Semangat Bonek yang Tak Pernah Padam
Pada pertandingan penting Persebaya Surabaya melawan Arema FC di Derbi Jawa Timur, semangat suporter kembali menggema meskipun tidak ada penonton di stadion. Dukungan dari Bonek terasa lebih dalam dan menyentuh karena mereka memberikan pesan penuh emosi dan harapan besar kepada para pemain.
Atmosfer menjelang laga pekan ke-30 Super League musim 2025/2026 berbeda dari biasanya. Meski tribun kosong, tensi pertandingan tetap tinggi. Bagi Bonek, pertandingan ini bukan sekadar derbi biasa, tetapi sebuah “pesta” yang harus dirayakan dengan kemenangan dan kebanggaan.
Capo Ipul dalam video yang diunggah oleh fanbase @persebayafans.27 menyampaikan pesan yang langsung menyulut semangat dan menjadi simbol optimisme tanpa batas. Kalimatnya, “Pertandingan tanggal 28 adalah bukan derbi, tapi party,” menjadi motivasi bagi para pemain.
Pesan tersebut bukan hanya slogan, tetapi suntikan moral bagi para pemain Persebaya Surabaya. Mereka harus tampil tanpa dukungan langsung dari tribun akibat kebijakan pertandingan tanpa penonton. Laga kandang Arema FC dipindahkan ke Bali karena tidak mendapatkan izin keamanan dari kepolisian. Situasi ini membuat atmosfer berubah, namun tensi pertandingan dipastikan tetap tinggi.
Dalam kondisi seperti ini, kekuatan mental pemain menjadi faktor utama penentu hasil akhir. Dukungan dari Bonek di luar stadion pun diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi skuad Green Force.
“Kalian harus bermain happy, kalian harus bahagia. Tidak ada kata menyerah! Ingat, Surabaya dibentuk dari Kota Pahlawan, bukan kota pecundang!” lanjut Capo Ipul dengan penuh semangat. Kalimat itu menggambarkan betapa besar harapan yang disematkan kepada para pemain. Tidak hanya soal menang, tetapi juga soal menjaga harga diri dan identitas klub.
Persebaya Surabaya datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan atas Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate, menjadi modal penting untuk menjaga momentum positif. Francisco Rivera dan rekan-rekannya tampil solid dan efektif. Permainan kolektif yang rapi menjadi kunci keberhasilan meraih tiga poin penting.
Namun, Arema FC bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Tim berjuluk Singo Edan itu baru saja menahan imbang pemuncak klasemen Persib Bandung di kandang mereka. Hasil tersebut menjadi bukti jika Arema FC memiliki kualitas untuk menyulitkan siapa pun. Termasuk Persebaya Surabaya yang tengah berusaha menembus papan atas klasemen.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memilih fokus pada kondisi internal tim. Ia menegaskan pentingnya pemulihan pemain sebelum menentukan strategi terbaik. “Kita akan melihat perkembangan kondisi para pemain terlebih dahulu. Kita akan lihat siapa pemain yang paling siap, dan kita akan menganalisis permainan lawan kita,” ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal itu juga tidak menutup mata terhadap kekuatan lawan. Namun, ia tetap percaya timnya mampu memberikan kejutan jika tampil maksimal. “Kami juga merupakan tim yang kuat. Kita bisa memberikan kejutan jika bermain seperti pada pertandingan melawan Malut,” tegasnya.
Saat ini, Persebaya Surabaya berada di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 45 poin. Sementara Arema FC menempati peringkat ke-10 dengan 39 poin. Perbedaan posisi ini membuat laga semakin menarik untuk disaksikan. Kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk mengamankan posisi di akhir musim.
Di tengah situasi tersebut, pesan Bonek kembali menjadi pengingat penting bagi para pemain. Sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan soal kebanggaan dan identitas. “Sepak bola bukan lagi soal pekerjaan, tapi soal hati, harga diri, dan logo besar yang kalian pakai harus kalian tahu kan di lapangan, jangan buat kami kecewa!” tegas Capo Ipul.
Pesan itu memperlihatkan ikatan emosional kuat antara suporter dan klub. Sebuah hubungan yang tak bisa digantikan oleh apa pun, bahkan oleh kehadiran fisik di stadion. Bonek juga menekankan pentingnya kekompakan tim di dalam lapangan. Mereka berharap ruang ganti menjadi tempat lahirnya kekuatan kolektif yang solid.
“Perjuangan, kemenangan, itu lahir dari ruang ganti. Ciptakan ruang ganti yang chemistry-nya tersolid! Lupakan semua, tidak ada individu, semua bermain tim!” lanjutnya. Seruan itu seolah menjadi alarm bagi para pemain agar tidak bermain egois. Dalam laga sebesar derbi, kerja sama tim menjadi kunci utama meraih kemenangan.
Tak hanya itu, pesan penuh makna juga disampaikan terkait semangat juang khas arek Surabaya. Militansi dan keberanian menjadi identitas yang harus ditunjukkan di lapangan. “Saya ingin kalian bermain solid, fokus, hindari kesalahan-kesalahan yang mendasar. Bertarunglah dengan spartan dan militansi sebagai arek-arek Surabaya!” katanya lagi.
Menariknya, Bonek menegaskan kehadiran mereka bukan sekadar bentuk dukungan biasa. Ada nilai harga diri yang melekat dalam setiap dukungan yang diberikan. “Kami hadir di sini bukan soal kecintaan, tapi melebihi hal itu. Karena kami hadir di sini untuk sebuah harga diri, Persebaya!” ucapnya.
Pesan itu menjadi penutup yang sarat makna sekaligus tekanan moral bagi para pemain. Kemenangan bukan hanya soal poin, tetapi tentang menjaga kehormatan klub. “Di mana kaki kau injak, di situ langit kau junjung. Begitu juga simbol kebanggaan kita, Persebaya Surabaya!” tutupnya.
Dengan semangat tersebut, laga Derbi Jawa Timur kali ini terasa lebih dari sekadar pertandingan biasa. Tanpa penonton pun, atmosfer emosional tetap terasa membara. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Persebaya Surabaya menjawab harapan besar itu. Apakah “pesta” yang dijanjikan Bonek benar-benar akan terwujud di Bali.



