Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»BPS Buka Rahasia Dampak Godzilla El Nino pada Inflasi dan Harga Pangan
Ekonomi

BPS Buka Rahasia Dampak Godzilla El Nino pada Inflasi dan Harga Pangan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) merespons fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat atau yang dikenal sebagai ‘Godzilla El Nino’ yang sedang menjadi perbincangan masyarakat. Fenomena ini berkaitan dengan prediksi musim kemarau yang lebih kering. Dampaknya dinilai bisa memengaruhi inflasi, terutama pada komponen volatile food.

“Dalam konteks ekonomi, ketika produksi tanaman yang dibutuhkan terganggu, jumlah produksi atau stok akan berkurang sementara permintaan tetap stabil. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga,” ujar Direktur Statistik Harga BPS Sarpono dalam acara Workshop Pemanfaatan Data Strategis BPS di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Sarpono menjelaskan bahwa secara teori, El Nino pasti memiliki pengaruh terhadap produksi pertanian. Namun, ia tidak menyimpulkan bahwa fenomena Godzilla El Nino akan secara pasti mengganggu produksi dan berdampak pada tingkat inflasi.

“Secara teori, tentu ada pengaruhnya. Tapi secara aktual, kita belum tahu sejauh mana dampaknya. Masih perlu penelitian lebih lanjut,” katanya.

Lebih lanjut, Sarpono menyarankan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dari Godzilla El Nino, khususnya terhadap volatile food atau komponen pangan yang memengaruhi inflasi.

“Ketika nanti ada kondisi El Nino, ini menjadi peringatan bagi pemerintah. Tingkat produktivitas kebutuhan pokok, terutama volatile food, mungkin perlu strategi seperti impor untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.

Fenomena Godzilla El Nino

Fenomena yang disebut ‘Godzilla El Nino’ kembali menjadi sorotan dalam proyeksi iklim 2026. Otoritas meteorologi memberi peringatan tentang potensi musim kemarau yang lebih kering, panjang, dan berdampak luas di Indonesia. Istilah ini merujuk pada kejadian El Nino dengan intensitas sangat kuat yang dapat memperparah kekeringan, krisis air, hingga gangguan produksi pangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang berada di atas kondisi normal. Pemanasan ini mengubah pola sirkulasi atmosfer global sehingga distribusi awan dan curah hujan bergeser.

Akibatnya, wilayah seperti Indonesia mengalami penurunan pembentukan awan dan hujan, sementara curah hujan meningkat di kawasan Pasifik. Istilah ‘Godzilla El Nino’ bukanlah fenomena baru, melainkan penggambaran untuk El Nino dengan kekuatan besar, termasuk salah satu yang terkuat sejak 1950.

Penyematan nama ‘Godzilla’ menggambarkan dampak masif dan destruktif, terutama ketika fenomena ini terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Dalam kondisi tersebut, suhu permukaan laut di sekitar Sumatera dan Jawa mengalami pendinginan yang semakin menekan pembentukan awan hujan dan memperparah kekeringan.

Kombinasi El Nino kuat dan IOD positif berpotensi menciptakan kondisi kemarau yang datang lebih cepat, berlangsung lebih lama, dan lebih kering dari biasanya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi kondisi ini dapat terjadi di Indonesia pada periode April hingga Oktober 2026.

Prediksi Musim dan Dampak El Nino

Model prediksi musim menunjukkan sebagian besar wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur akan mengalami kemarau kering, sementara beberapa wilayah di Sulawesi, Maluku, dan Halmahera masih berpotensi menerima curah hujan relatif tinggi.

Dalam Rapat Koordinasi Kebakaran Hutan pada Senin (6/4/2026), Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kondisi iklim tahun 2026 secara umum mengarah pada situasi yang lebih kering dibandingkan normal. Ia mengatakan ada indikasi musim kemarau akan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.

Menurutnya, saat ini kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral. Namun, pada semester kedua 2026 diprediksi akan berkembang menuju El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat dengan peluang sekitar 50 hingga 80 persen.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” ujar Faisal pada awal pekan lalu.

Meski proyeksi saat ini mengarah pada El Nino lemah hingga moderat, kekhawatiran terhadap potensi “Godzilla El Nino” tetap muncul karena dinamika iklim global yang sulit diprediksi secara pasti. Dalam sejarahnya, El Nino kuat kerap memicu dampak signifikan di Indonesia, mulai dari kekeringan ekstrem, penurunan produksi pertanian, hingga peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upaya Mitigasi dan Pencegahan

Indikasi awal dampak tersebut mulai terlihat. Hingga awal April 2026, jumlah titik panas (hotspot) di Indonesia tercatat mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menjadi sinyal meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi potensi karhutla akan mulai meningkat di wilayah Riau pada Juni, kemudian meluas ke Jambi dan Sumatera Selatan, serta berlanjut ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan pada periode Juli hingga Agustus.

Kondisi lahan gambut yang mengering menjadi faktor utama yang memperbesar risiko tersebut. Sebagai langkah mitigasi, BMKG memperkuat pendekatan preventif melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), khususnya dengan metode pembasahan lahan atau rewetting.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga tinggi muka air tanah di lahan gambut agar tetap lembap dan tidak mudah terbakar. Selain itu, BMKG juga mengandalkan berbagai instrumen pemantauan seperti Fire Danger Rating System (FDRS) untuk memetakan tingkat kerawanan kebakaran, pemantauan hotspot dan sebaran asap, serta prediksi pertumbuhan awan hujan sebagai dasar intervensi. Diseminasi informasi peringatan dini dan evaluasi berkala terhadap efektivitas operasi juga terus diperkuat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?