Sosok Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Prajurit TNI yang gugur saat bertugas di Lebanon Selatan akibat serangan Israel bernama Praka Farizal Romadhon. Ia merupakan sosok kelahiran Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Praka Farizal juga tercatat sebagai salah satu anggota di Kodim 0731/Kulonprogo.
Farizal sudah menikah dan dikaruniai satu anak perempuan. Namun saat ini, keluarganya tengah tinggal di Kabupaten Bireun, Aceh. Jenazah Farizal rencananya akan dimakamkan di TPU dekat rumahnya yang hanya berjarak satu kilometer.
Latar Belakang dan Pekerjaan Farizal
Menurut informasi yang diperoleh, Praka Farizal adalah warga Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo, DIY. Dia merupakan anggota dari Kesatuan Yonif 113 dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0731/Kulonprogo.
“Yang bersangkutan menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di Kesatuan Yonif 113/JS/Brigif 25/Suwah Dam IM,” kata Komandan Kodim 0731/Kulonprogo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma.
Dyan mengungkapkan bahwa Praka Farizal telah menikah dengan sosok bernama Fafa Nur Azila serta sudah dikaruniai satu anak. Saat ini, keluarga Farizal tengah berada di Kabupaten Bireun, Aceh.
Di sisi lain, Dyan mengaku belum mendapatkan informasi rinci terkait kronologi Farizal gugur. Namun, dia membenarkan bahwa Farizal merupakan prajurit yang tengah bertugas di Lebanon.
“Yang jelas beliau saat itu sedang bertugas dalam misi perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) di Lebanon,” ujarnya.
Aktivitas di Masyarakat
Terpisah, Dukuh Ledok, Wakidi, mengungkapkan bahwa Farizal merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Almarhum merupakan lulusan SMA Negeri 1 Lendah dan langsung memutuskan untuk menjadi anggota TNI setelah lulus.
Selama tinggal di kampung halaman, Wakidi menyebut Farizal merupakan sosok yang aktif dalam kegiatan masyarakat. Contohnya yakni ketika Farizal aktif dalam kegiatan Karang Taruna. Bahkan, Wakidi menyebut meski Farizal berdinas di Bireun, almarhum tetap tidak memutus komunikasi dengan warga di kampung halamannya.
“Farizal sering bantu-bantu juga meskipun jauh di Aceh, rajin komunikasi ke sini,” ungkap Wakidi.
Proses Pemakaman
Wakidi mengatakan orang tua Farizal telah memutuskan agar jenazah sang anak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di dekat rumah di Kulonprogo. “Setelah diskusi, keluarga maunya dimakamkan di TPU dekat sini saja, jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumah Farizal,” jelasnya.
Dia mengatakan masih menunggu kabar terkait kapan jenazah Farizal dipulangkan ke kampung halamannya. Kendati demikian, Wakidi menjelaskan prosesi pemakaman akan dilakukan secara militer. Kini, persiapan untuk menyambut kedatangan jenazah Farizal tengah dilakukan.
“Sekarang ini bersih-bersih lahan sekitar rumah dulu untuk persiapan kedatangan jenazah,” kata Wakidi.
Pernyataan Pemerintah Indonesia
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam serangan tersebut dan mendesak adanya penyelidikan secara transparan. “Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kemlu dalam pernyataan resmi di akun X resmi.
Kemlu menegaskan keselamatan dan keamanan seluruh personel prajurit perdamaian PBB harus dihormati seperti yang tertuang dalam hukum internasional. Kemlu turut menyatakan seluruh tindakan yang membahayakan pasukan perdamaian tidak bisa diterima.
Indonesia pun mengecam keras tragedi ini. “Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon Selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian,” kata Kemlu.
Di sisi lain, pemerintah menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel tersebut. Indonesia memberikan simpati untuk keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka.
“Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” tulis Kemlu.
Tak hanya itu, pemerintah akan bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah segera dilakukan. Begitu pun memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.
“Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” tulis Kemlu.



