Penundaan Pengalihan Lintasan Bajoe–Kolaka ke Siwa–Kolaka
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menunda pengalihan sementara lintasan penyeberangan Bajoe–Kolaka ke Siwa–Kolaka. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap situasi yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, khususnya mengingat tingginya mobilitas arus balik Lebaran 2026.
Penundaan ini dilakukan setelah melalui koordinasi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo, Dinas Perhubungan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Sebelumnya, pengalihan lintasan direncanakan mulai 1 April 2026, namun kini jadwal tersebut diundur dan direncanakan mulai berlaku pada 10 April 2026.
Dengan adanya penyesuaian ini, operasional lintasan Bajoe–Kolaka dipastikan tetap berjalan normal selama masa transisi. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama, menjelaskan bahwa penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Menurutnya, pergerakan penumpang dan kendaraan, khususnya angkutan logistik, masih cukup tinggi dan diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir Maret.
“Pergerakan penumpang dan kendaraan logistik di lintasan Bajoe–Kolaka masih cukup tinggi. Kami ingin memastikan layanan tetap berjalan lancar tanpa gangguan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026). Ia menambahkan, langkah ini juga untuk menjaga distribusi logistik dan mobilitas masyarakat tetap stabil selama periode arus balik.
Selain itu, kesiapan fasilitas di Pelabuhan Siwa juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan. ASDP masih melakukan penyempurnaan sarana pendukung serta penyesuaian operasional sebelum lintasan tersebut dialihkan.
Data ASDP mencatat, sepanjang Januari 2025 hingga Februari 2026, Pelabuhan Bajoe telah melayani lebih dari 28 ribu penumpang dan sekitar 56 ribu unit kendaraan. Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas penyeberangan sekaligus mempertegas peran strategis Pelabuhan Bajoe sebagai penghubung antarwilayah di Sulawesi.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan kesiapan sistem tiket juga menjadi perhatian utama. Ia menyebutkan, layanan tiket online melalui platform Ferizy akan diterapkan di lintasan Siwa–Kolaka.
“Penerapan Ferizy diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan memberikan kemudahan bagi pengguna jasa,” jelasnya. Menurut Windy, pihaknya memastikan sistem tiket tersebut siap digunakan secara optimal sebelum pengalihan lintasan diberlakukan.
Faktor-Faktor Penundaan
Di samping faktor arus balik, penundaan juga dipengaruhi oleh penyempurnaan fasilitas di Pelabuhan Siwa serta keterlambatan pengiriman material untuk pembangunan movable bridge. Selain itu, ASDP juga memperhatikan keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Pelabuhan Bajoe.
Area pelabuhan rencananya akan dimanfaatkan sebagai ruang produktif bagi pelaku UMKM, khususnya untuk melayani pengunjung kawasan wisata Pantai Bajoe. Bahkan, kawasan tersebut tercatat dikunjungi sekitar 6.000 orang setiap bulan.
Selain untuk UMKM, area di luar zona konstruksi juga akan tetap difungsikan sebagai ruang publik bagi masyarakat. Mulai dari kegiatan olahraga, car free day, hingga aktivitas sosial lainnya tetap dapat dilakukan di kawasan tersebut.
ASDP memastikan selama masa penundaan, layanan penyeberangan Bajoe–Kolaka tetap berjalan optimal. Pengguna jasa diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan pembelian tiket secara online.
“Kedepan, ASDP bersama seluruh pihak terkait akan terus memperkuat koordinasi agar proses pengalihan lintasan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.



