Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 16 Maret 2026
Trending
  • Honda Beat Street Brown 2026: Tampil Beda di Pasar Motor Matik
  • 4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak
  • Alhamdulillah, 5 Bantuan Sosial Cair Maret 2026, Cek NIK Anda Segera!
  • Sulok: Jalannya Ketenangan di Tengah Keributan
  • Perang Iran vs AS dan Israel Memasuki Pekan Kedua, Teheran Tidak Menyerah
  • Perjalanan kasus Delpedro cs dari penangkapan hingga pembebasan
  • Tidak Ada Kata Mundur, Iran Menolak Gencatan Senjata: Perlawanan Berlanjut Hingga AS-Israel Pergi
  • Bobotoh masih terpaut, David da Silva panas, Persib Bandung diminta kembali juara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Sulok: Jalannya Ketenangan di Tengah Keributan
Teknologi

Sulok: Jalannya Ketenangan di Tengah Keributan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Maret 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Fenomena Keheningan di Era Digital

Bangun dari tidur, menatap handphone atau gadget untuk mengecek notifikasi yang masuk, lalu scrolling berita-berita yang bertebaran di media sosial. Tanpa disadari, pagi yang seharusnya menjadi momen kejernihan pikiran dan jiwa justru menjadi momen kebisingan dan banjir informasi (information overload) bagi pikiran serta batin. Bahkan, hal ini bisa menjelma menjadi kecemasan dan tekanan sosial maupun psikologis.

Demikianlah fenomena kehidupan manusia modern dengan segala kecanggihan teknologi dan kemudahan akses yang ada. Namun, keheningan seolah kehilangan maknanya. Dalam keramaian, mereka merasa sunyi. Kesibukan yang terlihat seolah bayang semu, semakin terhubung namun semakin terasa kehilangan ketenangan (awareness).

Pada hakikatnya, keheningan adalah ruang kesadaran juga moment dialogis antara manusia dengan dirinya secara utuh. Dalam kondisi tersebut, ia lebih jujur dan mampu mendengar kebenaran yang ada. Ibarat air tenang akan memantulkan bayangan, sementara air keruh tidak.

Keheningan adalah kondisi batin manusia (bukan kondisi tempat) yang dengannya ia mampu menemukan oase di tengah kebisingan.

Kebisingan Era Modern

Kebisingan era modern tidaklah sama dengan kebisingan di masa lalu. Distraksi menghambat produktivitas dan fokus di segala lini. Kebisingan ini tidak selalu terdengar di telinga, tetapi mengiang dalam pikiran dan alam bawah sadar manusia.

Di era modern yang serba digital, informasi kita dapatkan tanpa perlu dicari. Disajikan setiap detiknya, bahkan algoritma membaca kebutuhan kita. Kondisi ini terasa seolah kita kebanjiran informasi yang ada. Segala informasi yang didapat tidaklah berhenti begitu saja. Jika tanpa kemampuan mengcounter, ia akan merayap ke dalam pikiran dan alam bawah sadar, sehingga otak cepat merasa kelelahan dan kehilangan fokus.

Pola Kehidupan Digital Modern

Pola kehidupan digital modern yang menyajikan segalanya ke hadapan publik membentuk pola perbandingan hidup. Kita tidak lagi sekedar hidup, tetapi terus berusaha menunjukkan kepada sosial bahwa kehidupan kita juga baik, berhasil, sukses, dan produktif.

Semua orang saling berkomentar, berbicara, dan bereaksi. Dunia seolah tidak memberi ruang untuk diam di tengah kebisingan itu. Manusia modern merindukan sesuatu yang sederhana, yaitu keheningan.

Suluk dalam Tradisi Spiritual Islam

Dalam tradisi spiritual Islam, jalan menuju keheningan itu dikenal dengan istilah suluk. Secara bahasa, suluk bermakna menempuh jalan. Sementara secara istilah, seperti disebutkan oleh Imam Al Ghazali dalam Raudhatut Thalibin, suluk adalah perjalanan batin seorang hamba melalui penyucian hati dan kesadaran diri untuk menjalin kedekatan dengan Sang Khaliq.

