Klarifikasi Pemerintah Iran Mengenai Kondisi Mojtaba Khamenei
Pemerintah Iran memberikan pernyataan resmi terkait beredarnya berbagai laporan mengenai kondisi kesehatan putra Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Dalam pernyataan tersebut, pihak Iran menegaskan bahwa informasi yang beredar di publik tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Beberapa laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei mengalami luka bakar serius hingga memerlukan operasi plastik pada wajah, serta disebut menjalani beberapa kali operasi pada bagian kaki dan berpotensi menggunakan kaki palsu. Namun, otoritas Iran membantah keras kabar tersebut dan menyebut kondisi yang sebenarnya jauh lebih ringan.
Cedera yang Diderita Mojtaba Khamenei
Menurut laporan dari media semi-resmi Iran, Fars News, kondisi pemimpin tertinggi Iran saat ini stabil dan tidak mengalami gangguan serius. Dalam laporannya, media tersebut menegaskan:
“Kondisi cedera punggungnya telah membaik selama periode ini, dan cedera tempurung lututnya juga akan segera sembuh. Ia dalam keadaan sehat sepenuhnya.”
Pihak Iran juga menuding adanya penyebaran informasi menyesatkan terkait kondisi kesehatan tersebut. Mereka menyatakan:
“Alhamdulillah, ia dalam keadaan sehat. Musuh menyebarkan berbagai macam rumor dan klaim palsu.”
Lebih lanjut, mereka meminta publik untuk bersabar terkait informasi resmi. “Mereka ingin melihat dan menemuinya, tetapi masyarakat harus bersabar dan tidak terburu-buru. Ia akan berbicara kepada Anda ketika waktunya tepat,” ujar pihak Iran.
Penjelasan Pejabat Mengenai Luka yang Dialami
Direktur jenderal protokol kantor pemimpin tertinggi Iran, Mazaher Hosseini, memberikan penjelasan lebih detail terkait kondisi Mojtaba Khamenei. Mengutip NDTV, ia menyebut bahwa luka yang dialami tidak serius, melainkan hanya goresan ringan. Sementara itu, Hossein Kermanpour, kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran, juga menegaskan bahwa tidak ada cedera yang mengancam fungsi tubuh secara permanen.
“Luka-luka ini bukan jenis luka yang akan merusak wajah pemimpin tertinggi, juga tidak akan membuatnya cacat atau mengakibatkan amputasi anggota tubuh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tindakan medis sederhana telah dilakukan untuk menangani luka tersebut. “Beberapa jahitan diterapkan pada luka-luka tersebut. Salah satu area yang diputuskan dokter untuk segera dijahit adalah kakinya.”
Laporan Media Asing dan Spekulasi
Sebelumnya, laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei masih aktif secara mental dalam pemerintahan meskipun mengalami cedera. Laporan tersebut juga menyebut adanya sejumlah tindakan medis, termasuk operasi pada kaki dan lengan, serta dugaan luka bakar pada wajah dan bibir yang mempengaruhi kemampuan berbicara. Namun demikian, sebagian besar informasi tersebut belum mendapat konfirmasi independen dari pihak resmi Iran.
Putra dari Ali Khamenei tersebut memang jarang tampil di hadapan publik, sehingga memicu banyak spekulasi ketika muncul laporan terkait kondisi kesehatannya. Hingga saat ini, pemerintah Iran menegaskan bahwa kondisi yang beredar di luar tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.
Update Kondisi Mojtaba Khamenei
Sebelumnya, Pemerintah Iran akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai kesehatan Pemimpin Tertinggi mereka, Mojtaba Khamenei. Mojtaba Khamenei sempat menjadi sasaran dalam serangan udara gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Meskipun ayahnya, Ali Khamenei, tewas di awal konflik tersebut, Mojtaba Khamenei dinyatakan selamat namun mengalami sejumlah luka.
Berdasarkan laporan dari The Wall Street Journal dan kantor berita Nour, pejabat tinggi Iran memastikan bahwa kondisi Mojtaba saat ini sudah stabil. “Mojtaba terluka dalam serangan itu tetapi kesehatannya baik,” ungkap pejabat tersebut melalui video resmi.
Mazaher Hosseini, koordinator pemerintah, menjelaskan lebih rinci mengenai bagian tubuh yang terluka:
- Lutut dan Punggung: Terdapat luka pada tempurung lutut dan masalah di bagian punggung.
- Telinga: Ada luka kecil di belakang telinga yang sudah diobati. Luka ini tidak terlihat saat ia memakai sorban.
Sayangnya, serangan tersebut juga menewaskan istri Mojtaba Khamenei dan beberapa anggota keluarga besar lainnya. Meski begitu, Hosseini menyatakan bahwa proses penyembuhan Mojtaba Khamenei berlangsung dengan cepat.
Meski Iran terlihat optimis, pihak Amerika Serikat (Washington) memiliki pandangan yang berbeda. Pejabat AS menyebut luka yang dialami Mojtaba sebenarnya sangat parah. Hal ini memicu keraguan apakah ia masih mampu memimpin pemerintahan secara penuh. Kecurigaan ini diperkuat karena Mojtaba tidak pernah muncul di depan umum sejak 28 Februari.
Namun, pihak Iran membela diri dengan alasan:
- Keamanan: Ia sengaja tidak muncul demi alasan keselamatan yang ketat.
- Tetap Bekerja: Iran menegaskan Mojtaba tetap mengurus urusan negara di balik layar.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat mengaku bertemu langsung dengan Mojtaba. Ia memuji kekuatan mental dan cara berpikir pemimpin tersebut. “Yang paling mengesankan bagi saya dalam pertemuan ini adalah visi serta pendekatan yang rendah hati dan tulus dari Pemimpin Tertinggi,” ujar Pezeshkian sebagaimana dikutip dari AFP.



