiman

31 Mei 2026

Mengapa Honda Supra Disebut “Supra Bapak”? Ini Alasannya, Masih Eksis di Jawa Tengah

31 Mei 2026

ASUS ExpertBook Ultra dan Tantangan Keamanan Firmware di Era AI

31 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?