Suporter PSM Makassar Memasuki Lapangan Usai Kekalahan dari Persita Tangerang
Suporter PSM Makassar memasuki area lapangan setelah timnya menelan kekalahan 2-4 dari Persita Tangerang pada Senin, 2 Maret 2026 malam. Aksi spontan tersebut terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, yang menandai berakhirnya pertandingan pekan tersebut.
Kekalahan di kandang sendiri ini semakin memperpanjang catatan negatif tim berjuluk Juku Eja dalam mengarungi kompetisi Super League musim 2025/2026. Hasil buruk yang diraih di hadapan publik sendiri memicu luapan protes yang merembet dari tribun penonton hingga ke area rumput stadion.
Sejumlah rekaman video yang beredar di lokasi menunjukkan beberapa suporter melintas garis batas tribun dan mencoba mendekati zona teknik pemain. Petugas keamanan yang berjaga sigap melakukan tindakan persuasif dengan segera mengarahkan mereka untuk keluar dari area lapangan pertandingan.
Aksi massa ini digambarkan sebagai bentuk ketidakpuasan mendalam atas performa tim yang kian merosot dalam beberapa pekan terakhir. PSM Makassar dinilai kesulitan menjaga konsistensi permainan sehingga poin-poin krusial sering hilang, terutama saat bermain di kandang.
Dalam jalannya laga, Persita Tangerang tampil sangat efektif dalam memaksimalkan setiap peluang yang ada hingga berhasil unggul dua gol pada babak pertama. Meski PSM sempat mencoba bangkit dan memperkecil selisih skor, Persita kembali menambah pundi gol untuk mengunci kemenangan tandang mereka.
Kekecewaan suporter memuncak karena mereka menilai tim tidak menunjukkan peningkatan signifikan meskipun bermain dengan dukungan penuh suporter di rumah sendiri. Tekanan di papan klasemen yang kian menghimpit serta minimnya catatan tanpa kebobolan atau clean sheet menjadi bahan keluhan utama para pendukung.
Menanggapi situasi yang memanas di lapangan, Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, memberikan pernyataan emosional sebagai bentuk pertanggungjawaban tim kepada para pendukung setianya. Yuran mengaku memahami kekecewaan yang dirasakan oleh seluruh elemen suporter atas hasil yang jauh dari harapan tersebut.
“Saya tidak masalah kalau memang suporter sudah tidak menginginkan saya lagi di PSM, tapi ingat PSM masih berjuang lolos dari zona degradasi dan saya mau suporter selalu bersama kami,” ujar Yuran Fernandes dengan nada tegar di hadapan media dan perwakilan suporter.
Pemain bertahan asal Tanjung Verde tersebut juga meminta agar para pendukung tetap memberikan kepercayaan kepada tim yang sedang dalam kondisi sulit. “Jadi saya mohon kalian bersabar, kita semua sudah berjuang di lapangan tapi inilah pertandingan, terkadang kita tidak bisa memprediksi kemenangan dan kekalahan. Ewako PSM Makassar,” tambahnya.
Berdasarkan regulasi pengamanan pertandingan, aksi invasi lapangan oleh penonton dapat berakibat fatal karena berpotensi mendatangkan sanksi berat dari komite disiplin. Panitia pelaksana dan operator liga saat ini tengah meninjau laporan resmi dari pengawas pertandingan terkait insiden tersebut.
Di sisi lain, manajemen PSM Makassar belum merilis pernyataan tertulis resmi terkait kericuhan kecil ini hingga Selasa pagi. Pelatih kepala dikabarkan baru akan memberikan keterangan lebih lanjut pada sesi latihan tertutup yang dijadwalkan sore nanti guna menjaga kondusivitas tim.
Sementara itu, Persita Tangerang berhasil membawa pulang tiga poin penting yang sangat berarti untuk memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara. Kemenangan di Parepare ini menjadi modal berharga bagi tim pendekar cisadane sebelum mereka menjamu lawan di pekan berikutnya.
Dampak dari insiden ini juga meluas ke jagat maya, di mana rekaman video peristiwa tersebut diunggah oleh akun @parepare_info dan menyebar cepat di media sosial. Tagar yang berkaitan dengan klub dan liga sempat memuncaki daftar tren linimasa sepanjang malam tadi.
Pemerintah daerah setempat mengimbau agar para suporter ke depannya menyampaikan kritik atau aspirasi mereka melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan. Aparat keamanan juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar perizinan laga selanjutnya tidak terganggu oleh masalah disiplin.
Operator Super League kembali mengingatkan seluruh klub peserta tentang kewajiban memenuhi standar keamanan stadion secara ketat. Protes di Parepare ini menambah daftar panjang insiden disiplin musim ini, yang kini membuat fokus tertuju pada respon manajemen klub dan proses evaluasi dari pihak liga.



