Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 28 Mei 2026
Trending
  • 7 model karpet ruang tamu mewah ala hotel
  • Takbiran Idul Adha 2026: Bacaan dan Arti Takbir Pendek & Panjang Selama 5 Hari
  • Jadwal MotoGP Italia 2026 Live Trans7: Bagnaia Panaskan Atmosfer Balapan Ducati di Kandang
  • Honda PCX 160 2026 Hadir dengan Warna Baru, Desain dan Fitur Lengkap Dijelaskan
  • Orang Pintar Sering Memiliki 9 Kebiasaan Ini, Ini Penjelasannya Menurut Psikologi
  • Kronologi Pemukulan Selebgram Brunei di Blok M hingga Tewas
  • Siswi Makassar Viral Gagal Jadi Paskibraka, Kesbangpol Sulsel Negasi Tuduhan Diskriminasi
  • Kanada Siap Buat Sejarah di Piala Dunia 2026, Jesse Marsch Siapkan Les Rouges Tampil Maksimal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Klub Elkan Baggott, Ipswich Town Promosi ke Premier League Usai Kalahkan QPR
Nasional

Klub Elkan Baggott, Ipswich Town Promosi ke Premier League Usai Kalahkan QPR

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kembalinya Ipswich Town ke Premier League

Klub asal Suffolk, Inggris, Ipswich Town akhirnya memastikan diri kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League, setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Queens Park Rangers pada laga terakhir musim EFL Championship, Sabtu (2/5/2026). Bermain di kandang sendiri, Portman Road, Ipswich Town tampil dominan sejak awal pertandingan dan menang dengan skor telak 3-0. Hasil ini memastikan mereka finis di posisi kedua klasemen akhir, sekaligus mengamankan tiket promosi otomatis—yakni jalur langsung naik kasta tanpa melalui babak tambahan.

Promosi otomatis sendiri merupakan istilah dalam sistem liga Inggris yang diberikan kepada dua tim teratas di Championship untuk langsung naik ke Premier League, sementara tim peringkat 3 hingga 6 harus melalui babak play-off untuk memperebutkan satu tiket tersisa. Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena Ipswich baru saja terdegradasi dari Premier League musim lalu. Dalam waktu hanya satu musim, mereka mampu bangkit dan kembali ke level tertinggi sepak bola Inggris.

Start Cepat, Ipswich Town Langsung Kuasai Laga

Sejak peluit awal dibunyikan, Ipswich langsung tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri. Atmosfer di stadion terasa menggetarkan, mencerminkan betapa pentingnya laga tersebut bagi masa depan klub. Gol pembuka tercipta sangat cepat, tepatnya dalam sembilan menit pertama melalui George Hirst. Gol ini berawal dari kerja sama apik dengan Leif Davis yang melakukan overlap—yakni pergerakan bek melewati pemain depan untuk membantu serangan—sebelum mengirimkan umpan silang yang disambut Hirst dari jarak dekat.

Tak lama berselang, Ipswich Town kembali menambah keunggulan. Kali ini giliran Jaden Philogene yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Hirst. Dua gol cepat ini praktis membuat Ipswich mengendalikan jalannya pertandingan. Mereka mampu bermain lebih tenang dan disiplin, sementara QPR kesulitan mengembangkan permainan. Sepanjang laga, tim tamu hanya mampu memberikan sedikit ancaman, salah satunya melalui upaya pemain pengganti Paul Smyth, namun tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Gol Penutup dan Pesta Promosi

Memasuki babak kedua, pelatih Kieran McKenna melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan. Langkah ini terbukti efektif. Salah satu pemain pengganti, Kasey McAteer, berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-85, sekaligus mengunci kemenangan Ipswich menjadi 3-0. Gol tersebut tercipta dari situasi kemelut di depan gawang setelah kombinasi permainan dari Anis Mehmeti dan Ivan Azon. Bola liar kemudian disambar McAteer dan membawa stadion bergemuruh.

Gol ini menjadi penutup sempurna bagi pesta promosi Ipswich, yang langsung disambut selebrasi meriah oleh pemain, staf, dan ribuan pendukung di stadion.

Era Keemasan di Bawah McKenna

Kesuksesan ini menandai pencapaian luar biasa bagi pelatih asal Irlandia Utara, Kieran McKenna. Dalam kurun waktu empat musim, ia berhasil membawa Ipswich Town meraih tiga promosi di level berbeda. Prestasi tersebut mencerminkan periode emas bagi klub yang berjuluk “The Tractor Boys” ini. McKenna tidak hanya membawa tim naik kasta, tetapi juga membangun fondasi permainan yang solid dan kompetitif.

Keberhasilan ini juga menunjukkan konsistensi Ipswich dalam menjaga performa sepanjang musim, termasuk memanfaatkan kedalaman skuad. Bahkan, pemain-pemain seperti Jack Clarke, Dan Neil, dan lainnya yang masuk dari bangku cadangan disebut memiliki kualitas starter di banyak tim Championship.

Persaingan Ketat di Hari Terakhir

Promosi Ipswich tidak lepas dari persaingan ketat dengan klub lain seperti Millwall dan Middlesbrough. Menjelang laga terakhir, ketiga tim masih berpeluang merebut posisi kedua. Namun, kemenangan Ipswich membuat hasil tim lain menjadi tidak relevan. Millwall sebenarnya berhasil menang 2-0 atas Oxford United, tetapi tetap gagal mengejar poin Ipswich. Sementara Middlesbrough harus puas bermain imbang 2-2 melawan Wrexham.

Dengan hasil ini, Millwall dan Middlesbrough harus melanjutkan perjuangan melalui babak play-off bersama Southampton dan Hull City.

Ipswich Susul Coventry ke Premier League

Ipswich menjadi tim kedua yang promosi otomatis setelah Coventry City yang sebelumnya memastikan diri sebagai juara Championship dengan raihan 95 poin. Dengan demikian, dua tiket langsung ke Premier League sudah terisi, sementara satu tiket tersisa akan diperebutkan melalui play-off.

Nasib Tim Lain: Degradasi dan Drama Klasemen

Di sisi lain klasemen, tidak banyak drama tersisa karena tim yang terdegradasi sudah dipastikan lebih awal. Sheffield Wednesday, Oxford United, dan Leicester City dipastikan turun ke League One musim depan. Sebagai informasi, Oxford United merupakan tempat Ole Romeny, pemain Timnas Indonesia bermain. Sheffield Wednesday bahkan sempat mengalami pengurangan poin akibat masuk administrasi—yakni kondisi keuangan klub yang bermasalah sehingga harus menjalani proses hukum dan pengawasan finansial. Meski demikian, mereka menutup musim dengan kemenangan emosional atas West Bromwich Albion di laga terakhir.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Orang Pintar Sering Memiliki 9 Kebiasaan Ini, Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

28 Mei 2026

Intip pengalaman Cosmo liburan all-inclusive di Paradisus Bali

28 Mei 2026

Rupiah melemah, asing lari, Mirae Asset: rebound IHSG masih lemah

28 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 model karpet ruang tamu mewah ala hotel

28 Mei 2026

Takbiran Idul Adha 2026: Bacaan dan Arti Takbir Pendek & Panjang Selama 5 Hari

28 Mei 2026

Jadwal MotoGP Italia 2026 Live Trans7: Bagnaia Panaskan Atmosfer Balapan Ducati di Kandang

28 Mei 2026

Honda PCX 160 2026 Hadir dengan Warna Baru, Desain dan Fitur Lengkap Dijelaskan

28 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?