Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Arsenal Terpuruk di Puncak Klasemen, Bayang-Bayang Kegagalan Juara Menghantui
    Olahraga

    Arsenal Terpuruk di Puncak Klasemen, Bayang-Bayang Kegagalan Juara Menghantui

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 April 2026No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Arsenal Kembali Diambang Trauma, Kesempatan untuk Membalikkan Nasib

    Seolah mengulang cerita yang sama, Arsenal kembali berada di posisi yang menantang musim ini. Mereka memimpin klasemen Liga Inggris selama beberapa bulan, tetapi kini terancam kembali menjadi runner-up. Dalam lima musim terakhir, Arsenal sering kali berada di puncak klasemen pada waktu Natal, namun gagal meraih gelar juara. Trauma kegagalan ini kembali menghantui mereka.

    Pada musim 2022/2023 dan 2023/2024, Manchester City menjadi penyebab utama kegagalan Arsenal. Musim ini, “hantu” yang sama kembali muncul. Keunggulan sembilan poin Arsenal di puncak klasemen tiba-tiba menguap setelah kemenangan City atas Burnley. Skor akhir 1-0 membuat City menyamai poin Arsenal dengan produktivitas gol yang lebih baik, sehingga menggeser posisi mereka di puncak klasemen sementara.

    Kekalahan ini juga membuat Arsenal mengalami dua kekalahan dari City dalam waktu empat hari. Sebelumnya, mereka kalah 1-2 di Etihad Stadium. Empat hari kemudian, City kembali membawa pulang tiga poin dari kandang Burnley. Meski hanya menang tipis, rasa sakit yang dirasakan Arsenal semakin dalam karena skor itu telah menggeser mereka dari puncak klasemen.

    Ironisnya, musim ini bisa dibilang bukan tahun terbaik bagi Pep Guardiola. Setelah kesuksesan treble winners musim lalu, City lebih fokus meregenerasi skuadnya. Banyak pemain kunci seperti Ederson, Kevin De Bruyne, Joao Cancelo, Kyle Walker, Ilkay Gundogan, Jack Grealish, Riyad Mahrez, dan Julian Alvarez sudah tidak lagi menjadi pemain reguler. Hanya tersisa Erling Haaland, Ruben Dias, dan John Stones yang masih aktif, serta Rodri yang sedang cedera dan Bernardo Silva yang kurang lincah.

    Namun, di tengah situasi ini, Arsenal justru gagal memanfaatkan performa terbaik mereka. Mereka tak mampu menjauh dari kejaran lawan-lawannya saat menduduki puncak klasemen. Ini adalah sesuatu yang seharusnya bisa dilakukan tim sekelas mereka, seperti yang pernah ditunjukkan Liverpool pada musim 2019/2020 dan 2024/2025.

    Dua laga melawan Brentford dan Wolverhampton Wanderers yang berakhir seri pada pertengahan Februari menjadi sinyal akan goyahnya Arsenal. Sayangnya, tak ada perbaikan signifikan setelah itu, hingga datanglah final Piala Liga menghadapi City pada 22 Maret. Final ini awalnya digadang-gadang sebagai gerbang pembuka bagi Arsenal untuk meraih tiga trofi berikutnya, yakni Piala FA, Liga Inggris, dan Liga Champions. Namun, kenyataan berjalan sebaliknya. City keluar sebagai juara lewat dwigol Nico O’Reilly.

    Arsenal kembali terpukul saat disingkirkan Southampton dengan skor 1-2 di perempat final Piala FA. Dua gelar melayang dalam sepekan, dan yang hilang bukan hanya trofi, melainkan juga kepercayaan diri. Dua kekalahan di dua kompetisi domestik itu menjadi penanda bahwa mental juara Arsenal kian layak dipertanyakan.

