Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 7 April 2026
Trending
  • Dampak Serangan Israel: 3 Prajurit TNI Tewas, 5 Luka, PBB Kecam, UNIFIL Selidiki
  • Sean Gelael Uji Sirkuit Mandalika, Pujikan Karakter dan Kualitas Aspal
  • Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria, John Herdman: Kami Bermain Lebih Baik, Seharusnya Menang
  • Live TVRI: Cara Nonton Final Playoff Piala Dunia 2026 Eropa Bosnia vs Italia
  • Empat Anggota TNI Ditahan Terkait Pembunuhan Berencana Andrie Yunus
  • Klasemen MotoGP 2026: Marco Bezzecchi Juara Americas 2026
  • Tiga Seniman Gayo Perkuat Tim Artistik Sengkewe
  • Cara Memakai Minyak Kemiri untuk Rambut Sehat
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Dampak Serangan Israel: 3 Prajurit TNI Tewas, 5 Luka, PBB Kecam, UNIFIL Selidiki
Nasional

Dampak Serangan Israel: 3 Prajurit TNI Tewas, 5 Luka, PBB Kecam, UNIFIL Selidiki

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Situasi Kekerasan di Lebanon Selatan Menewaskan Tiga Prajurit TNI

Delapan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) untuk United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) PBB menjadi korban meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon Selatan. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka berat dan ringan.

PBB mengecam insiden ini secara keras dan menyatakan bahwa UNIFIL sedang melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. Mereka juga memastikan bahwa penyelidikan akan dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Penyebab dan Proses Investigasi

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengakui bahwa situasi keamanan di wilayah penugasan mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir. Ia menjelaskan bahwa pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur, satu luka berat, dan dua luka ringan akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi. Insiden berikutnya terjadi sehari kemudian, yaitu pada 30 Maret 2026, di mana dua prajurit TNI gugur di tengah eskalasi konflik antara Lebanon dan Israel.

Dengan demikian, dalam dua hari, delapan prajurit TNI menjadi korban dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Saat ini, para prajurit yang mengalami luka sedang mendapatkan penanganan medis intensif di Beirut. Rico menjelaskan bahwa para korban saat itu tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih diselidiki oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku. Pemerintah Indonesia melalui Kemhan dan TNI terus berkoordinasi dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban.

Pernyataan dari PBB

Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengecam keras insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon. “Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target,” kata Lacroix kepada wartawan dalam konferensi pers di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat (AS).

Lacroix juga menyatakan bahwa UNIFIL sedang melakukan investigasi untuk menentukan keadaan dari perkembangan tragedi ini. Ia menambahkan bahwa pihaknya sangat prihatin tentang beberapa insiden perilaku agresif terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dalam beberapa hari terakhir. “Pasukan penjaga perdamaian PBB tetap berada di lapangan, melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan PBB, dalam kondisi yang sangat berbahaya ini.”

Investigasi oleh UNIFIL

Sementara itu, Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan bahwa penyelidikan atau investigasi terhadap peristiwa ini sedang berlangsung, tetapi akan memakan waktu. “Untuk saat ini, kami belum memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi, tetapi itulah yang akan ditemukan oleh penyelidikan,” tutur Kandice, dikutip dari UN News.

“Setelah penyelidikan selesai, sesuai praktik biasa, kami akan membagikannya kepada pihak-pihak terkait. Dan tergantung pada hasilnya, jika kami menemukan pihak yang bertanggung jawab, kami akan memberi tahu mereka dan kami akan secara resmi memprotes hal itu kepada mereka.”

Sejarah dan Tugas UNIFIL

Sebagai informasi, UNIFIL atau Pasukan Sementara PBB di Lebanon adalah sebuah misi penjaga perdamaian yang didirikan oleh Dewan Keamanan PBB pada 19 Maret 1978 untuk menjaga keamanan di Lebanon Selatan. Total, ada lebih dari 8.000 pasukan penjaga perdamaian dari hampir 50 negara yang bertugas di UNIFIL.

Tugas utama UNIFIL adalah memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, dan membantu Pemerintah Lebanon dalam memastikan kembalinya otoritas efektifnya di wilayah tersebut. UNIFIL telah memainkan peran penting dalam memajukan perdamaian dan keamanan, termasuk dengan berpatroli di Garis Biru pemisah antara kedua negara.

Namun, Lacroix menyatakan bahwa eskalasi yang terjadi saat ini telah menyebabkan “banyak pelanggaran” terhadap Resolusi 1701 (2006), mengutip serangan di sepanjang Garis Biru serta kehadiran pasukan Israel di Lebanon. Bahkan, wilayah dekat markas UNIFIL di Lebanon Selatan mengalami serangan Israel.

Tanggapan dari DPR RI

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menyatakan bahwa pihaknya akan segera membahas gugurnya prajurit TNI di Lebanon dengan pemerintah. Politisi NasDem itu menegaskan bahwa ini bukan hanya sekadar insiden biasa di area konflik, namun peristiwa yang sangat serius karena menyangkut keselamatan personel perdamaian yang bertugas di bawah mandat PBB.

“Serangan pasukan perdamaian dalam kondisi apapun itu tidak dibenarkan, insiden ini harus ditempatkan sebagai isu strategis nasional,” ungkap Amelia dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa (31/3/2026). “Di satu sisi ini menyangkut tanggung jawab negara dalam melindungi prajuritnya, di satu sisi ini menyentuh kredibilitas sistem perdamaian internasional itu sendiri.”

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VII itu menilai jangan sampai serangan seperti ini dibiarkan tanpa akuntabilitas yang jelas, karena bisa menjadi preseden buruk. “Kami akan meminta penjelasan secara menyeluruh dari pemerintah, utamanya dari TNI dan kementerian terkait mengenai kronologi, penyebab, kondisi prajurit kita di lapangan, serta langkah yang sudah dan akan diambil oleh negara,” ujarnya.

Komisi I tidak hanya berfokus pada insiden yang sudah terjadi, namun juga pada evaluasi sistem perlindungan pasukan. “Ini mencakup pembahasan di Komisi I yang akan kami tanyakan nanti.” “Kami akan segera pembahasan mendalam terkait insiden ini baik melalui rapat kerja dengan Kemhan dan TNI,” ungkapnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Live TVRI: Cara Nonton Final Playoff Piala Dunia 2026 Eropa Bosnia vs Italia

7 April 2026

Empat Anggota TNI Ditahan Terkait Pembunuhan Berencana Andrie Yunus

7 April 2026

Sean Gelael Uji Sirkuit Mandalika, Pujikan Karakter dan Kualitas Aspal

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dampak Serangan Israel: 3 Prajurit TNI Tewas, 5 Luka, PBB Kecam, UNIFIL Selidiki

7 April 2026

Sean Gelael Uji Sirkuit Mandalika, Pujikan Karakter dan Kualitas Aspal

7 April 2026

Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria, John Herdman: Kami Bermain Lebih Baik, Seharusnya Menang

7 April 2026

Live TVRI: Cara Nonton Final Playoff Piala Dunia 2026 Eropa Bosnia vs Italia

7 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?