Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 15 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Bukan Tiongkok! Ini Pemilik Utang AS Terbesar yang Tembus US$39 Triliun
Ekonomi

Bukan Tiongkok! Ini Pemilik Utang AS Terbesar yang Tembus US$39 Triliun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Utang Nasional Amerika Serikat yang Menembus 39 Triliun Dolar AS

Utang nasional Amerika Serikat (AS) kini mencapai angka fantastis sebesar 39 triliun dolar AS. Meskipun banyak orang masih percaya bahwa China adalah pemilik utang terbesar, data terbaru menunjukkan bahwa fakta tersebut justru berbeda. Pemegang utang terbesar ternyata berasal dari dalam negeri dan institusi keuangan lainnya.

Dana Pensiun dan Reksa Dana Jadi Pemegang Terbesar

Pemegang utang AS terbesar saat ini adalah dana pensiun dan reksa dana. Nilainya mencapai sekitar 6,6 triliun dolar AS atau setara 17 persen dari total utang nasional. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding kepemilikan China yang hanya sekitar 700 miliar dolar AS.

Obligasi pemerintah AS dianggap sebagai aset yang aman dan stabil. Dana pensiun membutuhkan instrumen investasi berisiko rendah agar dana para pensiunan tetap terjaga. Sementara itu, reksa dana sering kali menempatkan dana pada surat utang negara karena likuiditasnya tinggi dan lebih aman saat kondisi ekonomi tidak menentu.

Federal Reserve Lebih Besar dari Jepang, Inggris, dan China

Federal Reserve, bank sentral AS, memegang sekitar 4,4 triliun dolar AS dalam bentuk Treasury. Jumlah ini bahkan lebih besar daripada gabungan kepemilikan Jepang, Inggris, dan China sebagai tiga kreditur asing terbesar.

Federal Reserve bertugas menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan. Saat ekonomi menghadapi tekanan, mereka sering membeli obligasi pemerintah untuk menjaga likuiditas pasar. Langkah ini membantu menekan gejolak suku bunga dan menjaga kepercayaan investor terhadap ekonomi AS.

China Ternyata Hanya Berada di Belakang

Meski sering disebut sebagai pemilik utang AS, posisi China saat ini sebenarnya jauh lebih kecil dibanding masa lalu. China hanya memegang sekitar 700 miliar dolar AS atau sekitar 2% dari total utang AS. Angka ini bahkan masih di bawah Jepang yang memegang 1,2 triliun dolar AS dan Inggris sebesar 900 miliar dolar AS.

Perubahan ini menunjukkan bahwa ketergantungan AS terhadap China dalam pembiayaan utang sudah jauh berkurang. Investor domestik kini jauh lebih dominan dalam menopang kebutuhan pembiayaan pemerintah AS.

Pemerintah AS juga Berutang pada Dirinya Sendiri

Sebanyak 7,6 triliun dolar AS dari total utang ternyata masuk dalam kategori intragovernmental debt. Artinya, pemerintah AS memiliki utang kepada lembaga pemerintahnya sendiri, seperti Social Security Trust Fund dan berbagai dana kepercayaan lainnya. Jumlah ini setara sekitar 19% dari total utang nasional.

Contohnya, dana jaminan sosial yang berasal dari pajak masyarakat sebagian dibelikan obligasi pemerintah. Pemerintah lalu menggunakan dana itu untuk kebutuhan anggaran dan wajib mengembalikannya di masa depan.

Warren Buffett Jadi Pemegang Individu Terbesar

Di antara investor individu, nama Warren Buffett menjadi pemegang Treasury bills non-pemerintah terbesar melalui perusahaannya, Berkshire Hathaway. Nilainya mencapai sekitar 339 miliar dolar AS pada kuartal IV-2025.

Warren Buffett dikenal sebagai investor legendaris dengan gaya investasi yang sangat hati-hati. Ketika ia menaruh dana besar pada obligasi pemerintah jangka pendek, banyak pelaku pasar melihat itu sebagai sinyal penting. Pilihan ini biasanya dianggap sebagai langkah aman saat kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

Utang Besar Ini Berdampak ke Kehidupan Masyarakat

Amerika Serikat termasuk salah satu negara dengan rasio utang terhadap PDB tertinggi di dunia. Bahkan utangnya bertambah sekitar 1 triliun dolar AS setiap tiga bulan. Pertumbuhan utang secepat ini tentu membawa dampak besar terhadap anggaran negara dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Saat utang naik, pemerintah harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk membayar bunga. Akibatnya, anggaran untuk infrastruktur, pertahanan, pendidikan, dan program sosial bisa tertekan. Suku bunga pinjaman rumah, kartu kredit, dan kredit usaha juga bisa ikut naik sehingga beban masyarakat menjadi lebih berat.

Fakta terbaru menunjukkan bahwa China bukan lagi pemilik terbesar utang AS. Pemegang terbesar justru berasal dari dalam negeri sendiri, terutama dana pensiun, reksa dana, dan Federal Reserve. Kondisi ini membuktikan bahwa pembiayaan utang AS sangat bergantung pada investor domestik dan sistem internal pemerintahnya.

Meski begitu, angka utang yang terus membengkak tetap menjadi perhatian besar karena bisa memengaruhi ekonomi global. Buat kamu yang mengikuti isu ekonomi dunia, memahami siapa pemilik utang AS membantu melihat bagaimana kekuatan finansial global sebenarnya bekerja.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?