Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 29 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Jual Bayi Kandung Rp25 Juta di Palembang, Ayah Dihukum 6 Tahun
Ekonomi

Jual Bayi Kandung Rp25 Juta di Palembang, Ayah Dihukum 6 Tahun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penjualan Bayi Kandung dengan Harga Rp25 Juta

Yudi Surya Pratama (24), warga Semarang, Jawa Tengah, yang menjual bayi kandungnya seharga Rp25 juta di Palembang, Sumatra Selatan, dituntut 6 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Palembang. Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan melibatkan empat terdakwa, termasuk perantara dan pasangan suami istri pembeli.

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

Dalam sidang, JPU menyatakan bahwa para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penjualan anak sesuai Pasal 83 juncto Pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 55 KUHP tentang penyertaan tindak pidana. “Oleh karena itu, kami menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun,” ujar JPU saat membacakan amar tuntutan.

Selain pidana penjara, para terdakwa juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. Keempat terdakwa tersebut adalah Yudi Surya Pratama, Riska Dwi Yanti, Fernando Agustio, dan Rini Apriyani.

Faktor Ekonomi sebagai Motif

Motif utama dari penjualan bayi ini adalah faktor ekonomi. Yudi bekerja di kebun tebu di Lampung, namun penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia meminta bantuan tiga terdakwa lain untuk mencarikan orangtua yang ingin membeli atau mengadopsi bayinya.

Awal Mula Kasus

Kasus ini terungkap setelah masyarakat melaporkan dugaan praktik jual beli bayi di salah satu rumah sakit di Palembang. Tim gabungan Subdit Jatanras dan Subdit Renakta Polda Sumatera Selatan kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan para pelaku. Dari tangan terdakwa, polisi menyita beberapa barang bukti seperti empat unit handphone, surat keterangan lahir bayi, dan dokumen medis dari dokter.

Peran Perantara

Tersangka Riska alias RDY berperan sebagai perantara dalam kasus ini. Ia berkomunikasi dengan Yudi melalui aplikasi TikTok dan menawarkan bantuan persalinan serta pembiayaan. Setelah bayi dilahirkan, ia menjualnya kepada seseorang yang ingin mengadopsi seharga Rp25 juta. Uang tersebut kemudian dibagi antara RDY, Fernando, Rini, dan Yudi.

Pengakuan Ayah Bayi

Yudi mengakui bahwa ia menjual bayinya karena himpitan ekonomi. Ia hanya memberi tahu istrinya bahwa akan ada yang mengadopsi dan membantu pembiayaan persalinan. “Orang tua tidak tahu, Pak, tidak ada yang tahu,” katanya.

Peran Pasangan Suami Istri

Fernando dan Rini, sebagai pasangan suami istri, berperan dalam mencari tempat persalinan untuk istri Yudi. Mereka menerima uang sebesar Rp8 juta dari transaksi tersebut, namun belum sempat digunakan karena langsung diamankan oleh polisi.

Kesimpulan

Kasus penjualan bayi ini menunjukkan betapa seriusnya tindakan perdagangan anak yang dilakukan oleh para terdakwa. Dengan tuntutan hukuman 6 tahun penjara, diharapkan dapat menjadi efek jera bagi siapa pun yang terlibat dalam praktik semacam ini. Selain itu, kasus ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak, terutama dalam situasi ekonomi yang sulit.






Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?