Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Maret 2026
Trending
  • Emiten ini umumkan rencana buyback, begini prospek sahamnya
  • Strategi DRMA Dorong Penjualan Naik 10% Tahun Ini
  • Emiten ini umumkan rencana buyback, begini prospek sahamnya
  • Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana
  • 10 Ciri BPKB Asli dan Palsu, Perhatikan Tandanya!
  • PTE Pertama di Medan dan Sumut Hadir di Scholar Tuition Centre
  • Bongkar jaringan narkoba: Polisi amankan ganja dan sabu di dua lokasi
  • Andie Dinialdie, Ketua DPRD Sumsel, Dikaitkan Pengadaan Meja Biliar Rp486,9 Juta
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»5 Fakta Menarik Jabiru, Burung Raksasa Setinggi Manusia
Ragam

5 Fakta Menarik Jabiru, Burung Raksasa Setinggi Manusia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Burung Jabiru: Keunikan dan Fakta Menarik tentang Bangau Raksasa Amerika

Burung jabiru mungkin belum sepopuler elang atau bangau lain di telinga masyarakat Indonesia. Namun, di benua Amerika, burung ini dikenal sebagai salah satu bangau terbesar dengan penampilan yang sulit diabaikan. Posturnya tinggi, paruhnya kuat, dan ada ciri khas mencolok di bagian lehernya yang membuatnya tampak berbeda dari burung pada umumnya. Bayangkan berdiri tidak jauh dari seekor burung yang tingginya hampir menyamai manusia dewasa, melangkah tenang di perairan dangkal sambil mencari makan. Ukurannya yang besar dan perilakunya yang unik membuat jabiru menjadi salah satu spesies yang menarik untuk dikenal lebih jauh. Lalu, apa saja fakta unik tentang burung raksasa ini? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Tingginya Hampir Setinggi Manusia



Burung jabiru atau Jabiru mycteria dikenal sebagai salah satu burung terbang dengan postur yang sangat tinggi di Amerika Selatan. Tingginya mencapai sekitar 5 kaki atau kurang lebih 1,5 meter. Ukuran tersebut membuatnya hampir setinggi manusia dewasa ketika berdiri tegak. Saat berada di perairan dangkal, tubuhnya yang menjulang dan kaki panjangnya yang ramping membuat keberadaannya mudah terlihat dari kejauhan.

Tinggi badan ini menjadi salah satu ciri yang paling mencolok dari jabiru dibandingkan burung lain di habitat yang sama. Ketika berjalan perlahan di lahan basah atau sabana, ia tampak anggun namun tetap terlihat besar dan kuat. Posturnya yang hampir menyamai tinggi manusia inilah yang sering membuat banyak orang terkejut saat melihatnya secara langsung di alam liar.

2. Salah Satu Bangau Terbesar di Benua Amerika



Selain memiliki postur yang tinggi, jabiru juga dikenal sebagai salah satu bangau terbesar di benua Amerika. Burung ini hidup di kawasan Neotropis, yang membentang dari Meksiko bagian selatan, melintasi Amerika Tengah, hingga wilayah utara Amerika Selatan dan Argentina bagian utara. Di antara negara-negara tersebut, jabiru paling sering ditemukan di wilayah lahan basah Brasil dan Paraguay.

Sebagai anggota keluarga Ciconiidae, jabiru memiliki tubuh besar dan kokoh dengan paruh hitam tebal sepanjang sekitar 30 sentimeter. Tubuhnya didominasi bulu putih dengan kepala tanpa bulu berwarna hitam serta pita merah mencolok di leher. Sayapnya yang lebar mencapai sekitar 2,3–2,8 meter, membuatnya mampu terbang dengan elegan meski tubuhnya besar. Kombinasi ukuran tubuh, sayap yang lebar, dan ciri fisik yang khas inilah yang menjadikan jabiru sebagai salah satu bangau terbesar di kawasan Amerika.

