Penggunaan Robot Humanoid di Pabrik Xiaomi
Xiaomi, perusahaan teknologi asal Tiongkok, telah memulai pengujian penggunaan robot humanoid di pabrik mobil listriknya. Dua robot tersebut ditempatkan untuk melakukan tugas-tugas seperti memasang mur dan memindahkan barang. Tingkat keberhasilan pekerjaan yang dilakukan oleh robot ini mencapai sekitar 90 persen.
Robot-robot ini mampu mengikuti kecepatan lini produksi Xiaomi, yang mampu menghasilkan satu mobil setiap 76 detik. Teknologi robot humanoid masih dalam tahap uji coba, tetapi Tiongkok diprediksi akan menjadi pemain utama dalam pasar global robot humanoid di masa depan.
Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam mengintegrasikan robot ke dalam lini produksi adalah agar mereka dapat mengikuti kecepatan kerja. Ia menambahkan bahwa kedua robot humanoid tersebut mampu mengikuti ritme kerja pabrik Xiaomi dengan baik.
Penggunaan robot humanoid di pabrik Xiaomi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Meskipun saat ini robot hanya berperan sebagai “pekerja magang”, kemampuan mereka dinilai cukup mumpuni untuk menggantikan peran manusia dalam beberapa tugas tertentu di masa depan.
Perkembangan Teknologi Robot Humanoid di Tiongkok
Selain di pabrik Xiaomi, robot humanoid buatan Tiongkok juga menunjukkan perkembangan pesat dalam hal kemampuan gerakan. Mereka kini mampu melakukan aksi yang lebih impresif, seperti menari pedang, melakukan gerakan kungfu, hingga salto dengan luwes.
Aksi ini ditampilkan dalam acara tahunan CCTV Spring Festival Gala, yang merupakan program televisi paling banyak ditonton di Tiongkok selama perayaan Tahun Baru Imlek. Robot-robot humanoid tersebut dibuat oleh empat perusahaan robotik Tiongkok, yaitu Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab.
Di atas panggung, lebih dari selusin robot dari Unitree memperagakan rangkaian gerakan kungfu bersama manusia secara alami dan luwes. Mereka melakukan adegan pertarungan, kuda-kuda, lengkap dengan ayunan tongkat dan nunchaku. Beberapa robot bahkan mampu melakukan salto berulang kali dengan stabil dan bisa bangkit kembali cepat setelah terjatuh.
Dalam video yang ditayangkan oleh outlet media Al Jazeera dan NBC News, robot-robot humanoid ini juga mampu menggenggam pedang dengan kuat tanpa terjatuh. Mereka mengayunkan pedang dalam gerakan yang menyerupai tari pedang tradisional. Gerakan tangannya semakin menyerupai tangan manusia karena sudah bisa bergerak ke berbagai arah dengan alami dan luwes.
Aplikasi Industri dan Manufaktur
Meski penampilan spektakuler robot-robot ini menarik perhatian publik, pengembangan mereka sejatinya diarahkan untuk kebutuhan industri dan manufaktur. Kemampuan kontrol gerak luwes, koordinasi antar robot, serta kontrol pada objek kecil menjadi fondasi penting untuk aplikasi nyata di pabrik dan pusat logistik.
Sementara itu, empat robot humanoid dari Noetix tampil berdampingan dengan aktor manusia dalam segmen komedi. Sementara itu, robot MagicLab membawakan tarian sinkron bersama penampil manusia saat lagu “We Are Made in China” dimainkan.
Prediksi Pasar Robot Humanoid
Analis di RBC Capital Market memperkirakan bahwa pasar robot humanoid secara global akan mencapai 9 triliun dollar AS pada tahun 2050, dengan 60 persen di antaranya berasal dari Tiongkok. Meski begitu, Weibing menilai bahwa masih terlalu dini untuk memproyeksikan pasar robot humanoid, meskipun ia optimistis akan bisnis tersebut.
Xiaomi sendiri baru memperkenalkan robot humanoid bernama CyberOne pada tahun 2022. Namun, robot ini belum dijual secara komersial.