Suluk bukan sekedar isolasi fisik, tetapi koneksi batin di tengah hiruk pikuk kehidupan. Ia membentuk cara berpikir dalam melihat dunia, bukan meninggalkannya sebagaimana yang kadang disalahartikan.

Praktik suluk dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya amalan zikir dengan bilangan tertentu, meditasi, dan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) yang dibimbing oleh seorang mursyid dengan tujuan hati senantiasa terkoneksi kepada Sang Khaliq.

Kebisingan Modern: Musuh Baru Ketenteraman Jiwa

Semakin berkembangnya zaman tentu semakin beraneka ragamnya tantangan yang didapat. Dan tantangan zaman dahulu tentunya tidak sama dengan tantangan di zaman modern. Di era modern yang serba berkembang terutama informasi dan digitalisasi, segalanya dapat diakses dengan sedemikian mudah.

Kenyataan ini juga menimbulkan problematika tersendiri, diantaranya adalah kebisingan informasi yang membuat kita terus dipaksa untuk mengonsumsi segala informasi yang ada. Disamping itu, tren digital sosial menciptakan standar hidup yang tidak realistis. Kita selalu ingin terlihat seperti orang lain, tuntutan eksistensi dan pengakuan sosial kita tinggi.

Buahnya lahir kecemasan, overthinking, dan kehilangan arah. Manusia kehilangan ruang hening untuk merefleksikan diri, dan jiwa kian lelah dengan tuntutan hawa nafsu yang tak henti.

Relevansi Suluk di Era Digital

Suluk kerap diidentikkan dengan praktik kuno tradisi Islam, ia dipresepsikan sebagai laku Sang Nabi di awal-awal menerima Wahyu di Gua Hira. Lakon ini dikenal dengan khalwat dalam dunia Tarekat. Namun demikian, laku ini jika dikaitkan dengan kehidupan modern sangatlah relevan.

Ditengah pola hidup yang terus bergerak cepat tanpa henti setiap detiknya, jiwa terkadang terasa letih dan kering. Maka dalam kondisi inilah suluk dibutuhkan sebagai detoks spiritual bagi jiwa yang lelah, juga menjadi titik renung kesadaran dari bisingnya kehidupan modern, ia juga berfungsi sebagai pemulih dari makna kehidupan yang pelan-pelan terus bergeser.

Suluk bukan sekedar tradisi klasik, namun ia adalah kebutuhan bagi manusia modern.

Tahapan Suluk; dari Ramai Menuju Damai

Dalam dunia Tarekat, suluk digambarkan sebagai perjalanan bertahap yang dituntun oleh seorang mursyid (pembimbing). Dimulai dengan yaqadzah (keterjagaan), bahwa hidup ini bukanlah tujuan utama, melainkan sarana menuju akhirat. Dengan kesadaran inilah timbul benih semangat di dalam beramal sholeh.

Kemudian tahapan muhasabah (mengintrospeksi diri), sejauh mana bekal yang telah disiapkan menuju akhirat. Setelah itu takhalli (mengosongkan hati) dari segala hal jelek yang membuat diri tidak sampai kepada Allah SWT. Ibarat gelas yang akan diisi, tentunya harus berada di tempat yang lebih rendah, dan alangkan baiknya jika dikosongkan terlebih dahulu.

Setelah itu tahalli (menghias diri), dengan mengisi ke dalam hati segala sifat-sifat terpuji seperti sabar, syukur, ridha, dll., yang kesemuanya akan memancarkan cahaya batin. Dan terakhir tajalli (mengagungkan Allah SWT). Pada tahapan ini seorang salik (penempuh jalan) akan merasakan kehadiran Tuhan, sehingga hidupnya bergantung semata-mata hanya kepada Allah SWT.

