Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Saturday, 17 October 2026
Trending
  • Opini: Dari kenangan menuju aksi – menghidupi pesan Paus Yohanes Paulus II di Flores
  • Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD
  • Baru mulai! Promo Alfamidi hemat satu pekan, Buavita cuma Rp8.400
  • Cara menggunakan WhatsApp Web di laptop, mulai dari login hingga mengatur profil
  • iPhone 18 Pro dan Pro Max dirilis, kamera ekstra canggih dan baterai lebih tahan lama
  • Cerita pelatih soal penyerangan bus Persib Bandung di Tol Bandung, tak sengaja parkir depan suporter
  • Injil Katolik misa hari ini Kamis 10 September 2026 dan Mazmur tanggapan
  • Fitur rahasia One UI 9, begini cara blokir internet aplikasi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Empat Anggota TNI Ditahan Terkait Pembunuhan Berencana Andrie Yunus
Hukum

Empat Anggota TNI Ditahan Terkait Pembunuhan Berencana Andrie Yunus

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 April 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Misteri Penyiraman Cairan Asam terhadap Andrie Yunus Mulai Terungkap

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan bahwa data yang diperoleh dari Polda Metro Jaya maupun pihak TNI menunjukkan adanya kesamaan dalam identitas pelaku kasus penyiraman cairan asam terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Awalnya sempat muncul perbedaan inisial, namun Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P Siagian, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut hanya masalah teknis penamaan.

“Perbedaan inisial itu kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan, mereka mengatakan itu orang yang sama kira-kira gitu,” ujar Saurlin di Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Kolaborasi Lintas Institusi dalam Penyelidikan

Polda Metro Jaya telah menyerahkan dokumen krusial dan bukti fisik kepada TNI untuk memperkuat penyidikan. Fokus penyelidikan tidak hanya pada eksekutor lapangan, tetapi juga menelisik potensi keterlibatan perwira TNI lain maupun pihak non-militer. Saurlin menegaskan bahwa pengawasan terhadap proses penyelidikan tetap dilakukan secara ketat.

Kronologi dan Identitas Terduga Pelaku

Serangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Senen, Jakarta Pusat, yang menyebabkan luka bakar serius di wajah, mata, dada, dan tangan. Berdasarkan investigasi internal TNI, empat prajurit dari satuan Denma Bais TNI diduga terlibat, yakni:

  • Kapten NDP
  • Lettu SL
  • Lettu BHW
  • Serda ES

Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto menyatakan bahwa keempat oknum kini telah diamankan di Pomdam Jaya untuk proses hukum lebih lanjut. Meskipun identitas pelaku telah terungkap, motif serangan masih didalami. CCTV awal sempat mencatat inisial BHC dan MAK, yang kini dipastikan sama dengan daftar TNI.

Kondisi Terkini Andrie Yunus

Andrie Yunus masih dirawat di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Yoga Nara, Manajer Hukum dan Humas RSCM, menjelaskan bahwa terdapat kondisi iskemia atau kekurangan aliran darah pada area bawah sklera mata kanan, yang dapat berpotensi menyebabkan kebutaan permanen. Pada 25 Maret 2026, Andrie menjalani operasi terpadu oleh tim spesialis mata dan bedah plastik. Proses meliputi pemindahan jaringan dalam mata, penempelan membran amnion, pemasangan kembali lensa pelindung mata, serta penjahitan sementara kelopak mata kanan untuk melindungi permukaan mata. Tim medis juga menemukan penipisan jaringan kornea yang progresif akibat inflamasi. Fokus utama perawatan kini adalah menjaga integritas bola mata kanan serta mengendalikan inflamasi agar tidak berkembang lebih parah. RSCM menegaskan komitmennya memberikan penanganan medis optimal dan profesional, serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayai tim medis.

Keluarga Sebut Pembunuhan Berencana

Keluarga Andrie Yunus, korban penyiraman air keras yang dilakukan oknum TNI, mengklaim ada tindakan pembunuhan berencana. Andrie Yunus merupakan aktivis Kontras yang menjabat sebagai Wakil Koordinator Kontras. Kuasa hukum Andrie dari Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) yang juga Direktur LBH Jakarta, Fadhil Alfathan, mengungkapkan pihaknya saat kejadian terjadi segera melakukan serangkaian pengkajian dan analisis terhadap berbagai macam dokumentasi, bukti, dan apa yang menjadi temuan berbagai pihak. Selain itu, kata dia, Tim juga melakukan diskusi dengan berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu. Sejumlah ahli itu antara lain ahli atau praktisi hukum pidana, ahli atau praktisi di bidang forensik, dan kedokteran kehakiman atau medikolegal.

“Untuk itu, maka kesimpulan sementara kami bahwa serangan terhadap rekan kami Andri Yunus adalah percobaan pembunuhan berencana,” ujar Fadhil saat konferensi pers di kantor YLBHI Jakarta pada Senin (16/3/2026). “Saya ulangi, serangan terhadap rekan kami Andri Yunus adalah percobaan pembunuhan berencana,” lanjutnya. Dia menjelaskan dalam peristiwa itu, ada dugaan pelaku berniat menghilangkan nyawa Andrie Yunus. Alasan pertama, kata dia, pelaku memiliki kesadaran tentang alat dan metode serangan yang berbahaya. Terkait alat, pelaku menggunakan barang berbahaya yang tidak hanya berbahaya bagi korban melainkan juga berisiko berbahaya bagi dirinya sendiri. Selain itu, terkait metode serangan, pelaku diduga menyasar bagian vital yakni wajah dan kepala termasuk bagian rentan yakni mata dan pernapasan. “Penyiraman yang dilakukan dengan air keras dengan zat yang berbahaya sudah pasti akan memungkinkan kecelakaan lalu lintas yang sangat mungkin menyebabkan korban juga mengalami akibat yang fatal sampai dengan meninggal dunia,” ungkapnya. “Maka dari itu kami berkesimpulan niat atau kesengajaan untuk menyiram air keras adalah niat untuk melakukan pembunuhan,” imbuhnya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026

Profil Kombes Christian Tobing Kapolresta Sidoarjo yang dimutasi ke SSDM Polri, ini prestasinya

16 October 2026

Sarwendah Tantang Uji Forensik, Bantah Video Call Ruben Onsu Editan

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Opini: Dari kenangan menuju aksi – menghidupi pesan Paus Yohanes Paulus II di Flores

17 October 2026

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026

Baru mulai! Promo Alfamidi hemat satu pekan, Buavita cuma Rp8.400

17 October 2026

Cara menggunakan WhatsApp Web di laptop, mulai dari login hingga mengatur profil

17 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?