Memahami Penyikapan Emosional yang Tidak Terpenuhi pada Masa Kecil
Tidak semua luka masa kecil terlihat jelas. Sebagian dari mereka tersembunyi dalam kalimat-kalimat yang terdengar “normal” saat itu—bahkan mungkin masih terngiang sampai sekarang. Dalam banyak keluarga, kebutuhan fisik terpenuhi, pendidikan diperhatikan, tetapi emosi jarang sekali dibicarakan secara terbuka.
Dalam psikologi, pola ini sering dikaitkan dengan konsep childhood emotional neglect (CEN) yang diperkenalkan oleh psikolog klinis Jonice Webb dalam bukunya Running on Empty. Intinya sederhana namun mendalam: bukan hanya apa yang terjadi pada anak yang membentuknya, tetapi juga apa yang tidak terjadi—terutama ketika perasaan anak tidak diperhatikan, tidak divalidasi, atau bahkan diabaikan.
Ada beberapa tanda-tanda yang bisa mengindikasikan bahwa seseorang mungkin mengalami penyikapan emosional yang tidak terpenuhi pada masa kecil. Jika Anda mengenali beberapa frasa berikut dari masa kecil Anda, ada kemungkinan Anda tumbuh di rumah di mana emosi jarang dibahas secara sehat.
“Kamu terlalu sensitif.”
Frasa ini sering digunakan untuk menepis perasaan seseorang tanpa memperhatikan validitas emosinya. Anak-anak yang sering mendengar frasa seperti ini cenderung merasa tidak dihargai dan akhirnya menutup diri dari perasaan mereka sendiri.“Jangan terlalu memikirkan hal itu.”
Ini adalah cara lain untuk mengabaikan perasaan anak. Ketika anak merasa bahwa perasaannya tidak penting, mereka mungkin belajar untuk menyembunyikan emosi mereka.“Apa yang kamu rasakan tidak penting.”
Frasa ini langsung menyampaikan pesan bahwa perasaan anak tidak bernilai. Ini bisa menyebabkan rasa tidak aman dan ketidakpercayaan terhadap diri sendiri.“Jangan membuat masalah.”
Anak-anak yang sering mendengar frasa ini mungkin belajar untuk menyembunyikan perasaan mereka agar tidak menjadi beban bagi orang lain.“Kamu harus kuat.”
Meskipun maksudnya baik, frasa ini bisa menjadi tekanan bagi anak untuk menekan emosi mereka dan tidak mengekspresikannya. Akibatnya, anak mungkin tidak tahu bagaimana mengelola emosi mereka secara sehat.
Dampak dari Childhood Emotional Neglect
Childhood emotional neglect dapat memiliki dampak jangka panjang pada kehidupan seseorang. Orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini sering kali mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan yang sehat, merasa tidak aman, atau bahkan mengalami gangguan kecemasan dan depresi.
Beberapa efek yang umum terjadi antara lain:
Kesulitan dalam mengenali dan mengungkapkan perasaan
Orang yang mengalami CEN sering kali sulit untuk memahami dan mengungkapkan perasaan mereka sendiri karena mereka tidak diajarkan untuk melakukannya sejak kecil.Rasa bersalah atau penyesalan
Banyak orang yang tumbuh dalam lingkungan CEN merasa bersalah atas perasaan mereka sendiri, percaya bahwa mereka “terlalu banyak” atau “tidak pantas” merasa seperti itu.Ketergantungan emosional
Beberapa orang mungkin mencari validasi eksternal untuk mengisi rasa kosong yang mereka alami dari masa kecil mereka.Kesulitan dalam menyelesaikan konflik
Tanpa pengalaman mengelola emosi secara sehat, seseorang mungkin kesulitan dalam menyelesaikan konflik dengan orang lain.
Bagaimana Mengatasi Childhood Emotional Neglect?
Mengatasi CEN membutuhkan kesadaran dan komitmen untuk memahami diri sendiri. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Mencari bantuan profesional
Terapis atau psikolog dapat membantu seseorang memahami pengalaman masa kecil mereka dan belajar cara mengelola emosi secara sehat.Belajar untuk mengenali dan mengungkapkan perasaan
Mencatat perasaan, berbicara dengan orang yang dipercaya, atau bahkan menulis bisa menjadi cara untuk mulai mengenali dan mengungkapkan perasaan.Membangun hubungan yang sehat
Membangun hubungan yang saling mendukung dan terbuka bisa membantu seseorang merasa lebih aman dan dihargai.Menyembuhkan diri sendiri
Proses penyembuhan bisa memakan waktu, tetapi penting untuk memberi diri sendiri ruang dan waktu untuk sembuh.



