Libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Tugu Kilometer Nol Indonesia Jadi Tujuan Wisata Favorit
Selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah, kawasan Tugu Kilometer Nol Indonesia di Kota Sabang menjadi salah satu destinasi utama bagi para wisatawan. Keberadaan tugu yang menjadi ikon geografis menandai titik paling barat Indonesia tersebut membuatnya ramai dikunjungi oleh berbagai rombongan wisata.
Lonjakan pengunjung terlihat jelas selama masa liburan ini. Banyak wisatawan rela menunggu cukup lama hanya untuk mengabadikan momen di depan Tugu Kilometer Nol. Kondisi serupa juga terjadi di area parkir dan jalur akses menuju lokasi. Kendaraan yang datang bersamaan menyebabkan arus lalu lintas melambat, terutama pada jam-jam sibuk.
Menurut Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bahari Iboih, Tarmizi, lonjakan kunjungan selama libur Lebaran tahun ini sangat tinggi dibanding hari biasa. Ia menjelaskan bahwa rata-rata kunjungan berkisar antara 300 hingga 400 orang per hari. Namun, angka ini belum termasuk wisatawan yang sudah menginap di sekitar kawasan.
Mayoritas Wisatawan Berasal dari Luar Daerah
Mayoritas wisatawan yang datang ke Tugu Kilometer Nol berasal dari luar daerah. Terutama dari Sumatera Utara seperti Medan, serta beberapa wilayah lain di Aceh. Mereka umumnya datang dalam kelompok kecil maupun rombongan keluarga. Tarmizi memperkirakan bahwa lonjakan ini masih akan berlangsung hingga Minggu besok sebelum berangsur normal.
“Biasanya puncaknya sampai Sabtu, setelah itu mulai berkurang dan kembali normal,” ujarnya.
Berbeda dengan wisatawan domestik, jumlah wisatawan mancanegara selama periode ini relatif sedikit. Tingkat keramaian yang tinggi menjadi salah satu alasan. “Wisatawan luar negeri tetap ada, tapi tidak banyak,” kata Darwis. “Mereka biasanya memilih datang saat kondisi lebih sepi,” tambahnya.
Pengaturan Lalu Lintas dan Pengawasan di Area Keramaian
Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola kawasan bekerja sama dengan aparat TNI, Polri, dan perangkat gampong melakukan pengaturan di lapangan, terutama pada jalur kendaraan. “Kita upayakan arus tetap bergerak agar tidak terjadi kemacetan panjang, sehingga pengunjung tetap nyaman,” ujar Tarmizi.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga melakukan pengawasan di area keramaian guna menjaga ketertiban. Pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan serta tidak merusak fasilitas yang tersedia.
Fasilitas dan Biaya Masuk
Tugu Kilometer Nol Indonesia sendiri merupakan salah satu ikon wisata utama di Sabang. Lokasinya di ujung barat Pulau Weh menjadikannya destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung. Untuk masuk ke kawasan yang berada dalam wilayah Taman Wisata Alam (TWA) tersebut, pengunjung dikenakan retribusi Rp10.000 per orang pada hari biasa dan Rp15.000 saat hari libur.


