Transformasi UIN Ar-Raniry: Dari Akreditasi B ke Kampus Berkelas Dunia
Pada 28 Juli 2022, Prof Dr Mujiburrahman MAg dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Saat itu, status akreditasi institusi kampus tersebut masih berada pada peringkat B. Langkah awal yang ditempuh adalah melakukan konsolidasi internal dan harmonisasi sivitas akademika, pembenahan manajemen, penguatan sistem penjaminan mutu, serta percepatan layanan akademik menjadi fokus pada tahun pertama kepemimpinannya.
Hasilnya terlihat setahun kemudian. Pada 12 September 2023 UIN Ar-Raniry berhasil meraih akreditasi unggul dari BAN-PT yang diumumkan secara resmi pada 24 Oktober 2023, dengan nilai 373. Capaian ini menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) pertama di bawah Kementerian Agama yang memperoleh predikat unggul melalui skema penilaian sembilan kriteria.
Lonjakan Akreditasi Program Studi
Perubahan besar juga tercermin pada transformasi status akreditasi program studi yang meningkat tajam dalam waktu kurang dari empat tahun. Jika pada Juli 2022 hanya terdapat 15 program studi berstatus unggul atau A, di bawah kebijakan strategis Prof Mujiburrahman jumlah tersebut melonjak drastis menjadi 34 program studi. Artinya, dari total 59 prodi yang ada, kini 57,63 persen di antaranya telah berhasil meraih akreditasi Unggul atau A.
Capaian ini bukan sekedar angka melainkan manifestasi dari percepatan peningkatan standar akademik dan tata kelola pendidikan yang lebih baik dan akuntabel. Seiring dengan lonjakan tersebut, komposisi prodi berperingkat Baik Sekali atau B pun mengalami efisiensi positif, menurun dari 34 menjadi 16 prodi. Hal ini terjadi karena sebagian besar prodi tersebut berhasil “naik kelas” ke kategori Unggul.
Selain memperkuat mutu internal, Prof Mujiburrahman juga mengambil langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi dengan menghadirkan lima program studi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Tiga prodi baru jenjang Sarjana yang dibuka adalah Manajemen Bisnis Syariah, Manajemen Industri Halal, serta Manajemen Haji dan Umrah. Sementara di jenjang Pascasarjana, hadir dua program doktor baru, yaitu Ekonomi Syariah dan Studi Islam, melengkapi program S3 Pendidikan Agama Islam dan Fiqih Modern yang telah ada sebelumnya.
Jumlah Profesor Naik, Lulusan Doktor Bertambah
Capaian positif lain yang ditorehkan Prof Mujiburrahman yakni, jumlah guru besar mengalami lonjakan tajam dalam empat tahun terakhir. Pada 2022, tercatat hanya 22 profesor. Angka itu kemudian meningkat menjadi 45 orang pada 2023, naik tipis menjadi 46 orang pada 2024, dan melonjak hingga 66 profesor pada 2025. Secara keseluruhan, jumlah guru besar bertambah 44 orang dalam kurun 2022–2025. Jika dihitung secara persentase, kenaikannya mencapai 200 persen dibandingkan posisi awal pada 2022. Dengan kata lain, jumlah profesor pada 2025 tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan empat tahun sebelumnya.
Selain itu, dikatakan Prof Mujib, selama kepemimpinan dirinya, jumlah dosen yang menyelesaikan studi doktoral (S3) juga menunjukkan tren peningkatan. Data universitas mencatat, pada 2022 terdapat 188 dosen bergelar doktor. Jumlah ini meningkat menjadi 198 orang pada 2023, kemudian 205 orang pada 2024, dan mencapai 219 orang pada 2025. Secara keseluruhan, dalam rentang 2022–2025 jumlah dosen bergelar doktor bertambah 31 orang. Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya sumber daya akademik berkualifikasi doktor di lingkungan universitas dalam beberapa tahun terakhir.
