Perubahan Formasi AC Milan untuk Menghadapi Udinese
AC Milan, yang selama musim ini terus menggunakan formasi 3-5-2, akhirnya akan beralih ke formasi 4-3-3 saat menghadapi Udinese. Perubahan ini dilakukan setelah tekanan besar dari kritik terhadap pelatih Massimiliano Allegri, yang dianggap tidak mampu menyesuaikan strategi tim dengan performa yang kurang memuaskan.
Performa Awal dan Tantangan di Akhir Musim
Sejak awal musim, Allegri terus memakai pola 3-5-2. Pada awalnya, formasi ini terlihat efektif karena Milan mampu bersaing untuk gelar scudetto dan berada di peringkat kedua klasemen. Bahkan, mereka berhasil menjalani 23 pertandingan tanpa kalah.
Namun, di fase akhir musim, performa Milan mulai menurun. Dalam enam pekan terakhir, kiper Mike Maignan kalah tiga kali, sehingga membuat Milan terlempar ke peringkat ketiga. Kritik terhadap Allegri semakin deras karena ia tetap memakai formasi 3-5-2 meskipun hasil dan performa tidak sesuai harapan.
Alasan Beralih ke Formasi 4-3-3
Allegri akhirnya memutuskan untuk beralih ke formasi 4-3-3 sebagai upaya untuk meningkatkan performa tim. Penyebab utamanya adalah lini depan Milan yang tampil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. Dalam enam laga terakhir, hanya satu penyerang AC Milan yang berhasil mencetak gol.
Para kritikus mendesak Allegri untuk segera mencoba formasi 4-3-3 dari awal pertandingan. Mereka percaya bahwa lawan-lawan Milan sudah bisa membaca cara mengatasi formasi 3-5-2. Oleh karena itu, AC Milan membutuhkan efek kejutan untuk meningkatkan performa sekaligus merotasi pemain.
Persiapan Tim untuk Pertandingan Melawan Udinese
AC Milan dianggap tidak akan kesulitan mengadaptasi formasi 4-3-3 karena memiliki pemain-pemain yang cocok dengan pola tersebut. Selama beberapa musim terakhir, skuad Milan dirancang untuk bisa bermain dalam formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3.
Dalam beberapa sesi latihan terakhir, Allegri telah mencoba formasi 4-3-3. Beberapa komposisi pemain juga terlihat berbeda, dengan variasi yang bisa digunakan oleh Milan. Maignan akan dibantu oleh Zachary Athekame di posisi bek kanan, Koni De Winter-Stahinja Pavlovic di tengah, dan Davide Bartesaghi di sisi kiri.
Matteo Gabbia yang kembali berlatih secara reguler bisa menjadi opsi lain untuk bek tengah. Luka Modric dan Adrien Rabiot tetap menjadi andalan di lini tengah, sedangkan Samuele Ricci kemungkinan besar akan masuk dalam starting XI.
Komposisi Lini Depan yang Dinanti
Allegri memiliki banyak pilihan untuk lini depan. Christian Pulisic bisa ditempatkan di sayap kanan, Rafael Leao di sisi kiri, dan salah satu dari Santiago Gimenez, Niclas Fullkrug, atau Christopher Nkunku di tengah. Jika Alexis Saelemaekers tidak kelelahan, dia bisa menjadi penyerang sayap kanan sementara Pulisic di sisi kiri dan Leao dipasang sebagai nomor 9.
Perkataan Allegri Sebelum Pertandingan
Allegri menyampaikan pendapatnya dalam jumpa pers sehari sebelum pertandingan. Ia menyatakan bahwa yang penting adalah memainkan pertandingan dengan sikap proaktif. Meski para penyerang Milan belum mampu mencetak gol, ia yakin bahwa Leao, Nkunku, Gimenez, Pulisic, Fullkrug, dan Saelemaekers memiliki kualitas tinggi.
Ia juga menyebut bahwa Udinese adalah tim yang melakukan pendekatan fisik dan sangat bagus dalam serangan balik. Oleh karena itu, AC Milan harus fokus pada permainan teknik yang baik dan terorganisasi selama 100 menit.



