Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 6 April 2026
Trending
  • Prajurit TNI Jadi Korban Serangan Israel vs Lebanon, 3 Gugur dan 5 Luka-Luka
  • Arus Balik Lebaran 2026: Separoh Pemudik Kembali ke Bali via Ketapang–Gilimanuk
  • Peringkat FIFA Timnas Indonesia Pasca Kekalahan dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026
  • Presiden Bawa Komitmen Investasi Rp380 Triliun dari Jepang
  • Alhamdulillah, Tiga Terdakwa Kerusuhan Solo Dibebaskan
  • Harga Samsung A55 5G Paling Direkomendasikan, Lebih Menguntungkan Dibeli dan Dijual
  • Mudik Mewah 2026: Jadi Sultan, Naik Lexus LM 500h Rp 3,4 Miliar
  • Harga BBM Seluruh Indonesia Hari Ini, Senin 30 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Perjalanan 22 jam pemudik Serang dari Purwokerto, bawa gethuk hingga kelinci di motor
Pariwisata

Perjalanan 22 jam pemudik Serang dari Purwokerto, bawa gethuk hingga kelinci di motor

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perjalanan Panjang Pemudik dari Purwokerto ke Serang

Astour (40 tahun) adalah salah satu dari banyak pemudik yang memilih untuk kembali ke kampung halamannya di Serang, Banten setelah merayakan Lebaran di Purwokerto, Jawa Tengah. Dalam tiga tahun terakhir, ia memilih moda transportasi sepeda motor karena dinilai lebih fleksibel, terutama saat ingin beristirahat dan mengatur waktu perjalanan sesuai kebutuhan.

Perjalanan ini bukanlah perjalanan singkat. Astour berada di jalan sejak Jumat (27/3) pukul 16.00 WIB, dan hingga Sabtu siang, baru tiba di Kalimalang setelah 22 jam berkendara. Ia memilih untuk melaju dengan santai dan sering berhenti untuk istirahat demi keselamatan, terlebih karena membawa dua putrinya.

Saat beristirahat di Jalan Kalimalang, Bekasi, Astour mengatakan bahwa kondisi lalu lintas relatif lancar meskipun arus balik Lebaran masih cukup padat. Ia sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi sehari setelahnya.

Mengendarai satu sepeda motor untuk bertiga, ruang yang terbatas tidak menghalangi Astour membawa buah tangan dari kampung halaman. Di belakang motor, dua dus diikat rapi, satu dus berisi oleh-oleh khas Purwokerto seperti gethuk goreng Sokaraja, keripik pisang, dan teh lokal. Satu dus lainnya berisi dua kelinci peliharaan anaknya, lengkap dengan ventilasi udara agar tetap aman selama perjalanan.

Fleksibilitas Transportasi Sepeda Motor

Mudik menggunakan sepeda motor bukan hal baru bagi Astour. Dalam tiga tahun terakhir, ia memilih moda ini karena dinilai lebih fleksibel, terutama saat ingin beristirahat. “Kalau naik motor, kita bisa berhenti kapan saja, kalau di bus, apalagi di tol macet, susah istirahat,” jelasnya.

Namun, ada juga keterbatasan, terutama dari sisi kapasitas dan kenyamanan saat membawa lebih dari dua orang. Bagi Astour, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan kendaraannya dalam kondisi prima sebelum berangkat dan memilih untuk tidak memaksakan diri di perjalanan.

Kondisi Arus Balik di Jalan Kalimalang

Arus balik Lebaran 2026 di sepanjang Jalan Kalimalang arah Jakarta, khususnya dari kawasan Bekasi menuju Jakarta Timur, masih dipadati kendaraan roda dua. Sabtu pagi, gelombang pemudik bermotor tampak mendominasi jalur tersebut hingga arus lalu lintas ramai namun tetap bergerak lancar.

Sepeda motor terlihat terus mengalir tanpa henti menuju ibu kota. Meski volume kendaraan meningkat, kondisi jalan relatif terkendali tanpa kemacetan. Di sejumlah titik, para pemudik tampak memanfaatkan bahu jalan untuk beristirahat sejenak. Ada yang sekadar melepas lelah, memeriksa kondisi kendaraan, hingga memastikan barang bawaan tetap aman.

Beberapa pengendara membawa barang dalam jumlah besar yang diikat di bagian belakang motor menggunakan kayu penyangga dan dilapisi terpal. Tak sedikit pula pemudik yang memboncengkan lebih dari satu anak. Semangat para pemudik untuk kembali ke Jakarta usai merayakan Lebaran di kampung halaman tetap tinggi.

Kondisi lalu lintas yang relatif lancar membuat perjalanan diharapkan tetap aman hingga tiba di tujuan. Setibanya di Bekasi, Astour memperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam lagi untuk sampai di rumahnya di Serang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Arus Balik Lebaran 2026: Separoh Pemudik Kembali ke Bali via Ketapang–Gilimanuk

5 April 2026

Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Maret-April 2026: Hari Ini Surabaya ke Balikpapan, Cek Sorong

5 April 2026

Villa dan Homestay di Pulau Lemukutan Ludes Dipesan Selama Libur Lebaran

5 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prajurit TNI Jadi Korban Serangan Israel vs Lebanon, 3 Gugur dan 5 Luka-Luka

5 April 2026

Arus Balik Lebaran 2026: Separoh Pemudik Kembali ke Bali via Ketapang–Gilimanuk

5 April 2026

Peringkat FIFA Timnas Indonesia Pasca Kekalahan dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026

5 April 2026

Presiden Bawa Komitmen Investasi Rp380 Triliun dari Jepang

5 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?