Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Arsenal Siap Lepas Pemain Bintang Rp615 Miliar untuk Max Dowman
  • Jadwal Imsakiyah Kota Palu 7 Maret 2026, Kapan Waktu Berbuka?
  • Chery KP31: Pick-up Hybrid Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton
  • Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat
  • Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau
  • Sidang Chromebook Bongkar Harga Asli, Jutaan Perangkat Masih Berjalan Optimal
  • AS Izinkan Impor Minyak Rusia untuk Jaga Stok Global
  • Zea Ashraff, Anak Bupati Pekalongan, Diduga Nikmati Uang Korupsi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Laba Bersih PGN Naik di 2025, Ini Rekomendasi Sahamnya
Ekonomi

Laba Bersih PGN Naik di 2025, Ini Rekomendasi Sahamnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pertumbuhan Pendapatan PGAS pada 2025, Tapi Laba Bersih Menurun

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan pertumbuhan kinerja pendapatan yang positif sepanjang tahun 2025. Namun, emiten pelat merah ini mengalami tekanan dari sisi laba bersih.

Pendapatan PGAS tercatat tumbuh 5% year on year (yoy) menjadi US$ 3,9 miliar pada akhir 2025. Meskipun demikian, laba operasi PGAS berkurang tipis 0,58% yoy menjadi US$ 519,6 juta dan laba bersih emiten ini juga menyusut 36,54% yoy menjadi US$ 215,4 juta pada 2025.

Penurunan laba ini terjadi di tengah kenaikan beban pokok pendapatan PGAS sebesar 10% yoy menjadi US$ 3,3 miliar pada 2025. PGAS juga mengalami kerugian bersih atas selisih kurs sebesar US$ 7,2 juta pada 2025, berbanding terbalik dari tahun sebelumnya di mana mereka meraih laba selisih kurs US$ 11,1 juta.

Kinerja Operasional PGAS

Dari segi operasional, PGAS mencatatkan volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD sepanjang 2025. Sementara itu, volume transmisi gas bumi PGAS naik 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya penyerapan pelanggan.

Kinerja operasional juga diperkuat oleh segmen bisnis infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG). Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD pada 2025, tumbuh 17% dan berkontribusi pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik.

Sedangkan di segmen transportasi minyak, PGAS mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD. Hal ini didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting.

Pengembangan Infrastruktur

Sepanjang 2025, PGAS terus memperluas infrastruktur gas bumi dengan menambah lebih dari 230 km jaringan pipa distribusi jargas, serta menjaga keandalan sistem operasi dengan tingkat availability mencapai 98,84%.

Corporate Secretary Perusahaan Gas Negara, Fajriyah Usman menjelaskan, PGAS menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan strategis. Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGAS.

“Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/3/2026).

Kinerja Keuangan yang Tetap Solid

Meski terjadi penurunan laba bersih, Manajemen PGAS mengklaim kinerja perusahaan pada dasarnya tetap solid. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan beban umum dan administrasi PGAS sekitar 17% yoy menjadi US$ 33,3 juta berkat disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi biaya, optimalisasi kas, dan pengelolaan portofolio yang prudent.

Selain itu, kontribusi laba dari entitas patungan (joint venture) juga meningkat menjadi US$ 76,4 juta pada 2025.

Fajriyah menambahkan, pada dasarnya kinerja PGAS didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi yang berfokus pada midstream dan downstream, meliputi segmen transmisi dan distribusi gas bumi, LNG, serta kontribusi anak perusahaan dan afiliasi lainnya.

Strategi untuk Masa Depan

Untuk ke depannya, PGAS bakal terus konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. “Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

Prospek Kinerja PGAS di Tahun 2026

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan laba bersih PGAS disinyalir akibat adanya peningkatan biaya distribusi gas, fluktuasi harga energi global khususnya gas, hingga efek kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar US$ 6 per MMBTU yang menekan margin perusahaan.

Jika ditelusuri di bagian pos beban pokok pendapatan, PGAS tercatat mengalami kenaikan pembelian gas bumi sebesar 17% yoy menjadi US$ 2,1 miliar pada 2025 lalu.

Memasuki 2026, prospek kinerja PGAS tergolong cukup positif seiring peningkatan permintaan gas domestik yang sebagian besar berasal dari sektor industri, pembangkit listrik, hingga proyek-proyek hilirisasi nasional.

“Kebutuhan energi di sektor manufaktur dan industri diperkirakan terus meningkat, sehingga permintaan gas domestik akan tumbuh,” ujar dia, Minggu (8/3/2026).

Peluang dan Strategi untuk Masa Depan

Untuk menangkap peluang tersebut secara maksimal, PGAS harus terus melanjutkan upaya penguatan jaringan energi seperti pengembangan infrastruktur LNG dan Compressed Natural Gas (CNG) serta perluasan jaringan distribusi gas.

Selain itu, PGAS juga harus memaksimalkan sinergi dengan Grup Pertamina dengan keuntungan seperti akses pasar yang lebih luas, ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai, hingga potensi peningkatan efisiensi bisnis.

Lantas, Nafan menyarankan add saham PGAS dengan target harga Rp 2.630 per saham.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

AS Izinkan Impor Minyak Rusia untuk Jaga Stok Global

15 Maret 2026

Kesalahan keuangan yang sering diabaikan banyak orang

15 Maret 2026

Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat

15 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Arsenal Siap Lepas Pemain Bintang Rp615 Miliar untuk Max Dowman

15 Maret 2026

Jadwal Imsakiyah Kota Palu 7 Maret 2026, Kapan Waktu Berbuka?

15 Maret 2026

Chery KP31: Pick-up Hybrid Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton

15 Maret 2026

Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?