Situasi Keamanan di Timur Tengah dan Dampaknya pada Penerbangan Jemaah Umrah
Konflik antara Iran dan Israel yang semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir telah memicu peningkatan pengawasan wilayah udara di kawasan Timur Tengah. Hal ini berpotensi memengaruhi jalur penerbangan internasional, termasuk rute menuju Arab Saudi yang sering digunakan oleh jemaah umrah. Namun, sejumlah jemaah umrah asal Cirebon yang diberangkatkan oleh Salam Tour Travel berhasil pulang dengan selamat.
Rombongan Jemaah Umrah Pulang dengan Selamat
Sebanyak 40 jemaah umrah asal Cirebon yang diberangkatkan oleh Salam Tour Travel dipastikan pulang dengan selamat. Mereka tiba di Jakarta sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut oleh owner Salam Tour Travel, KH Dede Muharam. Ia menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan perjalanan para jemaah tanpa adanya gangguan dari isu-isu konflik di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah jemaah Salam Tour senang dan nyaman di Tanah Suci hingga pulang, tanpa terganggu isu-isu perang Timur Tengah,” ujar KH Dede saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (3/3/2026).
Suasana Haru di Bandara
Dari dokumentasi video yang dibagikan, suasana terminal tampak ramai namun tertib. Para jemaah mengenakan seragam batik biru-putih lengkap dengan syal bertuliskan ‘Salam Tour’. Sebagian membawa tas selempang kecil berlogo biro perjalanan, sementara koper-koper tersusun di troli. Dalam salah satu video, KH Dede bersetelan jas hitam dan peci menyapa jemaah dengan hangat.
“Assalamu’alaikum, Pak Haji, Bu Haji. Bagaimana kabarnya?” sapanya. Seorang jemaah pria kemudian menyampaikan testimoni bahwa perjalanan berlangsung lancar meski sebelumnya sempat mendengar isu-isu terkait kondisi geopolitik.
Pada video berdurasi lebih dari dua menit, seorang jemaah bersama istrinya menjelaskan bahwa kondisi di Makkah dan Madinah tetap stabil dan nyaman bagi jemaah Indonesia. Mereka mengaku tidak merasakan kepanikan selama menjalankan ibadah.
Penerbangan Normal, Tanpa Transit
KH Dede juga memastikan tidak ada pembatalan penerbangan maupun penutupan bandara yang berdampak pada rombongannya. “Sampai hari ini baik dari airport maupun dari penerbangan tidak ada informasi pembatalan dan tidak ada informasi penutupan,” katanya.
Menurutnya, potensi risiko justru lebih besar pada jalur penerbangan transit. “Yang kemungkinan riskan itu yang melalui Qatar, Dubai atau Abu Dhabi. Jalur transit itu yang lebih riskan dibanding yang langsung ke Jeddah. Kalau kami menggunakan Saudi Airlines sehingga tidak ada transit,” ujarnya.
KH Dede juga memastikan tidak ada jemaah yang membatalkan keberangkatan atau meminta refund. “Alhamdulillah tidak ada. Tidak ada yang refund. Semua aman,” ucap Dede.
Imbauan untuk Menunda Keberangkatan
Sebagaimana diketahui, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan sebagai langkah kehati-hatian menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinamis. Namun, hingga Senin (2/3/2026), KH Dede memastikan seluruh program berjalan sesuai jadwal.
Rombongan yang berangkat pada 23 Februari 2026 itu menuntaskan rangkaian ibadah selama delapan hari tanpa kendala berarti. “Karena selama penerbangan tidak dilarang atau tidak ditutup, juga airport masih berjalan. Visa sudah siap, hotel sudah siap, tiket sudah siap,” jelas dia.
Salam Tour juga telah menjadwalkan keberangkatan berikutnya pada 17 Ramadan mendatang dan hingga kini belum ada informasi pembatalan. Di tengah kekhawatiran yang beredar, kepulangan 40 jemaah ini menjadi kabar yang menenangkan bagi keluarga di Cirebon, bahwa ibadah tetap bisa berjalan khusyuk dan kepanikan yang dikhawatirkan tak pernah benar-benar terjadi.