Praktik Suluk dalam Kehidupan Modern

Dalam konteks kekinian, suluk bukan sekedar dimaknai sebagai anti sosial dengan mengisolasi diri dari kehidupan, namun sebaliknya ia dapat dimulai dari rutinitas harian yang kecil di tengah aktivitas sosial, seperti puasa digital (membatasi informasi), tidak semua informasi, trend, dan perkembangan harus kita ketahui dan ikuti.

Menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan raga. Beberapa menit tanpa gadget bisa jadi menjadi sarana pemulihan mental dan sarana rethinking (berpikir ulang) terhadap tujuan awal dan target utama dalam kehidupan.

Selanjutnya isi dengan zikir ringan namun konsisten dalam setiap aktivitas, terutama di pagi hari saat akan memulai aktivitas. Zikir bukanlah sekedar bacaan biasa, tetapi ia adalah latihan menghubungkan diri dengan Ilahi.

Buah dari Suluk

Menjalani suluk (laku spiritual) dengan benar akan melahirkan efek yang nyata. Meski tidak terlalu dramatis, laku spiritual dari suluk akan melahirkan pikiran yang lebih jernih, sehingga tidak mudah terbawa ke setiap arus yang ada.

Kemudian ia akan melahirkan kejiwaan yang lebih stabil, sehingga tidak mudah terbawa ke dalam konflik-konflik. Juga karena kejernihannya akan melahirkan keputusan yang lebih bijaksana dan hubungan sosial yang lebih akrab.

Keheningan bukanlah membuat seseorang menjadi sepi dan pasif, namun sebaliknya ia melahirkan kesadaran sehingga segala yang ia lakukan terasa lebih bermakna. Seperti air yang tenang memiliki kedalaman, demikian pula jiwa yang tenang memiliki kekuatan.

Meraih Keheningan dan Kebeningan di Tengah Kebisingan

Keheningan dan kebeningan rasanya sulit diraih di tengah kebisingan kehidupan modern. Di tengah arus informasi dan teknologi yang terus berkembang, dunia yang terus menawarkan perubahan, namun suluk mengajarkan kita bahwa keheningan dan kebeningan bukanlah sesuatu yang kita tunggu dari dunia, namun ia adalah sesuatu yang kita bangun di dalam diri kita.

Rasanya sesuatu yang mustahil menjadi pejalan sunyi di dunia yang ramai. Dunia mungkin tidak akan pernah menjadi lebih tenang. Teknologi akan terus berkembang, informasi akan berkembang semakin cepat, dan kebisingan akan tetap ada.

Namun demikian, setiap orang bisa menjadi salik (penempuh jalan) dengan menjalani laku spiritual meskipun di tengah kebisingan. Laku spiritual inilah yang melahirkan keheningan dan kebeningan di dalam menjalani kehidupan.

Di tengah kebisingan dan keinginan untuk selalu mampu menjangkau segalanya, kita akan sadar bahwa ternyata kita perlu berjalan lebih jauh ke dalam relung batin untuk menggapai makna sesungguhnya dari kehidupan yang kita jalani, bukan semata-mata keluar melihat segala apa yang ada. Dari sanalah keheningan dan kebeningan ini akan ditemukan.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Honda Supra X125 2026 Hadir dengan Peremajaan, Tetap Irit dan Handal untuk Penggunaan Harian

15 Maret 2026

Sidang Chromebook Bongkar Harga Asli, Jutaan Perangkat Masih Berjalan Optimal

15 Maret 2026

Tantangan Pendidikan di Era Modern

15 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Honda Beat Street Brown 2026: Tampil Beda di Pasar Motor Matik

16 Maret 2026

4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak

15 Maret 2026

Alhamdulillah, 5 Bantuan Sosial Cair Maret 2026, Cek NIK Anda Segera!

15 Maret 2026

Sulok: Jalannya Ketenangan di Tengah Keributan

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?