Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 11 Juli 2026
Trending
  • 10 Gaya Rania Yamin dengan Kain yang Modis dan Anggun
  • 11 artis yang punya anak dengan jarak usia belasan tahun
  • Ferrari Rilis Mobil V12 Manual Pertama Setelah Lama Tak Hadir, Hanya 1.499 Unit di Dunia
  • 10 aplikasi jurnal digital untuk tingkatkan kreativitas menulis
  • 5 cara menerapkan anggaran keras dalam kehidupan sehari-hari
  • Keluarga Dokter Icha Minta DPRD TTU Tuntaskan Dugaan Pelanggaran Etik
  • Aceh Rebut 9 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Ini Daftar dan Penjelasannya
  • Spanyol Lolos ke Babak Berikutnya, Hadapi Pemenang Pertandingan AS vs Belgia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Menteri Luar Negeri Arab dan Turki Buka Suara Soal Zionis Halangi Damai AS-Iran
Politik

Menteri Luar Negeri Arab dan Turki Buka Suara Soal Zionis Halangi Damai AS-Iran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.com.CO.ID, RIYADH — Para pemimpin Arab dan Turki melakukan kontak serta pertemuan di Riyadh, Arab Saudi, sepanjang akhir pekan lalu. Pertemuan tersebut membahas isu-isu penting dan situasi kritis yang terjadi di kawasan Timur Tengah (Timteng) selama konflik antara Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Republik Islam Iran.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan beberapa fakta terkini dan realitas geopolitik kawasan yang akan berubah drastis dalam waktu dekat akibat perang saat ini.

Perang akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan

Dalam pertemuan yang berlangsung dari Jumat hingga Sabtu (20/3/2026), para pemimpin Arab mengungkapkan keyakinan mereka bahwa perang antara Zionis-Israel dan AS dengan Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan awalnya. Menurut Fidan, negara-negara Teluk memperkirakan perang ini akan berlangsung selama dua hingga tiga minggu lagi. Prediksi ini membuat sulit untuk mengetahui apakah AS-Zionis maupun Iran bersedia masuk ke meja perundingan untuk mencapai gencatan senjata.

Zionis memengaruhi AS agar tidak berdamai

Fidan juga menyampaikan bahwa komunikasi lintas pemimpin Arab menunjukkan adanya keengganan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengizinkan Presiden AS Donald Trump menghentikan serangan terhadap wilayah Iran. Hal ini membuat upaya-upaya untuk membawa pihak Israel dan AS, bersama Iran, ke penghentian sementara atau gencatan senjata menjadi sia-sia. Israel, menurut Fidan, akan terus berusaha mencegah terjadinya gencatan senjata.

Kesenjangan antara Netanyahu dan Trump

Pemimpin-pemimpin Arab juga menyampaikan bahwa ada penilaian bahwa posisi AS dan Israel semakin menjauh. Netanyahu, kata Fidan, memengaruhi Trump agar tidak melakukan gencatan senjata agar Israel bisa mempertahankan perang hingga kehancuran total di Teheran. Israel, menurut Fidan, ingin memperpanjang perang hingga kerusakan yang lebih besar pada Iran.

Negara-negara Arab menyatakan netral

Fidan mengungkapkan bahwa para pemimpin negara Arab telah menyatakan secara jelas bahwa mereka tidak terlibat dalam membantu Zionis atau AS dalam memerangi Iran. Mereka juga memastikan bahwa kawasan udara mereka dilarang bagi AS dan Zionis untuk digunakan sebagai wilayah serangan terhadap Iran. Dengan demikian, mereka menegaskan bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari peperangan ini.

Ultimatum Arab terhadap Iran

Para pemimpin Arab juga marah atas tindakan Iran yang dianggap sepihak. Fidan menyampaikan bahwa toleransi mereka memiliki batas maksimal dan jika situasi tidak berubah, mereka akan mengambil tindakan terhadap Iran. Namun, Fidan juga menegaskan bahwa Turki menilai agresi Zionis-AS terhadap Iran ilegal, tetapi serangan balasan Iran terhadap negara-negara Arab juga tidak dapat dibenarkan.

Perubahan geopolitik dan harapan Arab terhadap Iran

Meskipun gencatan senjata saat ini sulit tercapai, para pemimpin Arab memahami bahwa akan ada perubahan geopolitik dan masa depan pertahanan. Fidan menyampaikan bahwa negara-negara Arab mulai melihat Iran sebagai kiblat baru untuk kerja sama pertahanan dan keamanan. Setelah perang, Iran mungkin akan menjadi mitra dalam perlindungan keamanan bersama negara-negara Teluk.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Aceh Rebut 9 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Ini Daftar dan Penjelasannya

11 Juli 2026

Bocoran Soal Rektor UGM Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi, Ini Profil Andi Azwan

10 Juli 2026

Belajar dari Rempang, Pemerintah Diminta Hindari Pembangunan Sama

10 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Gaya Rania Yamin dengan Kain yang Modis dan Anggun

11 Juli 2026

11 artis yang punya anak dengan jarak usia belasan tahun

11 Juli 2026

Ferrari Rilis Mobil V12 Manual Pertama Setelah Lama Tak Hadir, Hanya 1.499 Unit di Dunia

11 Juli 2026

10 aplikasi jurnal digital untuk tingkatkan kreativitas menulis

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?