Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 29 Maret 2026
Trending
  • Hasil Kualifikasi MotoGP Brasil 2026 dan Jadwal Sprint Race, Toprak Ciptakan Kejutan
  • Tertahan macet saat mudik, lebih baik matikan mesin?
  • 4 tanda mesin mobil sehat dan optimal
  • Vespa Sprint 180 Rilis, Ini Perbedaannya dengan Versi 150 cc
  • Akademisi UI Minta Pemantauan Ketat Kebijakan WFH untuk Kurangi Konsumsi BBM
  • Kurir Bawa 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi dari Malaysia dengan Upah Rp70 Juta
  • Respons Demokrat-NasDem Terkait Kehadiran Anies di Halalbihalal SBY Tanpa Undangan
  • Hasil Akhir Brasil vs Prancis 1-2, Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Akademisi UI Minta Pemantauan Ketat Kebijakan WFH untuk Kurangi Konsumsi BBM
Ekonomi

Akademisi UI Minta Pemantauan Ketat Kebijakan WFH untuk Kurangi Konsumsi BBM

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebijakan WFH Harus Diawasi Secara Ketat

Kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) harus diawasi secara ketat. Hal ini disampaikan oleh akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Telisa Aulia Falianty.

Menurut Telisa, kebijakan tersebut sejatinya bagus untuk diterapkan, asalkan ada pengawasan yang memadai agar tujuan menekan penggunaan BBM benar-benar tercapai. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus benar-benar menjalankan pekerjaannya dari rumah, bukan justru memanfaatkan WFH sebagai momen liburan atau bepergian.

“Harus ada pengawasan (kebijakan WFH tersebut),” kata Telisa kepada Tribunnews Com, Sabtu (28/3/2026).

Ia juga menyatakan bahwa jika masyarakat tidak benar-benar bekerja dari rumah, maka penggunaan BBM justru tetap tinggi karena tidak adanya penghematan energi dari sektor rakyat. “Karena bisa jadi (karena) WFH ada possibility liburan, wisata, jalan-jalan sama aja tidak hemat BBM,” ujar dia.

Realokasi Anggaran untuk Subsidi BBM

Selain itu, Telisa juga mendorong dilakukannya realokasi anggaran oleh pemerintah untuk subsidi BBM. Menurutnya, program kerja yang memiliki anggaran besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dialihkan ke kebutuhan energi sementara.

“Nah program prioritas yang ada, yang besar-besar, itu memang harus lebih dikaji mana yang lebih bisa direalokasi. Walaupun tidak semua, mungkin sepuluh persennya saja yang direalokasi. Artinya tidak mengganggu kepada tujuan prioritas nasional,” ucap Telisa.

Ia berharap pemerintah dapat cermat dalam membuat kebijakan nantinya demi menjaga fiskal dalam negeri tetap aman. Jika harus menaikkan subsidi BBM, ia berharap upaya tersebut dilakukan di paling akhir, setelah seluruh opsi lain sudah dilakukan.

“Jadi harus ketemu win-win-nya. Soalnya kalau yang ini nggak mau ngalah, itu nggak mau ngalah, ya susah juga kan, sedangkan kita tetap harus menyelamatkan APBN kita,” ujar Telisa.

Ancaman Krisis Energi Global

Konflik di Timur Tengah yang menyebabkan Iran menutup jalur distribusi minyak mentah dunia, Selat Hormuz, berpotensi menyebabkan krisis energi global. Beberapa negara tetangga Indonesia seperti Singapura, Vietnam, Kamboja hingga Filipina telah merespons dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Untuk Kamboja sendiri, harga BBM telah disesuaikan sebesar 10 persen ke angka USD1,05 per liternya. Sementara itu, Vietnam, Laos, dan Filipina yang merupakan negara berbasis industri telah menunjukkan tren kenaikan harga yang signifikan di kisaran 6 persen hingga 8 persen.

Lonjakan di negara-negara ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harian pada Mean of Plot Singapore atau MOPS yang merupakan harga rata-rata produk minyak olahan di pasar-pasar Singapura yang menjadi acuan retail di Asia.

Kebijakan WFH untuk Mengurangi Konsumsi BBM

Untuk mengurangi konsumsi energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Indonesia belum membuat keputusan kenaikan harga BBM tersebut. Pemerintah RI dilaporkan hanya tengah menyiapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang rencananya diberlakukan satu hari dalam sepekan, dengan opsi diperluas ke sektor swasta.

Kebijakan WFH sendiri disebut-sebut mampu menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen, meski efektivitasnya masih menjadi perdebatan.

Namun, penerapan kebijakan ini harus didampingi dengan pengawasan yang ketat agar tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti liburan atau bepergian. Dengan demikian, tujuan utama dari kebijakan WFH yaitu mengurangi konsumsi BBM dapat tercapai secara efektif.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Alasan Merek Camilan Gagal Bertahan Jangka Panjang

28 Maret 2026

5 strategi efektif membuat SOP libur panjang untuk usaha kecil

28 Maret 2026

6 Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta yang Penting Diketahui

28 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hasil Kualifikasi MotoGP Brasil 2026 dan Jadwal Sprint Race, Toprak Ciptakan Kejutan

29 Maret 2026

Tertahan macet saat mudik, lebih baik matikan mesin?

29 Maret 2026

4 tanda mesin mobil sehat dan optimal

29 Maret 2026

Vespa Sprint 180 Rilis, Ini Perbedaannya dengan Versi 150 cc

29 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?