Persaingan Sengit di Papan Atas Liga Italia
Persaingan di papan atas Liga Italia atau Serie A semakin ketat menjelang pekan-pekan krusial musim 2025/2026. Banyak pertandingan penting yang berlangsung memberikan dampak signifikan terhadap klasemen, khususnya dalam perburuan posisi empat besar dan zona aman dari degradasi. Empat tim teratas akan berhak tampil di Liga Champions musim berikutnya, sehingga menjadi target utama bagi klub-klub besar seperti Juventus dan Milan.
Di sisi lain, tim-tim di papan bawah sedang berjuang keras untuk menghindari degradasi ke Serie B. Berikut adalah hasil pertandingan Serie A pekan ke-33:
Juventus 2-0 Bologna: Gol Cepat Jadi Pembeda di Turin
Pertandingan antara Juventus melawan Bologna digelar di Allianz Stadium, Turin. Juventus berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 berkat gol cepat Jonathan David dan tambahan gol dari Khephren Thuram.
Sejak awal laga, Bologna tampil agresif. Namun, Juventus justru mencetak gol cepat hanya dalam waktu 110 detik. Jonathan David menyundul umpan silang Pierre Kalulu dari jarak dekat dan mengarahkan bola ke sudut bawah gawang.
Gol ini menjadi momen penting karena Bologna tidak kebobolan di babak pertama selama dua bulan terakhir di Serie A. Keunggulan ini memberikan kepercayaan diri bagi Juventus untuk mengontrol jalannya pertandingan.
Juventus sempat menambah gol melalui Francisco Conceicao pada menit ke-12, namun dianulir karena offside. Offside terjadi saat pemain berada lebih dekat ke gawang lawan dibandingkan bola dan pemain bertahan terakhir saat menerima umpan.
Bologna mencoba memberikan perlawanan melalui sejumlah peluang, termasuk tembakan jarak jauh Tommaso Pobega dan peluang dari Emil Holm yang membentur mistar gawang. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk Juventus.
Memasuki babak kedua, Juventus kembali menunjukkan efektivitas serangan. Pemain pengganti Khephren Thuram mencetak gol kedua dengan menyambut umpan silang Weston McKennie dari sisi kanan. Gol ini memastikan keunggulan Juventus menjadi 2-0.
Bologna sempat hampir mencetak gol balasan melalui Jonathan Rowe, namun bola hanya membentur tiang gawang. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tidak berubah. Kemenangan ini membuat Juventus menciptakan jarak lima poin di posisi keempat klasemen dan semakin dekat dengan tim peringkat kedua.
Penghormatan Emosional untuk Alex Manninger
Sebelum pertandingan Juventus vs Bologna dimulai, suasana haru menyelimuti stadion. Kedua tim memberikan penghormatan kepada mantan kiper mereka, Alex Manninger, yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada usia 48 tahun.
Sejumlah legenda Juventus seperti Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Claudio Marchisio, dan Antonio Chimenti membawa bunga serta kaus sebagai bentuk penghormatan. Para suporter juga turut menyanyikan lagu penghormatan. Momen ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang solidaritas dan kenangan terhadap sosok yang pernah berkontribusi dalam dunia olahraga.
Verona 0-1 Milan: Rabiot Bawa Rossoneri ke Posisi Kedua
Di pertandingan lain, AC Milan berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Verona di Stadio Marcantonio Bentegodi. Gol tunggal dalam pertandingan ini dicetak oleh Adrien Rabiot pada menit ke-41.
Gol tersebut tercipta melalui kerja sama apik dengan Rafael Leao, yang memberikan assist meskipun penampilannya masih dianggap belum konsisten. Rabiot berhasil merebut bola di lini tengah sebelum melakukan kombinasi satu-dua dengan Leao dan melepaskan tembakan yang tidak mampu dihentikan kiper Verona.
Meskipun hanya menang dengan selisih satu gol, hasil ini sangat penting bagi Milan karena mengangkat mereka ke posisi kedua klasemen sementara. Verona sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, termasuk melalui Rafik Belghali yang sempat berhadapan langsung dengan kiper Mike Maignan. Namun, peluang tersebut berhasil digagalkan.
