Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 3 April 2026
Trending
  • SNBT 2026: 10 Prodi Favorit, Peluang Lolos, dan Daya Tampung Unja
  • Timnas Indonesia vs Bulgaria, Peluang Jens Raven Debut Usai Gantikan Zijlstra
  • Bhima Yudhistira, Ekonom Muda yang Minta Anggaran MBG untuk Subsidi BBM
  • Dua Anak Mantan Bupati Seram Bagian Barat Jadi Tersangka Tambang
  • 32 Ribu Pesepakbola Putri Dicetak, MLSC Terima Penghargaan dari PSSI Awards
  • Ulasan jujur Garmin Venu 3S: Jam tangan cerdas dengan fitur luar biasa
  • Harga BBM Pertamina Hari Ini, Senin 30 Maret 2026: Pertamax hingga Dexlite
  • 9 Ide Dekorasi Ruang Tamu Minimalis yang Menyenangkan dan Estetik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Tokoh dan Partai Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon
Nasional

Tokoh dan Partai Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Duka Mendalam atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Kabar duka datang dari Lebanon, setelah tiga prajurit TNI gugur dalam insiden yang terjadi di wilayah Bani Hayyan pada Minggu hingga Senin (29-30/3/2026). Mereka adalah bagian dari misi perdamaian PBB, yaitu Kontingen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden ini menimbulkan kecaman keras dari berbagai pihak, baik tokoh nasional maupun partai politik.

Tiga prajurit yang gugur tersebut adalah:
* Praka Farizal Romadhon (33 tahun)
* Kapten Infanteri Zulmi (Grup 2 Kopassus) yang menjabat sebagai Komandan Kompi B
* Sersan Satu Ikhwan (Kesdam IX Udayana)

Mereka merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian dunia. Saat ini, UNIFIL sedang melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Kecaman dari Berbagai Pihak

Insiden ini menjadi perhatian serius di tengah eskalasi konflik di Lebanon. Beberapa tokoh dan partai politik di Indonesia memberikan pernyataan kecaman terhadap serangan militer Israel yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI.

1. Menlu RI Sugiono

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengecam keras serangan militer Israel di wilayah Lebanon Selatan. Ia menyatakan bahwa Indonesia menuntut agar eskalasi militer segera dihentikan.

“Kami mengecam keras insiden ini dan mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan dan kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi,” tegasnya.

Di sela-sela kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Sugiono juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya prajurit bangsa. Ia memerintahkan perwakilan RI di New York untuk mendesak PBB melakukan penyelidikan menyeluruh atas sumber serangan tersebut.

2. Sufmi Dasco Ahmad

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, turut mengecam serangan Israel di Lebanon. Ia menyampaikan pernyataan melalui akun Instagram pribadinya, @sufmi_dasco.

“IInnalillahi wa inna ilaihi raji’un.”
“Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 113 Jaya Sakti Kodam Iskandar Muda (IM), Praka Farizal Rhomadhon saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon dalam tugas perdamaian dunia akibat serangan Israel di wilayah Lebanon.”

Ia mengecam insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut, menyebutnya sebagai bagian dari rangkaian kejadian yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah konflik.

3. Dave Laksono (Politisi Golkar)

Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI. Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik.

Ia juga mempertanyakan apakah kehadiran pasukan Indonesia masih relevan dalam menjaga perdamaian atau justru berpotensi menjadi sasaran dalam konflik.

4. Yulius Setiarto, Anggota DPR Fraksi PDIP

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto, mengecam keras serangan militer Israel yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Ia menegaskan bahwa prajurit Indonesia bukan pihak yang berperang, melainkan menjalankan mandat internasional dalam misi UNIFIL.

Ia mengecam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Ia meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas melalui jalur diplomasi internasional.

5. PDIP Kecam Serangan Israel

Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (DPP PDIP) mengutuk keras serangan terhadap personel perdamaian PBB. Partai ini mendesak pemerintah Indonesia mengambil peran kepemimpinan diplomatik global untuk memperkuat perlindungan pasukan internasional.

Pernyataan resmi DPP PDIP menyebutkan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional.

PDIP juga memberikan dukungan penuh bagi UNIFIL untuk melakukan investigasi independen secara transparan. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, telah memberi instruksi kepada seluruh jajaran partai untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum.

Insiden di Lebanon, Tewaskan 3 Prajurit

Sejauh ini, tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Dua prajurit terbunuh dalam insiden ledakan saat menjalankan misi pengawalan di wilayah Bani Hayyan, Lebanon, Senin (30/3/2026). Sementara itu, satu prajurit TNI dilaporkan gugur dalam kejadian yang berbeda pada Minggu (29/3/2026).

Insiden pada Senin kemarin bermula saat Indonesian Task Force Bravo (TFB) dari Kontingen Garuda, yang tergabung dalam INDOBATT, menjalankan tugas sebagai Mobile Reserve di bawah kendali Sektor Timur UNIFIL. Saat itu, pasukan TNI tengah melakukan pengawalan terhadap unit Combat Support Service Unit (CSSU) milik Spanyol dalam rangka misi distribusi logistik sekaligus pengantaran kotak jenazah menuju markas UNP 7-1 INDOBATT.

Rombongan terdiri dari enam kendaraan taktis, termasuk dua kendaraan dari TFB. Namun, saat melintas di wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, terjadi ledakan yang menghantam kendaraan terdepan (Ran 1). Ledakan tersebut mengakibatkan kendaraan rusak parah, sementara penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan.

UNIFIL menyatakan, dua penjaga perdamaian tewas dan dua lainnya terluka akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka di Lebanon selatan. Insiden ini menjadi kejadian fatal kedua dalam 24 jam terakhir.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bhima Yudhistira, Ekonom Muda yang Minta Anggaran MBG untuk Subsidi BBM

3 April 2026

32 Ribu Pesepakbola Putri Dicetak, MLSC Terima Penghargaan dari PSSI Awards

3 April 2026

Dua Anak Mantan Bupati Seram Bagian Barat Jadi Tersangka Tambang

3 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

SNBT 2026: 10 Prodi Favorit, Peluang Lolos, dan Daya Tampung Unja

3 April 2026

Timnas Indonesia vs Bulgaria, Peluang Jens Raven Debut Usai Gantikan Zijlstra

3 April 2026

Bhima Yudhistira, Ekonom Muda yang Minta Anggaran MBG untuk Subsidi BBM

3 April 2026

Dua Anak Mantan Bupati Seram Bagian Barat Jadi Tersangka Tambang

3 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?