Xavi Simons Absen di Piala Dunia 2026 Akibat Cedera ACL
Gelandang Tottenham, Xavi Simons, mengakhiri musim ini lebih awal setelah mengalami cedera ligamen anterior cruciate (ACL) pada lutut kanannya. Cedera tersebut memaksa pemain berusia 23 tahun itu untuk menjalani operasi dan masa rehabilitasi yang diperkirakan memakan waktu antara 6 hingga 12 bulan. Akibatnya, ia tidak akan bisa membela timnas Belanda di Piala Dunia 2026.
Xavi Simons mengalami cedera saat bertabrakan dengan bek Wolves, Hugo Bueno, dalam pertandingan pekan ke-34 Liga Inggris di Molineux Stadium pada Sabtu (25/4). Meskipun sempat berdiri setelah insiden tersebut, ia terjatuh kembali dan akhirnya harus ditandu keluar lapangan oleh tim medis. Klub Tottenham mengonfirmasi bahwa cedera yang dialaminya adalah robekan pada ACL lutut kanan.
“Kami mengkonfirmasi bahwa Xavi Simons mengalami robekan pada Anterior Cruciate Ligament (ACL) di lutut kanannya,” bunyi pernyataan klub Tottenham, Senin (27/4/2026). “Pemain berusia 23 tahun itu mengalami cedera tersebut pada babak kedua pertandingan Liga Inggris melawan Wolves.”
Setelah operasi, Xavi akan memulai masa rehabilitasi bersama tim medis klub. “Semua orang di Tottenham mengirimkan cinta dan dukungan kepada Xavi, kami akan bersamanya di setiap langkahnya,” tulis klub dalam pernyataannya.
Patah Hati di Tengah Mimpi yang Harus Berakhir
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 12 Juni mendatang sudah lama dinantikan oleh Xavi Simons. Ini adalah kesempatan kedua bagi pemain muda ini untuk tampil di ajang bergengsi tersebut setelah masuk dalam skuad De Oranje pada Piala Dunia 2022 lalu. Namun, pada saat itu, ia hanya mendapat sedikit kesempatan bermain dan terkadang menjadi penghias bangku cadangan.
Meski begitu, Xavi mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari UEFA Nations League hingga laga uji coba, ia jarang terlupakan oleh pelatih Ronald Koeman. Bahkan hingga laga uji coba Maret lalu saat melawan Norwegia dan Ekuador, ia selalu dipanggil.
Namun, kini mimpi itu harus berakhir. Cedera ACL membuatnya harus absen di Piala Dunia 2026. Dalam unggahan di media sosialnya, Xavi menyampaikan rasa patah hatinya. “Mereka bilang hidup bisa kejam dan hari ini terasa seperti itu. Musim saya telah berakhir secara tiba-tiba dan saya hanya mencoba untuk mencernanya. Jujur, saya patah hati. Semua ini tidak masuk akal. Yang selalu saya inginkan hanyalah berjuang untuk tim saya dan sekarang kemampuan untuk melakukan itu telah direbut dari saya… bersamaan dengan Piala Dunia.”
Ia juga menambahkan, “Mewakili negara saya musim panas ini baru saja berlalu. Butuh waktu untuk berdamai dengan ini, tetapi saya akan terus menjadi rekan satu tim terbaik yang saya bisa. Saya tidak ragu bahwa bersama-sama kita akan memenangkan pertarungan ini.”
Xavi diperkirakan akan menjalani rehabilitasi selama 6–12 bulan. Sementara itu, Belanda akan menghadapi Jepang, Swedia, dan Tunisia dalam penyisihan Grup F Piala Dunia 2026.
Pemain Tottenham yang Terus Mengalami Cedera
Cederanya Xavi Simons juga memperparah daftar pemain Tottenham yang terkena cedera parah. Sebelumnya, Radu Dragustin mengalami cedera ACL pada Januari 2025, disusul James Maddison (MCL) pada Mei 2025. Dejan Kulusevski juga mengalami cedera patella di waktu yang sama.
James Maddison sempat kembali ke lapangan, namun pada Agustus 2025 saat pramusim ia mengalami cedera ACL dan belum kembali sampai saat ini. Pemain lain seperti Wilson Odobert juga mengalami cedera ACL pada Februari 2026.
Selain itu, Dominic Solanke mengalami masalah di pergelangan kakinya pada Agustus 2025 dan baru bisa kembali pada Januari 2026. Lalu, Mohammed Kudus mengalami cedera paha pada Januari 2026. Ia pulih pada Maret 2026, namun hanya bertahan sekitar 10 hari sebelum kambuh pada April 2026 dan akhirnya mengakhiri musim lebih awal daripada rekan-rekannya.
Dengan segala permasalahan cedera yang terjadi, Tottenham kini harus melewati tantangan berat untuk bertahan di Liga Inggris. Tim berjuluk The Lilywhites itu berada di peringkat 18 klasemen Liga Inggris, hanya selisih 2 angka dengan West Ham yang berada di zona aman. Akankah tim yang kini dibesut Roberto De Zerbi mampu bertahan di Premier League? Atau untuk pertama kalinya degradasi setelah 49 tahun?