Pertandingan ini juga sempat diwarnai insiden non-teknis berupa pelecehan rasis terhadap Mike Maignan, yang membuat protokol pertandingan diaktifkan. Dalam sepak bola, protokol ini digunakan untuk menangani insiden diskriminasi, termasuk penghentian sementara pertandingan. Hingga pertandingan berakhir, Milan mampu mempertahankan keunggulan dan membawa pulang tiga poin penting.
Pisa 1-2 Genoa: Comeback Penting Jauhi Zona Degradasi
Sementara itu, Genoa berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 2-1 atas Pisa di Arena Garibaldi. Pisa lebih dulu unggul melalui gol Simone Canestrelli yang memanfaatkan situasi bola mati dari sepak pojok.
Bola mati adalah situasi ketika permainan dimulai dari kondisi berhenti, seperti tendangan sudut atau tendangan bebas. Genoa kemudian menyamakan kedudukan melalui Jeff Ekhator setelah kerja sama tim yang baik di dalam kotak penalti. Gol ini menghidupkan kembali semangat tim tamu.
Di babak kedua, Genoa mendapatkan peluang emas melalui tendangan penalti setelah Canestrelli melakukan handball di dalam kotak penalti. Handball adalah pelanggaran ketika pemain menyentuh bola dengan tangan secara tidak sah. Lorenzo Colombo yang menjadi eksekutor berhasil mencetak gol dengan sempurna, memastikan Genoa berbalik unggul 2-1.
Pisa sempat mencoba bangkit dan menciptakan peluang, namun pertahanan Genoa mampu bertahan hingga akhir pertandingan. Kemenangan ini sangat krusial bagi Genoa dalam upaya menjauh dari zona degradasi, yaitu posisi terbawah klasemen yang berisiko turun ke divisi lebih rendah.
Hasil Pertandingan Pekan ke-33
- Sassuolo 2 – 1 Como
- Inter 3 – 0 Cagliari
- Udinese 0 – 1 Parma
- Napoli 0 – 2 Lazio
- Roma 1 – 1 Atalanta
- Cremonese 0 – 0 Torino
- Verona 0 – 1 Milan
- Pisa 1 – 2 Genoa
- Juventus 2 – 0 Bologna
Klasemen Liga Italia
- Inter – 78 Poin (33 Main, 25 Menang, 3 Seri, 5 Kalah, SG +49)
- Milan – 66 Poin (33 Main, 19 Menang, 9 Seri, 5 Kalah, SG +21)
- Napoli – 66 Poin (33 Main, 20 Menang, 6 Seri, 7 Kalah, SG +15)
- Juventus – 63 Poin (33 Main, 18 Menang, 9 Seri, 6 Kalah, SG +28)
- Como – 58 Poin (33 Main, 16 Menang, 10 Seri, 7 Kalah, SG +29)
- Roma – 58 Poin (33 Main, 18 Menang, 4 Seri, 11 Kalah, SG +17)
- Atalanta – 54 Poin (33 Main, 14 Menang, 12 Seri, 7 Kalah, SG +16)
- Bologna – 48 Poin (33 Main, 14 Menang, 6 Seri, 13 Kalah, SG +3)
- Lazio – 47 Poin (33 Main, 12 Menang, 11 Seri, 10 Kalah, SG +4)
- Sassuolo – 45 Poin (33 Main, 13 Menang, 6 Seri, 14 Kalah, SG -3)
- Udinese – 43 Poin (33 Main, 12 Menang, 7 Seri, 14 Kalah, SG -5)
- Torino – 40 Poin (33 Main, 11 Menang, 7 Seri, 15 Kalah, SG -17)
- Genoa – 39 Poin (33 Main, 10 Menang, 9 Seri, 14 Kalah, SG -6)
- Parma – 39 Poin (33 Main, 9 Menang, 12 Seri, 12 Kalah, SG -16)
- Fiorentina – 35 Poin (32 Main, 8 Menang, 11 Seri, 13 Kalah, SG -7)
- Cagliari – 33 Poin (33 Main, 8 Menang, 9 Seri, 16 Kalah, SG -14)
- Cremonese – 28 Poin (33 Main, 6 Menang, 10 Seri, 17 Kalah, SG -21)
- Lecce – 27 Poin (32 Main, 7 Menang, 6 Seri, 19 Kalah, SG -24)
- Verona – 18 Poin (33 Main, 3 Menang, 9 Seri, 21 Kalah, SG -33)
- Pisa – 18 Poin (33 Main, 2 Menang, 12 Seri, 19 Kalah, SG -36)



