Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Saturday, 3 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Quraish Shihab di Makam Kakaknya: Tunggu Giliran Kita
    Politik

    Quraish Shihab di Makam Kakaknya: Tunggu Giliran Kita

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan dan Perjuangan Umar Shihab

    Umar Shihab, seorang tokoh penting dalam dunia keagamaan dan pendidikan di Indonesia, meninggal dunia di Jakarta pada Jumat (20/3/2026) malam. Ia dimakamkan di Depok, Jawa Barat, setelah Salat Idul Fitri 1447 H pada Sabtu (21/3/2026). Kematian Umar Shihab menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat yang mengenalnya.

    Dalam suasana haru, Quraish Shihab sempat menyampaikan refleksi tentang kematian kepada Lukman, yang menggambarkan kedekatan dan duka mendalam keluarga. Umar Shihab adalah anggota DPR-RI Fraksi Golkar asal Sulsel dari tahun 1992 hingga 1999. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI dari tahun 2014 hingga 2019.

    Seratusan saudara, kerabat, sahabat, dan kolega ikut mengantar jenazah guru besar tafsir ini. Tiga adik kandung Umar, yaitu M Quraish Shihab (82), M Alwi Shihab (80), dan Dr Ahmad Nizar Shihab (75), terlihat di antara kerabat dan pelayat. Menteri Agama RI saat itu, Lukman Hakim Syaifuddin (64), juga hadir dalam prosesi pemakaman.

    Lukman bercerita, “kala berjalan di sisi kanan mendampingi Quraish shihab yang duduk bergerak di atas kursi roda elektrik, selepas shalat jenazah menuju liang lahat kakak kandungnya, Abi Quraish berkata lirih kepadaku: ‘Pak Lukman, sekarang kita ini sedang menunggu giliran’.” Spontan politis PPP itu menimpali, “Insyaallah kita masih diberi umur panjang.”

    Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

    Umar Shihab lahir dari pasangan ulama khas Arab-Bugis Abdurrahman Shihab (1915–1987) dan bangsawan Bugis Rappang, Asma Aburisy (1917–1993). Dari total 13 saudara sekandung, Umar adalah anak ketiga. Dia dan lima saudaranya, Nur Shihab, Ali Shihab, Umar Shihab, Muhammad Quraish Shihab, Wardah Shihab, dan Alwi Shihab, lahir di Rappang, Kabupaten Sidrap, sekitar 170 km tenggara Kota Makassar.

    Setelah kelahiran Alwi Shihab dan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1946, keluarga ini migrasi ke Makassar. Setelah tinggal jadi pendidik selama 10 tahun di Sidenreng Rappang, Abdurrahman dan istrinya Asma Aburisy lalu tinggal di JL Sulawesi Lorong 194/7, Kelurahan Butung, Kampung Buton, sekitar Pasar Boetoeng, tak jauh dari Pelabuhan Makassar.

    Saat itulah, ayah Umar aktif merintis dakwah dan pendidikan Islam dan merintis pendidikan Islam di Masjid Raya, Makassar bersama Hadji Kalla, mendiang ayah M Jusuf Kalla. Tujuh adik Umar antara lain; Nina Shihab, Sida Shihab, Ahmad Nizar Shihab, Abdul Mutalib Shihab, Salwa Shihab, Ulfa Shihab, dan Latifah Shihab, lalu lahir di Makassar.

    Karier dan Kontribusi

    Umar Shihab memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan, politik, dakwah, dan ekonomi. Ia menyelesaikan studi madrasah Tsanawiyah di Pondok Pesantren Darul Nashihin, Lawang, Malang, Jawa Timur. Belakangan, Quraish Shihab dan Alwi juga lanjut di pesantren yang didirikan Al Habib Muhammad bin Husein Baabud.

    Umar sempat kembali ke Makassar untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin, Makassar dan diikuti dua adiknya, Quraish dan Alwi. Ayah Umar, sempat menjadi Rektor Institut Agama Islam Negeri Alauddin Ujung Pandang ke-3 antara tahun 1973–1979, menggantikan KH Muhyiddin Zain, mendiang ayah Prof Dr Majdah M Zain, mantan Rektor UIM Makassar.

    Selepas menyelesaikan kuliah di IAIN Makassar, 1966, Umar juga melanjutkan kuliah tafsir di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, dan jadi pembimbing adiknya Quraish di sana. Tahun 1988, Umar sempat kembali ke menyelesaikan studi magister hukum di Unhas.

    Peran dalam Dunia Politik dan Keagamaan

    Umar Shihab juga dikenal sebagai sosok politisi yang “tak banyak mengobral bicara di komisi bidang agama itu.” Namun, setiap kali berbicara, tak hanya para menteri dan jajaran eksekutifnya yang langsung diam terkesima. Kami pun sesama anggota legislatif dibuat hening karena ingin menyimak buah pikirannya. Wibawa Beliau mengagumkan. Pandangan dan pendapatnya selalu dinanti banyak kalangan.

    Sebagai Ketua MUI (1998–2015), Umar termasuk salah satu pembela Mazhab Syiah. Dia meyakini, Syiah bukan golongan umat yang layak dihujat karena memiliki dasar teologi sejarah yang kuat, dan bagian dari Rahmatan Lil Alamin. Dalam sebuah diskusi Sunni – Syiah di kantor MUI di Jakarta, awal tahun 2012 silam, alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini, menegaskan sikapnya.

    “Yang mau anti Syiah silahkan, yang mengatakan Syiah sesat silahkan. Itu pilihan masing-masing. Tapi menurut saya Syiah tidak sesat,” tandasnya seperti dilansir Eramuslim.com, di Kantor MUI, Senin (20/1/2012).

    Peran Internasional

    Tahun 2011, di Teheran, Iran, Umar Shihab juga menegaskan pembelaannya ke Mazhab Syiah. Di hadapan lebih dari seratus pelajar Indonesia yang belajar di Iran, Ketua MUI, Prof.Dr. KH. Umar Shihab Kamis (28/4) mengatakan, “Sunni dan Syiah bersaudara, sama-sama umat Islam, itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut dan pemecah belah umat, mereka berhadapan dengan Allah swt yang menghendaki umat ini bersatu.”


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?