3. Punya Kantong Leher Berwarna Merah Mencolok



Salah satu ciri paling khas dari jabiru adalah kantong kulit berwarna merah yang terletak di bagian pangkal lehernya. Warna ini terlihat sangat kontras dengan tubuhnya yang didominasi bulu putih serta kepala dan leher bagian atas yang berwarna hitam tanpa bulu. Di sekitar leher bagian bawah juga terdapat pita kulit selebar kurang lebih 7,5 sentimeter yang menjadi penanda khas spesies ini.

Menariknya, warna pada bagian leher tersebut dapat berubah tergantung pada kondisi burung. Saat jabiru dalam keadaan tenang atau tidak aktif, warna kulitnya cenderung merah muda gelap. Namun ketika merasa terganggu atau terstimulasi, warnanya berubah menjadi merah tua yang lebih mencolok. Perubahan ini menjadi salah satu bentuk sinyal visual yang berperan dalam komunikasi dan perilaku sosialnya.

4. Sarangnya Bisa Sebesar Meja Makan



Jabiru dikenal membangun sarang dengan ukuran yang sangat besar dibandingkan burung lainnya. Sarang tersebut dibuat di atas pohon tinggi dengan ketinggian sekitar 15 hingga 30 meter dari permukaan tanah. Terbuat dari ranting dan potongan kayu yang disusun hingga membentuk struktur yang kokoh. Ukurannya dapat mencapai lebar sekitar satu meter dan kedalaman hingga 1,8 meter, sehingga besarnya kerap diibaratkan seperti meja makan.

Sarang tersebut biasanya dibangun di pohon yang berdiri terpisah dan berada dekat dengan sungai atau lahan basah. Dalam satu wilayah, sarang-sarang jabiru dapat ditemukan dalam jarak kurang dari satu kilometer satu sama lain. Ukuran yang besar dan struktur yang kuat ini penting untuk menopang proses berkembang biak, karena pasangan jabiru dapat menghabiskan waktu hingga enam sampai tujuh bulan dalam satu tahun untuk aktivitas reproduksi dan membesarkan anaknya.

5. Terbang dengan Memanfaatkan Arus Udara



Jabiru memiliki cara terbang yang cukup efisien untuk ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum benar-benar terangkat ke udara, burung ini biasanya melakukan dua hingga tiga lompatan kecil. Saat sudah berada di udara, jabiru mengepakkan sayapnya dengan ritme yang relatif lambat, sekitar 180 kepakan per menit. Setelah beberapa kali mengepak, biasanya setiap lima hingga delapan kepakan, ia akan berhenti sejenak dan meluncur di udara.

Pada saat udara terasa hangat, jabiru memanfaatkan arus udara panas atau thermal untuk melayang lebih lama tanpa harus terus-menerus mengepakkan sayap. Cara ini membantu menghemat energi, terutama saat menjelajahi lahan basah untuk mencari makan. Dengan kombinasi kepakan sayap yang stabil dan kemampuan meluncur mengikuti arus udara membuat jabiru bergerak efisien meski bertubuh besar.

Jabiru bukan sekadar bangau besar dengan leher merah mencolok atau sarang sebesar meja makan. Keberadaannya yang unik dan cara hidupnya yang cerdas menunjukkan peran pentingnya dalam ekosistem. Melihatnya melayang di atas lahan basah sambil memanfaatkan arus udara mengingatkan kita bahwa menjaga habitatnya bukan hanya soal melindungi satu spesies, tapi juga merawat keseimbangan alam yang lebih luas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

4 Alasan Penampilanmu Tak Sama dengan Orang Lain Meski Pakai Outfit Sama

22 Maret 2026

10 Ciri BPKB Asli dan Palsu, Perhatikan Tandanya!

22 Maret 2026

Harga dan Review Yamaha Mio M3 125 Blue Core: Skutik Irit yang Tetap Unggul

22 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Emiten ini umumkan rencana buyback, begini prospek sahamnya

22 Maret 2026

Strategi DRMA Dorong Penjualan Naik 10% Tahun Ini

22 Maret 2026

Emiten ini umumkan rencana buyback, begini prospek sahamnya

22 Maret 2026

Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana

22 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?