Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang yang Menggegerkan
Kasus pernikahan sesama jenis yang terjadi di Kota Malang, Jawa Timur, kini menjadi sorotan publik. Di balik berita tersebut, sosok Intan Anggraeni (28) menjadi pusat perhatian setelah ia mengungkap pengalaman pahitnya dalam sebuah hubungan yang diduga disusupi penipuan identitas.
Intan mengaku tidak memiliki sedikit pun kecurigaan saat awal berkenalan dengan pasangannya, Erfastino Reynaldi Malawat atau Rey. Selama masa perkenalan, korban melihat sosok Rey sebagai seorang laki-laki yang memiliki penampilan dan perilaku seperti kebanyakan laki-laki pada umumnya. Hal ini membuat Intan percaya bahwa Rey adalah seorang pria.
Pernikahan siri yang dilangsungkan pada 3 April 2026 berjalan seperti biasa. Namun, fakta mengejutkan baru terungkap saat malam pertama. Intan menemukan kejanggalan pada tubuh “suaminya” yang ternyata merupakan seorang perempuan. Kejadian ini menimbulkan rasa trauma yang mendalam bagi korban.

Setelah mengetahui identitas asli Rey, Intan langsung melaporkan kasus dugaan penipuan identitas dan pemalsuan dokumen ke Polresta Malang Kota. Ia mengambil langkah hukum untuk mencari keadilan atas apa yang dialaminya. Dalam wawancaranya, Intan menjelaskan bagaimana Rey menggunakan modus yang cukup licik untuk memperdayainya.
Modus pelaku dimulai dengan janji-janji manis. Rey memberikan banyak harapan tentang kehidupan yang akan mereka jalani bersama. Misalnya, Intan sempat dijanjikan untuk tinggal di rumah mewah dan memiliki mobil Lamborghini yang telah dipesan oleh Rey. Janji tersebut dibuat agar korban merasa yakin dan percaya kepada pelaku.

Selain itu, Rey juga mengajak Intan untuk bepergian ke Thailand dan memaksa korban untuk segera membuat paspor sebelum pernikahan siri berlangsung. Bahkan, pelaku menyatakan rencana pernikahan di hotel bintang lima di Kota Malang dengan mengundang Ivan Gunawan sebagai MUA dan desainer pakaian. Tidak hanya itu, Rey juga menyebutkan akan mengundang beberapa artis ternama seperti Judika, Adela, hingga NDX AKA.
Intan mengaku tidak memiliki perasaan curiga saat itu. Ia merasa luluh karena Rey tampil percaya diri dan bahkan menunjukkan video di ponselnya yang menunjukkan pembelian mobil Lamborghini. Hal ini memperkuat keyakinannya bahwa Rey adalah seorang pria yang benar-benar ingin menikahinya.
Selain itu, pihak keluarga Intan juga tidak menaruh curiga ketika Rey mengatakan akan membeli rumah besar dekat rumah korban. Rumah tersebut rencananya akan digunakan sebagai tempat tinggal setelah pernikahan.
Namun, modus Rey terbongkar saat malam pertama. Intan menemukan bahwa “suaminya” menggunakan alat seperti alat kelamin buatan. Saat itu, Intan langsung menangis dan melapor ke orang tuanya. Mengetahui identitasnya terbongkar, Rey berdalih akan melakukan operasi kelamin sebelum akhirnya kabur.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan bahwa laporan dari Intan sudah diterima. Saat ini, kasus sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Korban kini mengalami trauma mendalam dan memilih menempuh jalur hukum setelah adanya ancaman dari pihak terlapor.



