Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 26 Mei 2026
Trending
  • Jadwal Badminton Malaysia Masters 2026 Hari Ini: Jojo, Ubed, dan Ginting Tantang Wakil Prancis
  • Ke Lima Tempat Wisata Favorit di Blitar yang Wajib Dikunjungi
  • Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 21 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Video Aktivis Global Sumud Dikunci, Diunggah Menteri Israel Picu Kecaman Dunia
  • 5 tips membangun penghasilan pasif untuk pemula
  • Pemecatan Massal di Meta, 8.000 Karyawan Dipecat, Ini Penjelasan Perusahaan
  • Jejak Legenda Rossi dan Misi Epik Veda Ega di Italia 2026
  • Ulasan Film Gudang Merica, Horor Komedi Kocak Khas Imam Darto
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Pemecatan Massal di Meta, 8.000 Karyawan Dipecat, Ini Penjelasan Perusahaan
Teknologi

Pemecatan Massal di Meta, 8.000 Karyawan Dipecat, Ini Penjelasan Perusahaan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengurangan Tenaga Kerja di Meta: 8.000 Pegawai Di PHK

Meta Platforms, perusahaan teknologi global yang mengelola Facebook, Instagram, dan WhatsApp, resmi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 pegawai di berbagai negara. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk mengalihkan sumber daya ke pengembangan Artificial Intelligence (AI), teknologi yang memungkinkan mesin meniru kemampuan manusia dalam belajar dan mengambil keputusan.

Gelombang PHK pertama terjadi di Singapura pada Rabu (20/5/2026) dini hari, ketika sejumlah pegawai menerima e-mail pemecatan sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Pegawai di Inggris, Amerika Serikat (AS), dan negara lain juga dijadwalkan menerima pemberitahuan sesuai zona waktu masing-masing.

Menurut laporan internal, jumlah pegawai yang terdampak mencapai 10 persen dari total tenaga kerja Meta, yang sebelumnya berjumlah kurang dari 80.000 orang per akhir Maret 2026. Dalam beberapa pekan terakhir, suasana internal Meta disebut penuh ketidakpastian.

Pada April lalu, pegawai sudah diberi tahu bahwa PHK besar akan dilakukan pada 20 Mei. Lalu pada Senin pekan ini, perusahaan kembali mengumumkan bahwa sekitar 7.000 pegawai lain akan dipindahkan ke tim baru yang fokus pada pengembangan AI, termasuk produk dan agen AI.

Struktur Organisasi yang Lebih Ramping

Perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu diketahui memiliki kurang dari 80.000 pegawai pada akhir Maret, sebelum proses relokasi dan PHK dilakukan. Menurut sumber yang mengetahui rencana perusahaan, putaran PHK terbaru ini terutama menyasar tim engineering dan produk. Bahkan, PHK tambahan masih mungkin terjadi hingga akhir tahun.

Kepala SDM Meta, Janelle Gale, dalam memo internal mengatakan perusahaan kini ingin membangun struktur organisasi yang lebih datar dengan tim-tim kecil agar bisa bergerak lebih cepat. “Kami sekarang berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar, dengan tim kecil berbentuk pod/cohort yang bisa bergerak lebih cepat dan memiliki tanggung jawab lebih besar,” tulis Gale dalam memo yang diverifikasi Bloomberg News.

“Kami percaya ini akan membuat kami lebih produktif dan pekerjaan menjadi lebih memuaskan,” lanjutnya.

Prioritas Utama Perusahaan: Kecerdasan Buatan

Di saat bersamaan, CEO Meta Mark Zuckerberg terus menjadikan AI sebagai prioritas utama perusahaan. Tahun ini, Meta berkomitmen menggelontorkan lebih dari 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.764 triliun) untuk investasi AI, bahkan total belanja modal perusahaan diperkirakan mencapai 125 miliar hingga 145 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.205 triliun – Rp 2.557 triliun).

Investasi besar tersebut digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi AI agar mampu bersaing dengan perusahaan seperti Alphabet dan OpenAI. Namun, transformasi besar Meta menuju perusahaan berbasis AI disebut memicu keresahan internal. Sejumlah pegawai mengaku frustrasi dan cemas dengan perubahan yang terjadi.

Pada Rabu, kantor-kantor Meta diperkirakan sebagian besar kosong setelah perusahaan meminta pegawai bekerja dari rumah. Menurut sejumlah pegawai, sebagian pekerja bahkan mulai mengambil camilan gratis dan charger laptop dari kantor pada awal pekan karena khawatir kehilangan pekerjaan sebelum akhir minggu.

Di dinding kantor, beberapa pegawai juga memasang poster berisi petisi untuk menghentikan program baru Meta yang melacak data pegawai untuk kebutuhan pelatihan AI. Program tersebut menuai protes karena Meta disebut dapat mengumpulkan data sangat rinci dari perangkat pegawai, mulai dari tombol keyboard yang ditekan, gerakan mouse, hingga isi layar komputer.

Lebih dari 1.000 pegawai dilaporkan telah menandatangani petisi penolakan terhadap program tersebut. Sebagian pegawai lain juga menyampaikan kritik terhadap pimpinan perusahaan melalui forum internal.

Tim Baru untuk Pengembangan AI

Sebagai bagian dari restrukturisasi AI, Meta juga membentuk tim baru bernama Applied AI and Engineering yang dipimpin Wakil Presiden Engineering Maher Saba. Dalam e-mail kepada para manajer bulan ini, Meta meminta mereka menekankan kepada pegawai bahwa proyek AI baru tersebut merupakan “inisiatif prioritas tinggi, langsung dari Mark.”

Tim yang kini berisi sekitar 2.000 pegawai itu disebut akan menggunakan data dari program pelacakan internal untuk mengembangkan berbagai alat AI, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The New York Times. Struktur organisasi tim tersebut juga dibuat lebih ramping dibanding divisi lain di Meta, dengan sekitar 50 pegawai melapor kepada satu manajer.

Perusahaan juga menegaskan bahwa partisipasi pegawai dalam program tersebut tidak bersifat opsional.

Tren PHK di Industri Teknologi

Gelombang PHK Meta ini terjadi di tengah tren serupa di industri teknologi. Pekan lalu, Cisco juga mengumumkan penghapusan sekitar 4.000 pekerjaan demi mengalihkan lebih banyak sumber daya ke AI. Sementara itu, Microsoft, Block, dan Coinbase juga telah melakukan PHK atau buyout terkait transformasi teknologi AI.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kunci Jawaban LKS Informatika Kelas 7 Halaman 37: Tugas Kompetensi 1

26 Mei 2026

TikTok Menolak Gunakan E2EE Meski Ada Tindakan Ilegal Sadap WhatsApp

26 Mei 2026

31 Tahun Melayani Indonesia, Telkomsel Kuatkan Ekosistem Digital Nasional

26 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Badminton Malaysia Masters 2026 Hari Ini: Jojo, Ubed, dan Ginting Tantang Wakil Prancis

26 Mei 2026

Ke Lima Tempat Wisata Favorit di Blitar yang Wajib Dikunjungi

26 Mei 2026

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 21 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

26 Mei 2026

Video Aktivis Global Sumud Dikunci, Diunggah Menteri Israel Picu Kecaman Dunia

26 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?