Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 7 Mei 2026
Trending
  • Rekomendasi wisata Karanganyar mulai Rp10 ribu, healing tanpa boros
  • Hasil akhir Persik Kediri vs Arema FC: Gol telat tak cukup, Singo Edan kalah 2-3
  • 5 Toko Oleh-Oleh Haji Murah dan Lengkap di Jogja
  • Bayern Tahan PSG? Gosip Ini Jadi Kunci Pertandingan
  • Karier Politik Amien Rais: Dukungan untuk Prabowo dan Isu Teddy
  • Wisatawan Nekat Nongkrong di Jembatan Cangar Dibubarkan Saat Swafoto
  • 5 pertimbangan investasi, mulai muda atau tunggu stabil?
  • Prakiraan Cuaca BMKG 4 Mei 2026: Hujan Mengancam Limboto, Suwawa, Kwandang, dan Marisa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Wisatawan Nekat Nongkrong di Jembatan Cangar Dibubarkan Saat Swafoto
Hukum

Wisatawan Nekat Nongkrong di Jembatan Cangar Dibubarkan Saat Swafoto

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pembubaran Kerumunan di Jembatan Cangar

Petugas gabungan dari Tahura Raden Soerjo dan Kepolisian Batu, Jawa Timur, melakukan tindakan tegas dengan membubarkan kerumunan pengendara yang nekat berhenti di sepanjang Jembatan Cangar pada Minggu (3/5/2026). Tindakan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi keselamatan menyusul ramainya jalur perbatasan Mojokerto-Batu saat libur panjang (Long Weekend).

Langkah ini juga bertujuan untuk mencegah terulangnya insiden fatal di lokasi yang belakangan viral tersebut. Jembatan Cangar, yang terletak di perbatasan Mojokerto dan Batu, telah menjadi tempat nongkrong dan swafoto bagi banyak pemuda-pemudi, meskipun papan larangan berhenti sudah terpasang.

Langkah Antisipatif di Jembatan Cangar

Salah satu petugas Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Sukamto, mengatakan bahwa pihaknya meminta pengunjung agar bijak dengan tidak berhenti di tengah Jembatan Cangar. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko keselamatan di lokasi tersebut.

“Kegiatan ini untuk membubarkan orang-orang yang berhenti di sini (Jembatan Cangar), agar tidak ada yang lain seperti kejadian lalu,” ujar Sukamto di lokasi, Minggu.

Para pengunjung biasanya berhenti untuk berfoto-foto di lokasi yang viral setelah terjadi dua kali insiden di Jembatan Cangar tersebut. Tidak jarang, pengunjung yang didominasi pemuda-pemudi tersebut nongkrong di tengah jembatan.

Fenomena Wisata Dadakan

Suasana yang asri menjadi daya tarik tersendiri hingga memikat pengguna jalan untuk berhenti di kawasan jembatan. Meski papan larangan berhenti sudah terpasang, hal tersebut sering kali tidak digubris.

Pengunjung seolah abai dengan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain, terlebih kondisi lalu lintas jalur Mojokerto-Kota Batu maupun sebaliknya sangat ramai saat liburan Long Weekend.

“Kondisinya memang ramai seperti menjadi wisata dadakan, kan kita khawatir banyak kejadian itu,” ucap Sukamto.

Petugas mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan, agar tidak berhenti sembarangan di tengah jembatan. “Imbauannya kalau bisa orang tidak berhenti di jembatan, langsung saja lewat biar aman. Nanti kalau berhenti, yang dikhawatirkan pikirannya tidak karuan,” pungkasnya.

Tanggapan Wisatawan dan Petugas

Seorang wisatawan asal Gresik, Jenny, mengaku menghabiskan waktu liburan ke Mojokerto dan Batu bersama keluarganya sekaligus penasaran ingin melihat langsung Jembatan Cangar. Jenny mengaku tidak mengetahui adanya larangan berhenti sehingga memarkir kendaraannya di tepi jalan sebelum jembatan.

