Jamaah Haji Indonesia Antre di Lantai Dua Masjid Nabawi
Puluhan ribu jamaah dari berbagai negara menghadiri salat Jumat perdana di Masjid Nabawi, yang terletak di Kota Madinah, Arab Saudi. Acara ini digelar pada hari Jumat (24/4/2026) dan menjadi momen penting bagi para jamaah haji. Lantai satu masjid sudah penuh sejak pukul 10.00 WITA, sementara jamaah diarahkan ke lantai dua mulai pukul 10.30 WITA.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman, memberikan imbauan kepada jamaah haji Indonesia agar berangkat lebih awal agar bisa mendapatkan tempat salat di dalam masjid. Ia menyarankan agar jamaah tiba sekitar pukul 10.00 atau 10.30 WITA. Tujuannya adalah agar jamaah tidak ketinggalan dan bisa memperoleh tempat yang nyaman untuk salat.
“Masjid Nabawi itu pukul 11 sudah penuh,” ujarnya. “Jadi bagi jamaah yang akan melakukan salat di Masjid Nabawi perdana, imbauan kami berangkat mungkin sekitar jam 10 atau 10.30.”
Selain itu, ia juga menyarankan agar jamaah melakukan wudhu dari hotel. Hal ini dilakukan karena dikhawatirkan jika berwudhu di area masjid, jamaah bisa tertinggal atau terpisah dari rombongan.
Persiapan Menghadapi Cuaca Panas
Cuaca panas saat menuju Masjid Nabawi menjadi perhatian khusus. Untuk menghindari dehidrasi, Khalilurrahman menyarankan agar jamaah membawa air minum dan mengonsumsinya secara perlahan. Ia menjelaskan, “Minum tiga sekali, teguk dikit-dikit ya setiap 20 sampai 30 menit agar tidak dehidrasi.”
Selain air minum, jamaah juga diminta membawa alat pelindung diri seperti payung, masker, semprotan, dan sandal. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri dari terik matahari yang cukup intens.
Peringatan tentang Sandal
Sandal menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Para jamaah haji Indonesia diminta untuk tidak menyimpan sandal di loker penyimpanan. Mereka disarankan untuk memasukkan sandal ke dalam kantong plastik dan membawanya ke dalam tas. Alasannya adalah karena jumlah pintu masuk Masjid Nabawi cukup banyak, sehingga risiko sandal tertinggal sangat tinggi.
“Jika terlupa, jamaah haji diimbau tidak segera keluar dari Masjid Nabawi. Mereka bisa mendatangi petugas haji yang selalu bersiaga di sekitar masjid dan meminta sandal,” kata Khalilurrahman. Petugas di area Masjid Nabawi memiliki stok sandal yang bisa diberikan kepada jamaah yang membutuhkan.
Kebersamaan dan Identitas Diri
Khalilurrahman juga meminta para jamaah haji untuk bergerak secara berkelompok saat ingin salat Jumat di Masjid Nabawi. Ia menyarankan agar jamaah bergerak dalam kelompok minimal 10 orang agar dapat saling membantu dan tidak kehilangan arah.
Selain itu, jamaah diminta untuk selalu membawa identitas diri seperti kartu nusuk dan kartu hotel. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengawasan dan bantuan jika diperlukan.
Meminta Bantuan Petugas Haji
Terakhir, Khalilurrahman meminta para jamaah haji Indonesia agar tidak sungkan meminta bantuan kepada petugas haji yang ada di lapangan. Ia menjelaskan bahwa banyak petugas yang menggunakan seragam haji dan siap membantu jamaah.
“Jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada petugas. Banyak petugas yang menggunakan seragam seperti ini. Jadi jangan sungkan untuk minta bantuan kepada petugas,” ujarnya.



