Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Laba Bersih PGN Naik di 2025, Ini Rekomendasi Sahamnya
Ekonomi

Laba Bersih PGN Naik di 2025, Ini Rekomendasi Sahamnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pertumbuhan Pendapatan PGAS pada 2025, Tapi Laba Bersih Menurun

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan pertumbuhan kinerja pendapatan yang positif sepanjang tahun 2025. Namun, emiten pelat merah ini mengalami tekanan dari sisi laba bersih.

Pendapatan PGAS tercatat tumbuh 5% year on year (yoy) menjadi US$ 3,9 miliar pada akhir 2025. Meskipun demikian, laba operasi PGAS berkurang tipis 0,58% yoy menjadi US$ 519,6 juta dan laba bersih emiten ini juga menyusut 36,54% yoy menjadi US$ 215,4 juta pada 2025.

Penurunan laba ini terjadi di tengah kenaikan beban pokok pendapatan PGAS sebesar 10% yoy menjadi US$ 3,3 miliar pada 2025. PGAS juga mengalami kerugian bersih atas selisih kurs sebesar US$ 7,2 juta pada 2025, berbanding terbalik dari tahun sebelumnya di mana mereka meraih laba selisih kurs US$ 11,1 juta.

Kinerja Operasional PGAS

Dari segi operasional, PGAS mencatatkan volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD sepanjang 2025. Sementara itu, volume transmisi gas bumi PGAS naik 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya penyerapan pelanggan.

Kinerja operasional juga diperkuat oleh segmen bisnis infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG). Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD pada 2025, tumbuh 17% dan berkontribusi pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik.

Sedangkan di segmen transportasi minyak, PGAS mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD. Hal ini didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting.

Pengembangan Infrastruktur

Sepanjang 2025, PGAS terus memperluas infrastruktur gas bumi dengan menambah lebih dari 230 km jaringan pipa distribusi jargas, serta menjaga keandalan sistem operasi dengan tingkat availability mencapai 98,84%.

Corporate Secretary Perusahaan Gas Negara, Fajriyah Usman menjelaskan, PGAS menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan strategis. Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGAS.

“Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/3/2026).

Kinerja Keuangan yang Tetap Solid

Meski terjadi penurunan laba bersih, Manajemen PGAS mengklaim kinerja perusahaan pada dasarnya tetap solid. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan beban umum dan administrasi PGAS sekitar 17% yoy menjadi US$ 33,3 juta berkat disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi biaya, optimalisasi kas, dan pengelolaan portofolio yang prudent.

Selain itu, kontribusi laba dari entitas patungan (joint venture) juga meningkat menjadi US$ 76,4 juta pada 2025.

Fajriyah menambahkan, pada dasarnya kinerja PGAS didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi yang berfokus pada midstream dan downstream, meliputi segmen transmisi dan distribusi gas bumi, LNG, serta kontribusi anak perusahaan dan afiliasi lainnya.

Strategi untuk Masa Depan

Untuk ke depannya, PGAS bakal terus konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. “Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

Prospek Kinerja PGAS di Tahun 2026

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan laba bersih PGAS disinyalir akibat adanya peningkatan biaya distribusi gas, fluktuasi harga energi global khususnya gas, hingga efek kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar US$ 6 per MMBTU yang menekan margin perusahaan.

Jika ditelusuri di bagian pos beban pokok pendapatan, PGAS tercatat mengalami kenaikan pembelian gas bumi sebesar 17% yoy menjadi US$ 2,1 miliar pada 2025 lalu.

Memasuki 2026, prospek kinerja PGAS tergolong cukup positif seiring peningkatan permintaan gas domestik yang sebagian besar berasal dari sektor industri, pembangkit listrik, hingga proyek-proyek hilirisasi nasional.

“Kebutuhan energi di sektor manufaktur dan industri diperkirakan terus meningkat, sehingga permintaan gas domestik akan tumbuh,” ujar dia, Minggu (8/3/2026).

Peluang dan Strategi untuk Masa Depan

Untuk menangkap peluang tersebut secara maksimal, PGAS harus terus melanjutkan upaya penguatan jaringan energi seperti pengembangan infrastruktur LNG dan Compressed Natural Gas (CNG) serta perluasan jaringan distribusi gas.

Selain itu, PGAS juga harus memaksimalkan sinergi dengan Grup Pertamina dengan keuntungan seperti akses pasar yang lebih luas, ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai, hingga potensi peningkatan efisiensi bisnis.

Lantas, Nafan menyarankan add saham PGAS dengan target harga Rp 2.630 per saham.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?