“Penasaran saja, kita tidak tahu kalau nggak boleh berhenti. Pemandangan alamnya bagus, semoga tidak ada kejadian lagi,” tutur Jenny.

Menyikapi fenomena ini, petugas gabungan dari Tahura Mojokerto dan Batu bersama pihak kepolisian Batu, terus memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tidak berhenti di atas jembatan.

Fungsi Jembatan dan Edukasi

Sebelumnya, Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas, mengungkapkan fenomena di Jembatan Cangar yang terletak di perbatasan Mojokerto dan Batu ini memang menarik perhatian publik. Namun, Agustiningtyas menegaskan jembatan tersebut merupakan fasilitas penghubung lalu lintas jalan provinsi yang seharusnya tidak digunakan untuk aktivitas seperti swafoto maupun kegiatan lainnya.

Masyarakat diimbau menggunakan jembatan murni hanya untuk lalu lintas kendaraan, sementara aktivitas istirahat dapat dilakukan di tempat yang tersedia di sepanjang jalur.

“Akan sangat bijak ketika kemudian masyarakat memanfaatkan jembatan itu, murni hanya sebagai tempat sarana lalu lintas tidak untuk tempat selfie, nongkrong dan lainnya,” kata Agustiningtyas.

Agustiningtyas menambahkan, terdapat banyak spot wisata untuk beristirahat di sepanjang kawasan Tahura R Soerjo, seperti Watu Ondo dan Watu Lumpang. “Ketika harus istirahat melewati jalur ini, ada Watu Ondo, Watu Lumpang dan sebagainya. Kalau jembatan, hanya digunakan lalu lintas bahaya jika digunakan untuk tempat Nongkrong dan yang dikhawatirkan juga membuang sampah bukan pada tempatnya,” bebernya.

Menurut Agustiningtyas, edukasi diperlukan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan kawasan hutan lindung serta keselamatan bersama. “Kita menekankan lebih ke faktor Safety, mengutamakan keselamatan masyarakat,” tutupnya.

Upaya Pencegahan Insiden

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengambil langkah serius untuk mencegah terulangnya aksi bunuh diri di kawasan Jembatan Cangar, menyusul adanya dua kejadian serupa dalam satu bulan terakhir.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jatim berencana melakukan penanganan fisik berupa pemasangan pagar pengaman ketinggian di Jembatan Cangar 1 dan Jembatan Cangar 2. Selain pagar, fasilitas penerangan jalan akan ditingkatkan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan guna meningkatkan keamanan bagi pengguna jalan.

Pagar pengaman akan dipasang pada rangka jembatan menggunakan material BRC dan wiremesh dengan ketinggian sekitar 3/4 dari total tinggi rangka jembatan. Proses persiapan saat ini tengah dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Malang, meliputi perencanaan teknis, desain gambar, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Saat ini teman-teman di UPT PJJ Malang sedang menyiapkan seluruh kebutuhan teknis, termasuk perencanaan dan perhitungan anggaran,” ujar Ahmad Faathir Wicaksono, Kabid Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan DPU Bina Marga Jatim, Kamis (30/4/2026).

Tahap lelang atau mini kompetisi direncanakan berlangsung pada bulan Mei, dengan target pelaksanaan fisik pembangunan dimulai pada Juli mendatang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dosen DK Digerebek Istri Sah di Indekos, Jabatan Wakil Dekan Dicopot

7 Mei 2026

Ini sosok yang membuat Anisa Tumanggor terjebak dunia malam dan narkoba

7 Mei 2026

Alasan HK Tega Bacok Kuli Bangunan di Surabaya, Marah Lihat Foto di HP Istri

6 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Rekomendasi wisata Karanganyar mulai Rp10 ribu, healing tanpa boros

7 Mei 2026

Hasil akhir Persik Kediri vs Arema FC: Gol telat tak cukup, Singo Edan kalah 2-3

7 Mei 2026

5 Toko Oleh-Oleh Haji Murah dan Lengkap di Jogja

7 Mei 2026

Bayern Tahan PSG? Gosip Ini Jadi Kunci Pertandingan

7 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?