Perjalanan Panjang Pemudik dari Purwokerto ke Serang
Astour (40 tahun) adalah salah satu dari banyak pemudik yang memilih untuk kembali ke kampung halamannya di Serang, Banten setelah merayakan Lebaran di Purwokerto, Jawa Tengah. Dalam tiga tahun terakhir, ia memilih moda transportasi sepeda motor karena dinilai lebih fleksibel, terutama saat ingin beristirahat dan mengatur waktu perjalanan sesuai kebutuhan.
Perjalanan ini bukanlah perjalanan singkat. Astour berada di jalan sejak Jumat (27/3) pukul 16.00 WIB, dan hingga Sabtu siang, baru tiba di Kalimalang setelah 22 jam berkendara. Ia memilih untuk melaju dengan santai dan sering berhenti untuk istirahat demi keselamatan, terlebih karena membawa dua putrinya.
Saat beristirahat di Jalan Kalimalang, Bekasi, Astour mengatakan bahwa kondisi lalu lintas relatif lancar meskipun arus balik Lebaran masih cukup padat. Ia sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi sehari setelahnya.
Mengendarai satu sepeda motor untuk bertiga, ruang yang terbatas tidak menghalangi Astour membawa buah tangan dari kampung halaman. Di belakang motor, dua dus diikat rapi, satu dus berisi oleh-oleh khas Purwokerto seperti gethuk goreng Sokaraja, keripik pisang, dan teh lokal. Satu dus lainnya berisi dua kelinci peliharaan anaknya, lengkap dengan ventilasi udara agar tetap aman selama perjalanan.
Fleksibilitas Transportasi Sepeda Motor
Mudik menggunakan sepeda motor bukan hal baru bagi Astour. Dalam tiga tahun terakhir, ia memilih moda ini karena dinilai lebih fleksibel, terutama saat ingin beristirahat. “Kalau naik motor, kita bisa berhenti kapan saja, kalau di bus, apalagi di tol macet, susah istirahat,” jelasnya.
Namun, ada juga keterbatasan, terutama dari sisi kapasitas dan kenyamanan saat membawa lebih dari dua orang. Bagi Astour, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan kendaraannya dalam kondisi prima sebelum berangkat dan memilih untuk tidak memaksakan diri di perjalanan.
Kondisi Arus Balik di Jalan Kalimalang
Arus balik Lebaran 2026 di sepanjang Jalan Kalimalang arah Jakarta, khususnya dari kawasan Bekasi menuju Jakarta Timur, masih dipadati kendaraan roda dua. Sabtu pagi, gelombang pemudik bermotor tampak mendominasi jalur tersebut hingga arus lalu lintas ramai namun tetap bergerak lancar.
Sepeda motor terlihat terus mengalir tanpa henti menuju ibu kota. Meski volume kendaraan meningkat, kondisi jalan relatif terkendali tanpa kemacetan. Di sejumlah titik, para pemudik tampak memanfaatkan bahu jalan untuk beristirahat sejenak. Ada yang sekadar melepas lelah, memeriksa kondisi kendaraan, hingga memastikan barang bawaan tetap aman.
Beberapa pengendara membawa barang dalam jumlah besar yang diikat di bagian belakang motor menggunakan kayu penyangga dan dilapisi terpal. Tak sedikit pula pemudik yang memboncengkan lebih dari satu anak. Semangat para pemudik untuk kembali ke Jakarta usai merayakan Lebaran di kampung halaman tetap tinggi.
Kondisi lalu lintas yang relatif lancar membuat perjalanan diharapkan tetap aman hingga tiba di tujuan. Setibanya di Bekasi, Astour memperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam lagi untuk sampai di rumahnya di Serang.