Penguatan Ekosistem Riset
Selain akreditasi, penguatan riset dan publikasi ilmiah menjadi agenda penting dalam transformasi kampus. Saat ini UIN Ar-Raniry mengelola sekitar 125 jurnal ilmiah dan prosiding. Sebanyak 49 jurnal telah terakreditasi nasional melalui sistem Science and Technology Index (SINTA). Dari jumlah tersebut, empat jurnal telah terindeks Scopus Q1, yakni Samarah, Islam Futura, El-Usrah, dan Petita. Beberapa di antaranya bahkan menempati kuartil tertinggi dalam pemeringkatan jurnal internasional.
Jurnal El-Usrah, misalnya, tercatat sebagai jurnal antropologi terbaik di Asia dan 50 dunia menurut pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) 2025. Capaian ini turut mendorong peningkatan reputasi riset kampus. Berdasarkan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2025, UIN Ar-Raniry menempati peringkat keempat nasional dalam kategori kampus riset dan menjadi yang tertinggi di luar Pulau Jawa. Pada tahun yang sama, dua dosen UIN Ar-Raniry masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide yang dirilis oleh Stanford University bekerja sama dengan Elsevier.
Meningkatnya Kepercayaan Publik
Transformasi kelembagaan juga berdampak pada meningkatnya minat calon mahasiswa. Data penerimaan mahasiswa baru menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025 jumlah pendaftar mencapai 37.202 orang, meningkat dibandingkan 28.565 pendaftar pada 2024. UIN Ar-Raniry juga meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 PTKIN dengan jumlah pendaftar terbanyak pada jalur Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN) 2025. Saat ini jumlah mahasiswa aktif sekitar 23 ribu orang, dengan daya tampung mahasiswa baru berkisar 5.000 hingga 7.000 orang setiap tahun.
Transformasi Menuju World Class University
Prof Mujib menegaskan, UIN Ar-Raniry Banda Aceh saat ini tengah bertransformasi menuju World Class University (WCU), sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan tinggi nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 (RPJMN 2025-2029). Regulasi tersebut menempatkan UIN Ar-Raniry sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diproyeksikan berkembang menjadi World Class Islamic University, antara lain melalui pengembangan rencana pendirian Fakultas Kedokteran.
Upaya internasionalisasi menjadi salah satu agenda strategis universitas dalam beberapa tahun terakhir. Hingga 2025, kampus ini tercatat memiliki 61 mahasiswa internasional yang berasal dari enam negara, yakni Malaysia, Thailand, Nigeria, Libya, Tanzania, dan India. Para mahasiswa asing tersebut menempuh studi di berbagai fakultas, di antaranya Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Modernisasi Infrastruktur
Transformasi kampus juga diiringi pembenahan lingkungan kampus dan pembangunan infrastruktur baru. Salah satunya Gedung Ruang Kuliah Terpadu (RKT) yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan dilengkapi fasilitas smart classroom. Revitalisasi kawasan kampus, pembangunan landmark “Energi Kebangsaan Sinergi Membangun Negeri”, tugu Iqra’ serta rencana pembangunan Laboratorium Industri Halal, Sains dan Teknologi menjadi bagian dari pengembangan fasilitas akademik.
Ke depan, universitas juga tengah menyiapkan agenda strategis lain, termasuk rencana pendirian Fakultas Kedokteran serta pengembangan kampus melalui skema Pembiayaan Pinjaman Luar Negeri (PHLN), dan pembangunan masjid dan renovasi Lembaga Bahasa melalui bantuan UEA.
Fondasi Transformasi
Dalam tiga tahun terakhir, sejumlah indikator utama menunjukkan perubahan signifikan di UIN Ar-Raniry. Akreditasi institusi meningkat menjadi unggul, jumlah program studi unggul bertambah lebih dari dua kali lipat, serta produktivitas riset dan publikasi ilmiah terus meningkat, peningkatan mutu SDM dosen dan tenaga kependidikan dengan peningkatan jumlah guru besar yang signifikan hingga 300 persen. Bagi Mujiburrahman, fase tiga tahun pertama kepemimpinannya merupakan periode membangun fondasi transformasi kelembagaan, untuk melangkah menuju pencapaian reputasi global tanpa meninggalkan peran kampus dalam menjawab kebutuhan masyarakat.



