Sejarah dan Pesona Stadio Olimpico, Saksi Bisu Perjalanan Italia
Roma adalah kota yang penuh dengan sejarah dan keindahan. Dikenal sebagai “The Eternal City”, kota ini memadukan warisan sejarah kuno, seni, dan kuliner dalam satu tempat. Selain ikon-ikon seperti Colosseum, Forum Romawi, atau Air Mancur Trevi, ada satu bangunan yang juga menjadi bagian dari perjalanan panjang Italia, yaitu Stadio Olimpico.
Stadio Olimpico tidak hanya menjadi tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi saksi bisu perubahan sejarah dan budaya di Roma. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang stadion ini:
1. Punya Beberapa Nama yang Mencerminkan Fase Pembangunannya
Sebelum dikenal dengan nama Stadio Olimpico, stadion ini sempat berganti nama sesuai tahap pembangunannya. Pada awalnya, tahun 1927, stadion ini disebut Stadio dei Cipressi atau Stadion Pohon Cemara karena banyaknya pohon cemara di sekelilingnya. Setelah renovasi pada tahun 1953, namanya berubah menjadi Stadio dei Centomila karena daya tampungnya yang mencapai 100.000 penonton.
Nama resmi Stadio Olimpico baru digunakan pada tahun 1960, bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas. Perubahan nama ini menjadi permanen dan dikenal oleh dunia hingga saat ini.
2. Bagian dari Kompleks Foro Italico
Stadio Olimpico terletak di bagian barat laut kota Roma, tepatnya di dalam kawasan olahraga besar bernama Foro Italico yang dibangun antara tahun 1928–1938. Lokasinya sangat strategis karena berada di bawah kaki bukit Monte Mario dan membentang di sepanjang pinggiran Sungai Tiber.
Di dalam kompleks Foro Italico, Stadio Olimpico bertetangga dengan fasilitas olahraga kelas dunia lainnya, seperti stadion renang dan stadion tenis yang rutin digunakan untuk turnamen internasional. Salah satu daya tarik unik di sekitar area ini adalah Stadio dei Marmi, sebuah stadion yang dikelilingi oleh 60 patung marmer Carrara yang menjulang tinggi. Keberadaan patung-patung atlet tersebut memberikan suasana klasik khas Romawi kuno yang sangat indah di sekitar kawasan stadion.

3. Markas Utama Dua Klub Sepak Bola Serie A
Stadio Olimpico merupakan markas bersama bagi dua klub sepak bola terbesar di kota Roma, yaitu AS Roma dan SS Lazio. Meski merupakan rival bebuyutan, kedua tim ini bergantian menggunakan stadion yang sama untuk menggelar pertandingan kandang mereka.
Keunikan ini membuat suasana stadion bisa berubah total dalam sekejap, mulai dari warna bendera, spanduk, hingga nyanyian suporter, tergantung tim mana yang sedang bertanding. Persaingan keduanya semakin terasa dengan adanya pembagian wilayah tribun yang sangat tegas, di mana pendukung AS Roma selalu memadati tribun selatan atau Curva Sud, sementara pendukung SS Lazio menguasai tribun utara yang disebut Curva Nord.
Puncak dari rivalitas ini terjadi saat kedua tim bertemu dalam pertandingan yang dijuluki Derby della Capitale. Laga derbi ibu kota ini dikenal sebagai salah satu pertandingan paling emosional dan paling dinantikan karena tensinya yang sangat tinggi di dalam lapangan maupun di tribun penonton.

4. Stadion Terbesar Kedua di Italia Setelah San Siro
Stadio Olimpico merupakan stadion kebanggaan ibu kota Italia yang sebenarnya sudah selesai dibangun sejak tahun 1953. Namun, untuk menyambut Piala Dunia 1990, stadion ini hampir seluruhnya diruntuhkan dan dibangun kembali agar lebih modern. Proses renovasi besar-besaran ini melibatkan ribuan pekerja dan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga tahun, di mana hanya bagian tribun Tribuna Tevere saja yang tetap dipertahankan dari struktur lamanya.
Hasil dari pembangunan ulang tersebut menjadikan stadion ini sangat mengesankan dengan struktur beton bertulang yang kokoh dan posisi tribun yang dibuat lebih dekat ke lapangan. Salah satu ciri khasnya yang paling menonjol adalah pemasangan atap putih ikonik yang menutupi seluruh area penonton. Selain mempercantik desain, atap ini berfungsi sangat penting untuk melindungi pengunjung dari terik matahari maupun air hujan saat pertandingan berlangsung.
Dari segi kapasitas, stadion ini sempat menampung hingga 82.000 orang, tetapi kini kapasitas resminya diatur menjadi sekitar 70.634 penonton. Meskipun jumlahnya disesuaikan, Stadio Olimpico tetap menjadi stadion terbesar kedua di Italia setelah San Siro di Milan.

5. Telah Menyelenggarakan Berbagai Ajang Olahraga Paling Bergengsi di Dunia
Stadio Olimpico merupakan saksi bisu berbagai acara olahraga paling bergengsi di dunia, mulai dari menjadi pusat perhatian pada Olimpiade 1960 hingga menjadi lokasi laga final Piala Dunia 1990. Stadion ini juga sangat dipercaya untuk menggelar pertandingan besar tingkat Eropa, terbukti dengan keberhasilannya menjadi tuan rumah final Liga Champions UEFA sebanyak empat kali.
Selain sepak bola, fasilitas ini juga digunakan untuk kejuaraan atletik dunia dan menjadi markas tim nasional rugby Italia. Tidak hanya menjadi rumah bagi olahraga, stadion ini juga merupakan panggung megah bagi industri hiburan dan musik dunia di Roma. Banyak musisi legendaris, seperti Frank Sinatra, David Bowie, Ed Sheeran, hingga band U2 dan Madonna pernah menggelar konser besar di sini.
Stadio Olimpico telah membuktikan perannya lebih dari sekadar arena pertandingan, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah dan budaya modern di pusat kota Roma. Mulai dari kemegahan arsitektur hingga momen-momen olahraga yang tak terlupakan, stadion ini akan terus menjadi ikon yang membanggakan bagi warga Italia dan dunia.




