Laporan Terkini Mengenai Jemaah Haji yang Hilang di Makkah
Indonesiadiscover.com, MAKKAH
Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus Ahlan dikabarkan hilang di Makkah, Arab Saudi. Kejadian ini terjadi setelah ia pamit untuk melaksanakan Salat Jumat sebelum menghilang. Berikut adalah rangkaian peristiwa dan upaya pencarian yang dilakukan oleh pihak berwenang serta keluarga.
Detik-Detik Terakhir Sebelum Hilang
Muhammad Firdaus Ahlan, seorang kakek berusia 73 tahun, terakhir kali dilihat meninggalkan hotel tempatnya menginap di sektor 9 Misfalah, Makkah pada Jumat (15/5/2026). Ia tergabung dalam kloter JKG 27 rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol. Setelah kepergiannya itu, hingga saat ini, Firdaus belum kembali.
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa laporan pertama mengenai jemaah haji yang hilang diterima melalui Kanal Kawal Haji pada 16 Mei 2026.
Dari hasil penelusuran rekaman CCTV hotel, Firdaus terlihat keluar sendirian sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi. Saat itu, suasana di lobi hotel sedang sepi karena sebagian besar jemaah sudah bersiap untuk melaksanakan shalat Jumat. Firdaus tidak membawa identitas apa pun, termasuk ponsel, kartu nusuk, atau tas selempang. Hanya gelang haji yang ia bawa, yang berisi informasi nama, nomor paspor, negara asal, dan data jemaah lainnya.
Pesan Terakhir kepada Istri

Saat ditemui tim Media Center Haji (MCH), istri Firdaus, Nafsiah Nawan (63) menceritakan kronologis kehilangan suaminya. Menurut Nafsiah, ia terakhir kali melihat Firdaus pada Jumat pagi. Saat itu, Firdaus meminta dia menyiapkan keperluan untuk salat Jumat. Nafsiah menyiapkan koko putih dan sarung kotak-kotak warna hitam. Saat itu, Firdaus sedang mandi.
Setelah menyiapkan keperluan suami, Nafsiah kembali ke kamarnya sendiri yang berdekatan dengan kamar Firdaus. Sejak saat itu, ia tidak lagi melihat keberadaan Firdaus. Ia memilih beristirahat setelah menjalani umrah wajib pada Kamis, 14 Mei 2026.
Pada sore hari, Nafsiah kembali mendatangi kamar Firdaus untuk mengecek kondisinya. Ternyata, ia tidak melihat keberadaan kakek yang memiliki tujuh cucu tersebut. Ia kemudian menelepon ketiga anaknya yang tinggal di Jakarta dan melaporkan kejadian ini kepada ketua kloter serta petugas haji dari layanan perlindungan jemaah (linjam).
Interaksi dengan Pegawai Hotel

Nafsiah juga mengungkapkan bahwa momen Firdaus meninggalkan hotel sempat terekam CCTV. Firdaus yang memakai baju yang disiapkan Nafsiah terlihat berjalan pelan menuju pintu hotel sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi. Ia sempat bersalaman dengan penjaga hotel dan bertanya arah ke masjid.
“Saya dengar dia nanya orang, ‘masjid di mana?'” kata Nafsiah.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Ichsan mengatakan bahwa proses pencarian masih terus dilakukan. “Jemaah hingga saat ini masih dalam proses pencarian di Kota Makkah, Arab Saudi,” katanya.
Sejak laporan pertama diterima, Kemenhaj segera mengerahkan sejumlah tim untuk melakukan pencarian ke berbagai titik. Tim satu melakukan penyisiran ke sejumlah tempat, hotel, hingga area Masjidil Haram. Tim kedua dikerahkan untuk menyisir di jalan-jalan membantu pencarian. Tim perlindungan jemaah (linjam) dari Madinah juga dikerahkan untuk mencari hingga ke rumah sakit baik yang berada di Makkah maupun luar kota Makkah.
Selain itu, Kemenhaj juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian Arab Saudi. “Kami juga membuat laporan kepolisian serta memberikan pendampingan penuh kepada sang istri selama proses pencarian berlangsung karena jemaah tersebut berangkat haji didampingi oleh istri,” ujarnya.
Ichsan mengimbau para jemaah haji Indonesia segera melaporkan kepada petugas haji terdekat apabila melihat atau memperoleh informasi terkait keberadaan Firdaus. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Hindari penyebaran foto maupun narasi yang bersifat spekulatif ataupun hoaks,” tambah Ichsan.
Ciri-Ciri Firdaus
Nafsiah lantas membeberkan ciri-ciri dan kondisi fisik Firdaus. Menurut Nafsiah, sang suami berperawakan tinggi besar dengan rambut memutih. Tinggi badannya 170 cm dan berat badan 75 kg. Di hidungnya terdapat tahi lalat. Cara jalannya pun pelan.
“Dia nggak bisa jalan cepat. Memang beberapa waktu lalu, dia pernah sakit,” bebernya.
Kemenhaj dan seluruh PPIH menyampaikan keprihatinan mendalam kepada istri dan keluarga serta seluruh anggota rombongan. Oleh karena itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan agar Muhammad Firdaus Ahlan segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.



