Jamaah Haji Aceh Sudah Tiba di Mekkah
Seluruh jamaah haji Aceh, yang terdiri dari 5.484 orang, kini telah tiba di Kota Mekkah setelah Kloter 14 mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada Rabu (20/5/2026) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 14.00 WIB. Setelah mendarat, para jamaah melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah untuk mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah haji.
Penerbangan Kloter 14 dimulai dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, pada pukul 05.40 WIB. Namun, sebelum pesawat lepas landas, satu jamaah gagal berangkat ke Tanah Suci. Jamaah tersebut adalah Saminah Nyomo Santani, warga Bener Meriah. Ia dinyatakan tidak laik terbang akibat gangguan kesehatan selama pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.
Dengan adanya penundaan ini, jumlah jamaah yang berhasil berangkat menjadi 5.484 orang. Sebelumnya, rencana awalnya adalah 5.502 jamaah. Dari jumlah tersebut, ada 18 jamaah yang gagal berangkat karena berbagai alasan, seperti meninggal dunia, sakit sebelum masuk asrama haji, dan juga sakit menjelang keberangkatan.
Daftar Jamaah yang Gagal Berangkat
Berdasarkan data PPIH, dari 18 jamaah yang gagal berangkat:
- 9 orang batal sebelum masuk asrama haji
- 5 orang meninggal dunia sebelum masuk asrama
- 4 orang ditunda keberangkatannya setelah masuk asrama karena kondisi kesehatan
Jamaah-jamaah ini akan kembali berangkat pada musim haji tahun berikutnya.
Wilayah dengan Jumlah Jamaah Terbanyak dan Terkecil
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menyebutkan bahwa Banda Aceh menjadi daerah dengan jumlah jamaah terbanyak, yaitu 689 orang. Disusul oleh Pidie dengan 571 orang dan Aceh Besar dengan 542 orang. Sementara itu, Simeulue menjadi daerah dengan jumlah jamaah paling sedikit, hanya 27 orang.
Persiapan Menghadapi Ibadah Haji di Armuzna
Arijal mengingatkan para jamaah untuk menjaga stamina dan fokus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji di Armuzna. Proses ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina membutuhkan tenaga dan kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, jamaah diminta memperbanyak istirahat, mengurangi aktivitas ziarah maupun wisata religi, serta memperbanyak zikir dan doa.
Menurut Arijal, proses ibadah di Armuzna sangat menguras tenaga, terutama bagi jamaah lanjut usia. Untuk itu, jamaah harus memanfaatkan waktu persiapan dengan baik, menjaga stamina, dan memprioritaskan energi demi pelaksanaan ibadah wajib nanti.
Petunjuk dan Arahan Petugas
Selain itu, jamaah juga diimbau untuk selalu mendengarkan arahan petugas selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Petugas akan memberikan panduan agar ibadah berjalan lancar dan aman.
Jamaah Tertua dan Termuda dalam Kloter 14
Dalam Kloter 14, terdapat dua jamaah yang menarik perhatian: Mariono Pangat Adam, jamaah tertua dengan usia 95 tahun, dan Muhammad Alfaruq Addawami, jamaah termuda yang masih berusia 15 tahun. Keduanya berasal dari Bener Meriah.



