Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 14 April 2026
Trending
  • Ramalan Zodiak Besok: Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer Sabtu 11 April 2026
  • Laga Hidup Mati Madura United vs Persik: Kekuatan Rakhmat Basuki untuk Hindari Degradasi
  • Allegri Pecahkan Kode 4-3-3, Ini Formasi AC Milan Lawan Udinese
  • BNN Minta Vape Dilarang, Penjual Banjarmasin Sebut Wacana Terburu-buru
  • Boni Hargens: TNI Jaga Stabilitas Ekonomi Akibat Perang
  • Fintech, Gaming, dan Omnichannel Jadi Andalan Baru Teknologi GOTO, BUKA Cs
  • Profil Ma Dong Seok, Aktor Korea yang Ucapkan Terima Kasih ke Rano Karno Usai Syuting Film Extraction
  • Thrift: Jual Beli Barang Bekas, Ini Perbedaannya dengan Preloved
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»3.146 Kasus TBC Ditemukan di Sumsel Sepanjang 2026, Dinkes Tingkatkan Penemuan
Hukum

3.146 Kasus TBC Ditemukan di Sumsel Sepanjang 2026, Dinkes Tingkatkan Penemuan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

TBC Masih Menjadi Permasalahan di Sumatera Selatan

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan yang serius di Provinsi Sumatera Selatan. Meski demikian, upaya penemuan kasus aktif terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan lebih banyak penderita dapat segera mendapatkan pengobatan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, pada tahun 2025 jumlah kasus TBC yang ditemukan dan diobati mencapai 24.748 kasus. Cakupan pengobatan atau treatment coverage mencapai 65,34 persen dari estimasi insiden. Hingga Maret 2026, telah ditemukan 3.148 kasus dengan cakupan sementara sebesar 9,68 persen. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring intensifikasi penemuan kasus sepanjang tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, menjelaskan bahwa peningkatan penemuan kasus menjadi indikator penting dalam pengendalian TBC. “Hal ini menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus terus diperkuat sehingga lebih banyak pasien dapat segera diobati,” ujarnya.

Ira juga menyebutkan bahwa wilayah dengan jumlah penduduk besar dan mobilitas tinggi cenderung memiliki temuan kasus TBC yang lebih tinggi. Kota Palembang menjadi wilayah dengan temuan tertinggi, diikuti oleh Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Muara Enim. “Kondisi ini sejalan dengan karakteristik epidemiologi TBC yang berkaitan erat dengan kepadatan penduduk dan intensitas interaksi sosial di wilayah tersebut,” jelasnya.

Menurut Ira, kejadian TBC tidak bisa dilihat dari satu faktor saja. Berbagai kondisi turut berperan dalam meningkatkan risiko seseorang terpapar penyakit ini. Faktor-faktor yang berkontribusi bersifat multifaktor, mulai dari kondisi lingkungan tempat tinggal, kontak erat dengan pasien TBC aktif, penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, hingga faktor sosial ekonomi masyarakat.

Untuk mempercepat penemuan kasus, Dinas Kesehatan Sumsel terus memperkuat strategi Active Case Finding (ACF) secara masif di komunitas. Hal ini didukung oleh investigasi kontak secara intensif terhadap orang-orang yang pernah berinteraksi dekat dengan pasien TBC aktif. Selain itu, pihaknya juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya eliminasi TBC sesuai target nasional.

Berikut data 17 kabupaten/kota berdasarkan tabel “Capaian Treatment Coverage Tahun 2026”:

  • Kota Lubuklinggau: 5 kasus TBC RO dan 279 kasus TBC SO, total 284 kasus dari estimasi 1.107 kasus. Persentase treatment coverage sebesar 25,65 persen.
  • Kota Palembang: 22 kasus TBC RO dan 1.275 kasus TBC SO, total 1.297 kasus dari estimasi 7.906 kasus. Coverage mencapai 16,41 persen.
  • Kabupaten Musi Rawas: 4 kasus TBC RO dan 168 kasus TBC SO, total 172 kasus dari estimasi 1.080 kasus. Coverage sebesar 15,93 persen.
  • Kabupaten Muara Enim: 4 kasus TBC RO dan 322 kasus TBC SO, total 326 kasus dari estimasi 2.118 kasus. Coverage sebesar 15,39 persen.
  • Kabupaten Musi Banyuasin: 4 kasus TBC RO dan 282 kasus TBC SO, total 286 kasus dari estimasi 1.935 kasus. Coverage sebesar 14,78 persen.
  • Kota Prabumulih: 2 kasus TBC RO dan 135 kasus TBC SO, total 137 kasus dari estimasi 1.005 kasus. Coverage sebesar 13,63 persen.
  • Kabupaten Musi Rawas Utara: 2 kasus TBC RO dan 74 kasus TBC SO, total 76 kasus dari estimasi 563 kasus. Coverage sebesar 13,50 persen.
  • Kabupaten Empat Lawang: 5 kasus TBC RO dan 171 kasus TBC SO, total 176 kasus dari estimasi 1.371 kasus. Coverage sebesar 12,84 persen.
  • Kabupaten Ogan Komering Ilir: 8 kasus TBC RO dan 366 kasus TBC SO, total 374 kasus dari estimasi 2.966 kasus. Coverage sebesar 12,61 persen.
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu: 10 kasus TBC RO dan 190 kasus TBC SO, total 200 kasus dari estimasi 1.690 kasus. Coverage sebesar 11,83 persen.
  • Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI): 1 kasus TBC RO dan 80 kasus TBC SO, total 81 kasus dari estimasi 753 kasus. Coverage sebesar 10,76 persen.
  • Kabupaten Ogan Ilir: 5 kasus TBC RO dan 147 kasus TBC SO, total 152 kasus dari estimasi 1.454 kasus. Coverage sebesar 10,45 persen.
  • Kabupaten Banyuasin: 3 kasus TBC RO dan 287 kasus TBC SO, total 290 kasus dari estimasi 2.850 kasus. Coverage sebesar 10,18 persen.
  • Kota Pagar Alam: Tidak ada kasus TBC RO, 67 kasus TBC SO, total 67 kasus dari estimasi 693 kasus. Coverage sebesar 9,67 persen.
  • Kabupaten Lahat: 2 kasus TBC RO dan 136 kasus TBC SO, total 138 kasus dari estimasi 1.651 kasus. Coverage sebesar 8,36 persen.
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan: 3 kasus TBC RO dan 117 kasus TBC SO, total 120 kasus dari estimasi 1.459 kasus. Coverage sebesar 8,22 persen.
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur: 1 kasus TBC RO dan 154 kasus TBC SO, total 155 kasus dari estimasi 1.933 kasus. Coverage sebesar 8,02 persen.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

BNN Minta Vape Dilarang, Penjual Banjarmasin Sebut Wacana Terburu-buru

14 April 2026

Pemkab Deliserdang Keluarkan Surat Edaran Larangan Bawa Mobil Setiap Rabu

14 April 2026

Longsor tambang emas di Sijunjung tewaskan 2 orang, Walhi minta penyelidikan menyeluruh

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Besok: Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer Sabtu 11 April 2026

14 April 2026

Laga Hidup Mati Madura United vs Persik: Kekuatan Rakhmat Basuki untuk Hindari Degradasi

14 April 2026

Allegri Pecahkan Kode 4-3-3, Ini Formasi AC Milan Lawan Udinese

14 April 2026

BNN Minta Vape Dilarang, Penjual Banjarmasin Sebut Wacana Terburu-buru

14 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?