Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 3 November 2026
Trending
  • Rangkuman Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Bab 2 Kurikulum Merdeka: Taking Trips
  • 6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS
  • Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak
  • Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT
  • Prediksi skor Yokohama F Marinos vs Sanfrecce Hiroshima: statistik dan head-to-head di J League
  • Prediksi skor Fulham vs Crystal Palace: The Cottagers lolos lewat adu penalti
  • Krisis Listrik Bayangi Ambisi Pusat Data Malaysia
  • Cicilan Motor DP 0% Diperpanjang hingga 2027, Ini Simulasi Lengkapnya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Banjir Pergoyang Kabupaten Bandung, Ahli Kritik Kegagalan Pengelolaan, Minta Bentuk Lembaga Khusus DAS Citarum
Nasional

Banjir Pergoyang Kabupaten Bandung, Ahli Kritik Kegagalan Pengelolaan, Minta Bentuk Lembaga Khusus DAS Citarum

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 April 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Banjir di Kabupaten Bandung: Bukan Hanya Masalah Cuaca

Banjir yang kembali mengancam wilayah Kabupaten Bandung pada tahun 2026 tidak lagi bisa disebut sebagai dampak dari cuaca ekstrem semata. Sejumlah faktor struktural, baik alami maupun akibat tindakan manusia (antropogenik), dinilai menjadi penyebab utama berulangnya bencana hidrologi di kawasan Bandung Raya.

Beberapa faktor seperti alih fungsi lahan, sistem drainase yang buruk, hingga koordinasi antar wilayah yang lemah disebut memperparah kondisi, terutama di wilayah tengah hingga hilir seperti Kabupaten Bandung yang sering menjadi “penampung” limpasan air dari daerah hulu.

Direktur Jamparing Institut Pemerhati Kebijakan Pemerintah, Dadang Risdal Aziz, menegaskan bahwa banjir di Bandung Raya mencerminkan kegagalan dalam tata kelola lingkungan dan perencanaan wilayah yang tidak terintegrasi.

“Ya, belum terciptanya koordinasi yang baik lintas wilayah Bandung Raya. Terbukti dari fenomena kiriman air yang melibatkan kawasan hulu seperti Sumedang dan sebagian Kota Bandung, sehingga Kabupaten Bandung yang berada di zona tengah-hilir harus menanggung limpasan air yang begitu deras,” ujarnya dalam sebuah diskusi kebijakan belum lama ini.

Faktor Penyebab Banjir Kian Kompleks

Selain intensitas hujan tinggi, sejumlah faktor krusial turut memperparah risiko banjir di Kabupaten Bandung. Alih fungsi lahan dari kawasan hutan menjadi permukiman dan industri mengurangi daya serap air secara signifikan. Dampaknya, limpasan permukaan meningkat drastis saat hujan turun.

Di sisi lain, kondisi drainase yang buruk mulai dari penyempitan saluran, sedimentasi, hingga tumpukan sampah—membuat aliran air tersendat dan mudah meluap ke permukiman warga.

Tak kalah penting, pendangkalan sungai seperti di Sungai Citarum akibat sedimentasi dan aktivitas manusia juga mengurangi kapasitas tampung air. Saat debit meningkat, luapan tak terhindarkan.

Masalah tata ruang pun menjadi sorotan. Pembangunan di kawasan rawan banjir, termasuk bantaran sungai dan dataran rendah, dinilai meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap genangan.

Selain itu, fenomena penurunan muka tanah (land subsidence) di sejumlah titik akibat eksploitasi air tanah dan beban bangunan turut memperburuk kondisi. Ditambah lagi, keterbatasan infrastruktur pengendali banjir seperti kolam retensi dan tanggul membuat daya tahan wilayah semakin lemah saat hujan ekstrem terjadi.

Solusi Tak Cukup di Hilir, Hulu Harus Dibenahi

Risdal menilai, upaya penanganan banjir yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung selama ini kerap tidak membuahkan hasil optimal karena hanya berfokus pada wilayah hilir.

“Kondisi ini mendefinisikan bahwa solusi tidak cukup hanya di kawasan tengah-hilir. Upaya yang dilakukan Pemkab Bandung seakan tidak berarti, meski bupati telah berjibaku mengantisipasinya,” tegasnya.

Menurutnya, penyelesaian banjir harus dilakukan secara menyeluruh berbasis daerah aliran sungai (DAS), dengan melibatkan seluruh kepala daerah di Bandung Raya.

Desakan Bentuk Lembaga Khusus Penanganan Banjir

Lebih jauh, Risdal mendesak adanya langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengoordinasikan penanganan banjir lintas wilayah secara terpadu.

Ia menilai, peran pemerintah provinsi dan otoritas teknis seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menjadi krusial dalam menyatukan kebijakan berbasis DAS, bukan sekadar batas administratif.

“Gubernur harus turun tangan, mengoordinasikan pembentukan lembaga formal dengan mandat yang jelas, target kinerja, dan tentu anggaran bersama. Tanpa kelembagaan formal, biasanya hasil pembahasan hanya berakhir di atas meja rapat tanpa aksi berkelanjutan,” ujarnya.

Risdal juga menyoroti bahwa persoalan banjir di Bandung Raya sejatinya bukan karena kekurangan program, melainkan lemahnya integrasi kebijakan dan implementasi di lapangan.

“Banyak program yang parsial dan tidak terintegrasi. Perencanaan wilayah tidak sinkron karena berbagai kepentingan, serta implementasi regulasi yang lemah,” katanya.

Kunci: Integrasi dan Tata Kelola Berbasis DAS

Ia menegaskan, kunci utama penanganan banjir terletak pada integrasi koordinasi lintas wilayah dengan pendekatan berbasis DAS, pembagian peran yang jelas antara hulu, tengah, dan hilir, serta pengawasan publik yang kuat.

“Kalau penanganannya masih parsial, semua hanya akan jadi solusi tambal sulam dan banjir akan terus berulang,” pungkasnya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Krisis Listrik Bayangi Ambisi Pusat Data Malaysia

2 November 2026

Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak

2 November 2026

Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT

2 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Rangkuman Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Bab 2 Kurikulum Merdeka: Taking Trips

3 November 2026

6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS

2 November 2026

Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak

2 November 2026

Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT

2 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?