Mengenal Orangtua Lebih Dalam Melalui Film
Orangtua memang tidak selamanya sempurna di mata anak. Terutama saat kita mulai beranjak dewasa dan mulai memahami dunia kerja. Ada kalanya rasa kesal ini muncul, membuat kita dipenuhi amarah dan keinginan untuk memberontak. Namun, sebelum mengambil keputusan yang bisa berdampak jangka panjang terhadap hubungan dengan orangtua, coba tonton beberapa film yang bisa membuka wawasan baru tentang mereka.
Berikut adalah lima film yang mungkin bisa menjadi panduan untuk memahami peran orangtua dalam kehidupan kita:
1. Lonely Heart (1985)
Lonely Heart adalah kisah Hiroki, seorang siswa SMA yang cukup bandel. Salah satu faktornya mungkin karena orangtuanya tidak benar-benar memahaminya. Ibunya hanya menuntut, sementara ayahnya sibuk dengan pekerjaannya. Suatu hari, saat sedang mengintip teman sekelas yang ia taksir lewat kameranya, sesosok perempuan muda berwajah pucat muncul di hadapannya. Menariknya, hanya dia yang bisa melihat sosok itu. Siapa sangka, sosok itulah yang mengajarkan Hiroki tentang cinta sejati sekaligus membuatnya lebih mengenal ibunya. Ini salah satu film coming of age Jepang klasik yang wajib ditonton.
Genre: drama, coming of age, komedi
Pemain: Toshinori Omi, Yasuko Tomita
Sutradara: Nobuhiko Obayashi
2. Petite Maman (2021)

Film ini mengikuti pertemuan epik antara bocah perempuan bernama Nelly dengan sosok misterius. Semua bermula dari perjalanan Nelly bersama kedua orangtuanya ke rumah nenek yang baru meninggal. Saat orangtuanya sibuk mengemas barang, Nelly dibiarkan bermain di hutan dekat rumah. Di sanalah ia bertemu bocah yang mirip dengannya. Setelah menghabiskan waktu bersama bahkan bertemu dengan orangtua teman barunya itu, Nelly akhirnya sadar bahwa bocah itu adalah ibunya sendiri saat masih seusianya.
Genre: melodrama, fantasi
Pemain: Gabrielle Sanz, Josephine Sanz
Sutradara: Celine Sciamma
3. Everything Everywhere All At Once (2022)

Siapa sangka Everything Everywhere All At Once (EEAO) ternyata adalah eksplorasi konflik keluarga. Ya, duo Daniel mencoba menjelajahi kompleksnya relasi ibu dan anak imigran Asia di Amerika Serikat yang memiliki nilai dan aspirasi berbeda. Semua bermula dari momen ketika Evelyn harus melaporkan pajak usahanya, tetapi tiba-tiba ia berpindah ke semesta lain sebagai sosok lain. Namun, satu hal yang sama adalah ia dikejar-kejar oleh sesosok antagonis yang tak lain adalah putrinya sendiri.
EEAO berhasil memotret konflik antargenerasi dari dua sisi sekaligus. Bikin penontonnya terdorong melakukan kontemplasi.
Genre: drama, fantasi, sains-fiksi
Pemain: Michelle Yeoh, Ke Huy Quan
Sutradara: Daniel Scheinert, Daniel Kwan
4. Tokyo Story (1956)

Jika kamu merasa kesal dengan orangtua yang dianggap kolot, coba tonton Tokyo Story karya Yasujiro Ozu. Kamu akan dipaksa melihat sesuatu dari kacamata orangtua. Tepatnya, lewat perjalanan pasangan suami istri dari Hiroshima ke Tokyo untuk mengunjungi anak-anak mereka yang sudah dewasa dan berkeluarga. Datang tulus hanya untuk mengetahui kabar mereka, keduanya justru mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan. Meskipun tidak secara gamblang, tipikal budaya Jepang yang suka menyembunyikan emosi sejati, tetapi mereka bisa merasakannya dari gelagat dan cara anak-anak mereka menghindar.
Genre: drama
Pemain: Chishū Ryū, Chieko Higashiyama
Sutradara: Yasujiro Ozu
5. Big Fish (2003)

Sejak menikah, Will menjauh dari ayahnya yang menurutnya mulai tidak waras. Sampai ia dipaksa untuk bertemu lagi dengan ayahnya saat beliau didiagnosa kanker. Sang ayah masih sama, suka menceritakan dongeng dan berbagi cerita yang menurut Will terlalu berlebihan. Suatu hari, Will mencoba membuktikan sendiri seberapa akurat “bualan” ayahnya itu dan di situlah beberapa fakta mencengangkan terungkap.
Genre: drama, fantasi
Pemain: Ewan McGregor, Albert Finney
Sutradara: Tim Burton
Mencoba melihat satu konflik dari kacamata orang lain memang sebuah keterampilan yang harus diasah. Selain lewat pengalaman, film dan buku yang menawarkan cerita bisa juga menjadi alternatifnya. Tak percaya? Tonton kelima film di atas saat kamu kesal sama orangtua, deh.