    Setelah itu, The Gunners ditekuk Bournemouth dan City di Liga Inggris. Mereka cuma sedikit tersenyum karena mengeliminasi Sporting CP di perempat final Liga Champions dengan cara kurang meyakinkan. Dari semula digadang-gadang sebagai kandidat terkuat peraih quadruple, Arsenal kini justru berdiri di ambang musim tanpa trofi.

    April, Bulan Paling Dibenci Arsenal

    Jika ditanya bulan apa yang paling dibenci Arsenal era Mikel Arteta, jawabannya nyaris pasti: April. Di bulan inilah mereka kerap kehabisan bensin, dan bersama itu, peluang meraih gelar ikut menguap. Musim pun berakhir dengan tangan kosong, menyisakan penyesalan yang terasa seperti pengulangan tanpa akhir.

    Catatan The Athletic menguatkan gambaran itu. Sejak Arteta menangani Arsenal pada Desember 2019, banyak laga yang seharusnya bisa dimenangkan justru “gugur” di bulan ini. Dari 26 pertandingan Liga Inggris sepanjang April, Arsenal menelan 15 hasil negatif: delapan kekalahan dan tujuh hasil imbang.

    Musim ini pun tak jauh berbeda. Arsenal membuka April dengan kekalahan 1-2 dari Bournemouth. Secara keseluruhan, mereka hanya meraih satu kemenangan dari lima pertandingan di semua kompetisi sepanjang bulan ini, dengan satu-satunya kemenangan itu datang saat menghadapi klub asal Portugal Sporting.

    Masih Ada Peluang Plot Twist

    Satu hal yang pasti, dengan lima laga tersisa di Premier League, peluang terjadinya plot twist masih sangat terbuka. Perebutan gelar musim ini bisa saja berakhir plot twist atau memutarbalikkan ekspektasi banyak penggemar sepak bola. Apalagi, gelar juara musim ini sangat mungkin ditentukan oleh selisih gol atau pun produktivitas gol, setelah saat ini, kedua tim memiliki statistik identik, dengan 21 kemenangan, tujuh imbang, dan lima kekalahan.

    Dengan aturan di Liga Inggris yang menentukan tim peringkat terbaik dengan selisih gol dan produktivitas gol, bukan rekor pertemuan, penting bagi kedua tim untuk tak hanya menang di lima laga tersisa, namun juga dituntut membawa tiga poin penuh dengan banyak gol.

    Dimulai dari laga malam ini pukul 23.30 WIB di kandang melawan Newcastle United yang tengah menelan tiga kekalahan beruntun di liga. Arsenal tak punya pilihan selain meraih kemenangan meyakinkan. Kemenangan besar bukan hanya mengantar mereka kembali ke puncak klasemen, tetapi juga memberi tekanan kepada City, yang pada hari yang sama harus menghadapi semifinal Piala FA melawan Southampton di Stadion Wembley pukul 23.15 WIB.

    Setelah selesai menghadapi Newcastle, tantangan Arsenal akan berlanjut melawan tim peringkat 12 Fulham (H), tim yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi West Ham United (A), tim yang sudah terdegradasi Burnley (H), dan juga semifinalis Liga Konferensi Eropa Crystal Palace (A).

    Jadwal Arsenal di atas kertas lebih mudah daripada City yang masih akan berhadapan dengan dua tim semifinalis kompetisi Eropa, Crystal Palace (H) dan Aston Villa (H). Tiga laga lainnya, City akan melawan tim-tim yang berambisi tampil di Eropa musim depan, Everton (A), Brentford (H), dan Bournemouth (A).

    Dalam situasi ini, City tentu lebih diunggulkan, terutama karena pengalaman mereka mampu melewati tekanan seperti di musim-musim sebelumnya. Bagi Arsenal, yang terpenting saat ini adalah menanamkan keyakinan bahwa peluang juara belum tertutup, bahkan masih terbuka lebar. Jika mereka ingin membuktikan diri layak menjadi juara sekaligus mengubah mentalitas untuk musim-musim berikutnya, inilah momennya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?