Pulau Lemukutan Diserbu Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026
Selama libur lebaran Idul Fitri 2026, Pulau Lemukutan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati. Kepadatan wisatawan terjadi sejak hari pertama hingga hari ketujuh lebaran, dengan jumlah pengunjung yang mencapai puluhan ribu setiap harinya.
Pulau Lemukutan, yang dikenal sebagai objek wisata alam yang indah, menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah. Dermaga Teluk Suak, tempat penyeberangan utama bagi wisatawan, menjadi saksi pergerakan kapal-kapal motor yang terus melayani pengunjung. Kapal-kapal ini sering kali berangkat dan kembali dalam waktu singkat, mengangkut ratusan orang setiap perjalanan.
Kepopuleran Pulau Lemukutan memberikan dampak positif terhadap usaha penginapan, villa, dan homestay yang dikelola oleh warga setempat. Banyak penginapan yang penuh terisi oleh pengunjung selama momen liburan ini. Seorang pengelola penginapan, Munjili, mengungkapkan bahwa usaha yang ia kelola sudah berjalan sejak tahun 2012. Ia bekerja sama dengan saudara-saudaranya untuk membangun sejumlah penginapan dan villa di Pantai Pulau Temajuk.
“Saya mulai membuka penginapan di sini sejak 2012, saya dibantu oleh keluarga,” kata Munjili saat ditemui di Pulau Lemukutan, Jumat 27 Maret 2026.
Menurutnya, perkembangan wisata Pulau Lemukutan sangat pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Wisata ini semakin diminati oleh wisatawan dari berbagai wilayah. “Perkembangannya luar biasa, banyak wisatawan yang datang,” ujarnya.
Munjili juga menjelaskan bahwa selama libur lebaran Idul Fitri 2026, pengunjung langsung berdatangan ke Pulau Lemukutan. Bahkan, ia mengatakan bahwa setelah salat Ied, dirinya langsung menuju area pantai untuk melayani para pengunjung.
“Dari hari pertama lebaran, saya usai salat Idul Ied langsung salam sama keluarga, dan langsung ke sini, karena ramai pengunjung sudah mula berdatangan,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa rombongan pengunjung sudah memadati dermaga Teluk Suak sejak hari pertama Lebaran. Seluruh penginapan, villa, dan homestay bahkan sampai penuh.
“Hari pertama itu sudah ramai, penginapan semua penuh, sampai sekarang ini sudah terisi semuanya,” tegas Munjili.
Menurut estimasi Munjili, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lemukutan setiap hari bisa mencapai 15 ribu orang atau bahkan lebih. “Setiap hari mungkin bisa lebih dari 15 ribu atau puluhan ribu jiwa pengunjung. Karena kalau kita lihat, kapal-kapal motor itu bisa membawa ratusan orang, setiap berangkat, kalikan saja kapal itu minimal 4 kali pulang pergi,” katanya.
Pengelola Penginapan Mengaku Puas dengan Tingkat Kunjungan
Banyak pengelola penginapan di Pulau Lemukutan mengaku puas dengan tingkat kunjungan selama libur lebaran. Mereka menyebutkan bahwa permintaan penginapan selama momen tersebut sangat tinggi, sehingga banyak yang sudah dipesan jauh-jauh hari.
Beberapa pengelola juga mengungkapkan bahwa mereka telah mempersiapkan segala sesuatu agar dapat melayani pengunjung dengan baik. Mulai dari persiapan kamar, fasilitas umum, hingga layanan tambahan seperti makanan dan aktivitas wisata.
Kondisi di Dermaga Teluk Suak
Dermaga Teluk Suak menjadi pusat kegiatan selama libur lebaran. Pengunjung yang ingin berkunjung ke Pulau Lemukutan harus melalui jalur laut, sehingga dermaga ini menjadi tempat yang sangat sibuk. Kapal-kapal motor yang beroperasi di sini terlihat berjejer dan terus bergerak antara dermaga dan pulau.
Selain itu, kondisi di sekitar dermaga juga terlihat ramai dengan para pengunjung yang sedang menunggu giliran naik kapal. Beberapa dari mereka membawa barang bawaan, sementara yang lain tampak menikmati suasana sekitar.
Kesimpulan
Libur lebaran 2026 menjadi momentum penting bagi Pulau Lemukutan. Keindahan alam dan kebersihan lingkungan membuat pulau ini menjadi tujuan favorit bagi wisatawan. Dampak positifnya terasa pada sektor pariwisata, khususnya penginapan dan villa yang dikelola oleh warga setempat.



